Edukasi tentang “Stop Penggunaan Antibiotik Sembarangan, Lindungi Kesehatanmu!” di Puskesmas Alalak Tengah
Abstract
Antibiotik merupakan terapi vital untuk infeksi bakteri, namun penggunaan yang tidak tepat dan penggunaan yang salah telah menyebabkan peningkatan signifikan resistensi antibiotik, menjadikannya ancaman serius bagi kesehatan global. Meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai penggunaan antibiotik yang rasional sangat krusial dalam upaya pengendalian resistensi. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat melalui promosi kesehatan dan mengevaluasi tingkat pengetahuan pasien di Puskesmas Alalak Tengah terkait penggunaan antibiotik yang tepat. Kegiatan promosi kesehatan dilaksanakan menggunakan metode ceramah, didukung media edukasi berupa leaflet dan video, yang menargetkan warga dan pasien di wilayah Puskesmas Alalak Tengah. Evaluasi efektivitas edukasi dilakukan dengan membandingkan hasil kuesioner pengetahuan (pre-test dan post-test) dari 20 peserta. Rata-rata skor pre-test tercatat sebesar 56,67%, sementara rata-rata skor post-test meningkat signifikan menjadi 92,50%. Temuan ini mengindikasikan tingkat pengetahuan awal yang belum memadai sebelum intervensi dan peningkatan pengetahuan setelah mengikuti promosi kesehatan. Promosi kesehatan efektif dalam meningkatkan pemahaman masyarakat/pasien mengenai penggunaan antibiotik yang tepat, berkontribusi pada upaya pengendalian resistensi antibiotik di tingkat komunitas.
Kata Kunci: Antibiotik, Promosi Kesehatan, Resistensi, Tingkat Pengetahuan
Antibiotics are crucial for treating bacterial infections, but their inappropriate use and misuse significantly fuel antimicrobial resistance, posing a serious global health threat. Enhancing public understanding of rational antibiotic use is therefore critical for resistance control efforts. This community service activity aimed to improve public knowledge through health promotion and assess the knowledge level of patients at Alalak Tengah Health Center regarding the proper use of antibiotics. The health promotion utilized a lecture method, complemented by educational media including leaflets and videos, targeting local residents and patients within the Health Center's service area. Effectiveness was evaluated by comparing pre- and post-intervention knowledge using a questionnaire administered to 20 participants. The mean pre-test score was 56.67%, which significantly increased to 92.50% in the post-test. These findings indicate a low baseline knowledge level before the intervention and a substantial improvement following participation in the health promotion. The health promotion activity was effective in enhancing public/patient understanding of proper antibiotic use, thereby contributing to community-level antimicrobial resistance control initiatives.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Baroroh, H. N., Utami, E. D., Maharani, L., & Mustikaningtias, I. (2018). Peningkatan Pengetahuan Masyarakat Melalui Edukasi Tentang Penggunaan Antibiotik Bijak dan Rasional. Ad-Dawaa’ Journal of Pharmaceutical Sciences, 1(1), 8–15. https://doi.org/10.24252/djps.v1i1.6425
Cella, E., Giovanetti, M., Benedetti, F., Scarpa, F., Johnston, C., Borsetti, A., Ceccarelli, G., Azarian, T., Zella, D., & Ciccozzi, M. (2023). Joining Forces against Antibiotic Resistance: The One Health Solution. In Pathogens (Vol. 12, Issue 9). Multidisciplinary Digital Publishing Institute (MDPI). https://doi.org/10.3390/pathogens12091074
Hamid, F., Kotto, F. R., & Prasetia, P. W. (2020). Karakteristik Pengguna Antibiotik Tanpa Resep Dokter di Kalangan Guru Kecamatan Labakkang, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan. Alami Journal (Alauddin Islamic Medical) Journal, 4(2), 18–31. https://doi.org/10.24252/alami.v4i2.15157
Hawkey, P. M. (2018). The 2017 Garrod lecture: Genes, guts and globalization. Journal of Antimicrobial Chemotherapy, 73(10), 2589–2600. https://doi.org/10.1093/jac/dky277
Hawkey, P. M., & Jones, A. M. (2009). The changing epidemiology of resistance. Journal of Antimicrobial Chemotherapy, 64(SUPPL.1). https://doi.org/10.1093/jac/dkp256
Hernando-Amado, S., Coque, T. M., Baquero, F., & Martínez, J. L. (2020). Antibiotic Resistance: Moving From Individual Health Norms to Social Norms in One Health and Global Health. In Frontiers in Microbiology (Vol. 11). Frontiers Media S.A. https://doi.org/10.3389/fmicb.2020.01914
Kemenkes RI. (2011). Modul Penggunaan Obat Rasional.
Kemenkes RI. (2013). Pedoman Umum Penggunaan Antibiotik. In Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Klein, E. Y., Tseng, K. K., Pant, S., & Laxminarayan, R. (2019). Tracking global trends in the effectiveness of antibiotic therapy using the Drug Resistance Index. BMJ Global Health, 4(2). https://doi.org/10.1136/bmjgh-2018-001315
Pratiwi, H., Choironi, N. A., & Warsinah. (2017). Pengaruh Edukasi Apoteker terhadap Pengetahuan dan Sikap Masyarakat terkait Teknik Penggunaan Obat. Kartika : Jurnal Ilmiah Farmasi, 5(2), 44–49. https://doi.org/10.26874/kjif.v5i2.107
Septia, W., Rawitri, K., Lubis, M. S., & Yuniarti, R. (2024). Gambaran Penggunaan Antibiotik pada Pasien Rawat Inap di RSUD Dr. Pirngadi Kota Medan. Farmasainkes, 4(1), 22–26. https://doi.org/10.32696/farmasainkes.v4i1.3351
Tangcharoensathien, V., Chanvatik, S., & Sommanustweechai, A. (2018). Complex determinants of inappropriate use of antibiotics. In Bulletin of the World Health Organization (Vol. 96, Issue 2, pp. 141–144). World Health Organization. https://doi.org/10.2471/BLT.17.199687
World Health Organization. (2001). WHO global strategy for containment of antimicrobial resistance, World Health Organisatin. WHO Global Strategy for Containment of Antimicrobial Resistance, WHO/CDS/CS, 1–105.
DOI: https://doi.org/10.20527/jpmp.v3i2.15391
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Jurnal Pengabdian Masyarakat Panacea dipublikasi oleh
Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker Universitas Lambung Mangkurat
Jl. A. Yani Km. 36 Banjarbaru 70714 Indonesia

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License