Edukasi tentang “Berantas Diabetes Mellitus Dengan Cerdik dan Patuh!” di Kimia Farma 120 Banjarmasin
Abstract
Kadar gula darah yang melebihi nilai normal disebabkan oleh kekurangan atau gangguan kerja hormon insulin adalah tanda diabetes mellitus (DM), yang juga dikenal sebagai kencing manis. Banyak orang yang menderita diabetes, terutama DM tipe 2 tidak mengetahui bahwa mereka menderita diabetes. Melalui kegiatan promosi kesehatan, salah satu cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang penyakit diabetes dan penggunaan obat antidiabetes. Kegiatan promosi kesehatan ini bertujuan untuk memberikan pendidikan kepada masyarakat dan mengevaluasi tingkat pengetahuan pengunjung Apotek di Kimia Farma 120 Banjarmasin tentang diabetes mellitus dan penggunaan obat antidiabetes yang sesuai. Metode pemberian edukasi yang dipilih adalah ceramah dengan bantuan leaflet dan video sebagai media. Hasil kegiatan dievaluasi dengan nilai pretest dan posttest. Hasil dari kuesioner yang diberikan kepada dua puluh pasien menunjukkan nilai rata-rata pretest sebesar 67,50% dan 99,20% setelah postest. Berdasarkan hasil dari pretest dan posttest tersebut dapat disimpulkan bahwa adanya peningkatan tingkat pengetahuan masyarakat yang signifikan tentang penyakit diabetes mellitus dan penggunaan obat antidiabetes yang tepat pasca kegiatan edukasi ini.
Kata Kunci: Apotek, Diabetes Mellitus, Promosi Kesehatan, Tingkat Pengetahuan
Blood sugar levels that exceed normal values caused by a deficiency or disruption of the insulin hormone are a sign of diabetes mellitus (DM), also known as diabetes. Many individuals, particularly those with type 2 diabetes, are unaware that they have the disease. One way to improve public understanding of diabetes and the use of antidiabetic drugs is through health promotion activities. This health promotion activity aims to provide education to the public and evaluate the level of knowledge of visitors to the Kimia Farma 120 Banjarmasin Pharmacy about diabetes mellitus and the use of appropriate antidiabetic drugs The method of assistance in delivering education chosen is lectures with leaflets and videos as media. The results of the activity were evaluated with pretest and posttest values. The results of the questionnaire given to twenty patients showed an average pretest value of 67.50% and 99.20% after the posttest. Based on the results of the pre- and post-tests, it can be said that people learned a lot more about diabetes mellitus and how to use the right oral diabetes medications after this educational activity.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Amaranggana, L. (2017). Pelayanan Informasi Obat yang Efektif dari Beberapa Negara untuk Meningkatkan Pelayanan Farmasi Klinik. Farmaka, 15(1), 20–28. https://doi.org/10.24198/jf.v15i2.12590.g5762.
Aspilayuli, Suhartatik, & Mato, R. (2023). Literature Review : Faktor Yang Mempengaruhi Diabetes Mellitus Gestasional. JIMPK : Jurnal Ilmiah Mahasiswa & Penelitian Keperawatan, 3(4), 111–120. https://doi.org/10.35892/jimpk.v3i4.951.
Farchaty, B., Pertiwi, K. D., & Lestari, I. P. (2023). Faktor Risiko Diabetes Mellitus di Wilayah Kerja Puskesmas Gunungpati Kota Semarang. Pro Health Jurnal Ilmiah Kesehatan, 5(1), 332–339. https://doi.org/10.35473/proheallth.v5i1.2143.
IDF. (2021). IDF Diabetes Atlas 10th Edition. International Diabetes Federation. https://doi.org/10.1016/j.diabres.2013.10.013.
Juliani, E., Yari, Y., & Rosliany, N. (2024). Efektivitas Penggunaan Mobile Health Pada Manajemen Mandiri Diabetes Melitus Tipe II: a Scoping Review. Jurnal Ilmiah Kesehatan Diagnosis, 19, 29–41. https://doi.org/10.35892/jikd.v19i1.1833.
Mulia, M., Maryani, H., Sari, O. M., Mahdi, N., Hadi, S., & Setiawan, D. (2025). Promosi Kesehatan Tentang Kolesterol Kepada Masyarakat di Kegiatan Posyandu Puskesmas Sungai Ulin Banjarbaru. Jurnal Pengabdian Masyarakat Panacea, 2(4), 257. https://doi.org/10.20527/jpmp.v2i4.14162.
Nasution, P. A., Oktaviani, R. F., Rahmah, S., Isnani, N., Mahdi, N., Hadi, S., & Setiawan, D. (2025). Edukasi Beyond Use Date (BUD) di Apotek Melalui Media Video. Jurnal Pengabdian Masyarakat Panacea, 3(1), 44. https://doi.org/10.20527/jpmp.v3i1.14785.
Sartika, F., & Hestiani, N. (2019). Kadar Hba1c Pada Pasien Wanita Penderita Diabetes Mellitus Tipe 2 Di RSUD dr. Doris Sylvanus Palangka Raya. Borneo Journal of Medical Laboratory Technology, 2(1), 97–101. https://doi.org/10.33084/bjmlt.v2i1.1086.
Sugianto, K. R., Husodo, S. D., Sudiarta, K. E., & Rahayu, I. N. (2023). Hubungan Antara Kadar HbA1c Pada Pasien Diabetes Melitus Dengan Kejadian Preeklamsia. Surabaya Biomedical Jounal, 2(2), 85–2. https://doi.org/10.30649/sbj.v2i2.55.
Supatmi, Wahyuningsih, Pradiptha, I. D. A. G. F., Makatita, B., Kumalasari, D. N., Purwaningsih, E., Azhari, A. S., Priharwanti, A., Ping, M. F., Zani, B. N., Pertiwi, G. H., Indriyani, Y., Putra, I. G. Y., & Sastrini, Y. E. (2023). Buku Ajar Pendidikan dan Promosi Kesehatan. PT. Sonpedia Publishing Indonesia.
Victor, T. H., Pane, H. W., Zuhriyatun, T. F., Munthe, S. A., Salman, S. H., Sulianti, Hidayati, W., Sianturi, H. E., Pantola, & Mustar. (2020). Promosi Kesehatan Masyarakat. Yayasan Kita Menulis.
DOI: https://doi.org/10.20527/jpmp.v3i2.14803
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Jurnal Pengabdian Masyarakat Panacea dipublikasi oleh
Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker Universitas Lambung Mangkurat
Jl. A. Yani Km. 36 Banjarbaru 70714 Indonesia

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License