Edukasi Bahan Kimia Berbahaya dalam Makanan di Desa Ciangsana, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor
Abstract
Penggunaan bahan kimia berbahaya dalam makanan, seperti boraks, formalin, rhodamin B, dan kuning metanil, dapat mengancam kesehatan masyarakat dengan risiko jangka pendek berupa keracunan dan jangka panjang berupa kerusakan berbagai organ dan kanker. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada warga Desa Ciangsana tentang bahaya bahan kimia berbahaya dalam berbagai jenis pangan. Kegiatan ini juga mengajarkan metode sederhana untuk mendeteksi keberadaan bahan kimia tersebut, sehingga warga dapat lebih waspada dalam memilih dan mengonsumsi makanan.. Pelaksanaan kegiatan berlangsung pada 3 November 2023, melibatkan 70 peserta yang antusias mengikuti edukasi dan praktik pengujian sederhana. Kegiatan ini menghasilkan output berupa leaflet edukatif, dokumentasi, dan evaluasi dari peserta terhadap pelaksanaan sosialiasi ini. Evaluasi menunjukkan kepuasan tinggi dengan nilai 4,4 dengan angka maksimal 5. Peserta menilai kegiatan ini relevan dengan kebutuhan masyarakat terutama ibu rumah tangga yang sering mengolah bahan pangan untuk disajikan bagi keluarga. Diharapkan kegiatan ini berkontribusi pada peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya konsumsi makanan sehat bebas bahan kimia berbahaya.
Kata Kunci: Kanker, Makanan Sehat, Boraks, Formalin, Rhodamin B
Hazardous chemicals in food, such as borax, formalin, rhodamine B, and methanil yellow, pose significant risks to public health, including short-term effects like poisoning and long-term consequences such as organ damage and cancer. This community service aims to educate the residents of Ciangsana Village about the dangers of harmful chemicals in various types of food. This activity was conducted on November 3, 2023, involving 70 enthusiastic participants actively engaging in educational sessions and practical testing demonstrations. The program outcomes included informative leaflets, documentation, and participant evaluations of the socialization activity. The evaluation indicated a high satisfaction level with an average score of 4.4 out of 5. Participants, particularly homemakers who frequently handle food preparation for their families, found the program highly relevant to their needs. It is hoped that this activity will contribute to raising public awareness about the importance of consuming safe and chemical-free food.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Bokthier Rahman, M., Hussain, M., Probha Kabiraz, M., Nordin, N., Anusha Siddiqui, S., Bhowmik, S., & Begum, M. (2023). An update on formaldehyde adulteration in food: Sources, detection, mechanisms, and risk assessment. Food Chemistry, 427. Elsevier Ltd. https://doi.org/10.1016/j.foodchem.2023.136761
Devitria, R., & Sepryani, H. (2017). Analisis Rhodamin B pada makanan jajanan anak di sekitar SDN 2 dan SDN 3 Kota Pekanbaru. Klinikal Sains: Jurnal Analis Kesehatan, 5(1), 32–40. https://jurnal.univrab.ac.id/index.php/klinikal/article/view/290
Harsojo, & Kadir. (2013). Penggunaan Formalin dan Boraks serta Kontaminasi Bakteri Pada Otak-Otak. Jurnal Iptek Nuklir Ganendra, 16(1), 9-16. https://doi.org/10.17146/gnd.2013.16.1.475
Herdianti. (2003). Analisis bahan tambahan kimia (bahan pengawet dan pewarna) yang dilarang digunakan dalam makanan jajanan. [Skripsi] Fakultas Teknik Universitas Pasundan, Bandung.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (1996). Peraturan Menteri Kesehatan No. 472/Menkes/Per/V/1996 tentang Pengamanan Bahan Berbahaya Bagi Kesehatan. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2012). Peraturan Menteri Kesehatan No. 033 Tahun 2012 tentang Bahan Tambahan Pangan. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.
Mardiyah, U., & Jamil, S. N. A. (2020). Identifikasi Kandungan Formalin pada Ikan Segar yang Dijual di Pasar Mimbo dan Pasar Jangkar Kabupaten Situbondo. Samakia: Jurnal Ilmu Perikanan, 11(2), 135-140. https://doi.org/10.35316/jsapi.v11i2.827
Mujianto, B., Purwanti, A., & Rismini, S. (2013). Identifikasi Pengawet dan Pewarna Berbahaya pada Bumbu Giling. Jurnal Ilmu & Teknologi Kesehatan, 1(1), 34–39. https://ejurnal.poltekkesjakarta3.ac.id/index.php/jitek/article/view/22
Rahma, D. A., Sari, E. M., & Nurfajriah, S. (2023). Identifikasi Kandungan Boraks pada Bakso yang Beredar di Pasar Tradisional Kecamatan Tambun Selatan. Jurnal Riset Eksakta dan Kesehatan (JREK), 5(1), 59-66. https://doi.org/10.25299/jrec.2023.vol5(1).12502
Rahman, H., Prajuwita, M., Yanni, D. Z., Sari, P. M., & Lestari, I. (2020). Analysis of Borax in Ground Red Chilies in the Traditional Markets of Jambi City. EduChemia (Jurnal Kimia dan Pendidikan), 5(1), 10–19. https://doi.org/10.30870/educhemia.v5i1.6520
Riandini, N. (2008). Bahan Makanan dalam Makanan dan Minuman. Bandung: Shakti Adiluhung.
Rahmatulloh, W., Ainni, A. N., Miyarso, C., Agustina, R., Supartiningsih, S., & Abrori, F. (2024). Peningkatan Pengetahuan Tentang DAGUSIBU pada Kader Kesehatan Desa di Desa Pagebangan, Kecamatan Karanggayam. Jurnal Pengabdian Masyarakat Panacea, 2(3), 186-194. https://doi.org/10.20527/jpmp.v2i3.13416
Surati. (2015). Bahaya zat aditif rhodamin B pada makanan. Jurnal Biology Science & Education, 4(1), 22–28. https://doi.org/10.33477/bs.v4i1.526
Widodo, S., Riyadi, H., Tanziha, I., & Astawan, M. (2016). Perbaikan status gizi anak balita dengan intervensi biskuit berbasis blondo, ikan gabus (Channa striata), dan beras merah (Oryza nivara). Jurnal Gizi Dan Pangan, 10(2), 85-92. https://doi.org/10.25182/jgp.2015.10.2.%25p
Winarno, F. G. (2008). Kimia Pangan dan Gizi. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
DOI: https://doi.org/10.20527/jpmp.v1i1.14122
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Jurnal Pengabdian Masyarakat Panacea dipublikasi oleh
Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker Universitas Lambung Mangkurat
Jl. A. Yani Km. 36 Banjarbaru 70714 Indonesia

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License