Tradisi Tampung Tawar Kendaraan Bermesin di Kelurahan Raja Kecamatan Arut Selatan Kalimantan Tengah

Anita Agustin, Yuli Apriati, Rahmat Nur

Abstract


Nowadays, the existence of a means of transportation such as vehicles has certainly undergone significant changes. In this era, vehicles have been designed with sophisticated shapes and engines so that drivers feel safe and comfortable. However, the community in Raja Village, South Arut District, West Kotawaringin Regency still believes in and carries out the tradition of tampung tawar on new motorized vehicles. This study aims to find: (1) The reasons why people still carry out tampung tawar on vehicles (2) The meaning contained in tampung tawar on motorized vehicles. The method used in this study is a qualitative research method. The data sources were selected by purposive sampling and the informants in this study were 7 people. The data collection techniques used were observation, interviews and documentation, then data analysis techniques were carried out by reducing data, presenting data, and drawing conclusions. The results of this study indicate that: (1) There are 4 reasons why people still carry out tampung tawar on motorized vehicles, namely: a) Belief in the existence of supernatural beings in iron b) Continuing the legacy of their ancestors c) There are worries d) There are hopes for a better life in the future. (2) There are 2 meanings contained in the tradition of offering motorized vehicles, namely: a) General meaning, which is intended to ward off disaster and hope for safety for the owners of new vehicles. b) Specific meaning, which is divided into the meaning of words and actions in the process of offering motorized vehicles and the meaning of tools and materials in offering motorized vehicles.

Keywords


Tampung Tawar Tradition; Vehicle; Meaning

Full Text:

PDF

References


Apriati, Y., Alfisyah., Azkia, L. (2020). Revitalisasi Folk Song (Nyanyian Rakyat) sebagai Media Penanaman Nilai Dikalangan Masyarakat Banjar Kalimantan Selatan. Solidarity, 9 (2), 1109- 1119.

Ardianto, dkk. 2020. Tradisi Katoba Pada Masyarakat Etnis Muna: Makna, Nilai dan Strategi Pelestariannya. Yogyakarta: Deepublish

Aulia, Desi. 2021. Pembacaan Tahlil & Do’a Selamat Sebagai Pengantar Tradisi Tepuk Tepung Tawar Pada Prosesi Kelahiran di Kelurahan Simpang Tuan Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Jurnal UIN STS Jambi

Damanik, Ramlan. 2002. Fungsi dan Peranan Upacara Adat Perkawinan Masyarakat Melayu Deli. Sumatera Utara: Digital Librari USU

Departemen Pendidikan Nasional. 2005. Kamus Besar Bahasa Indonesia, Jakarta: Balai Pustaka.

Esten, Mursal, 1992. Tradisi dan Modernitas Dalam Sandiwara. Jakarta : Intermasa

Fahlevi, Reza. 2020. Tradisi Tepung Tawar dalam Perspektif Maqasid Al-Shari’ah Imam Al-Shatibi (Studi Perkawinan Adat Melayu di Desa Suka Maju, Kalimantan Barat). Mojokerto

Geertz, Clifford. 1992. Tafsir kebudayaan, edisi terjemahan. Yogyakarta: Kanisius

Hemafitria. 2019. Nilai Karakter Berbasis Kearifan Lokal Tradisi Tepung Tawar Pada Etnis Melayu Sambas. Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan 3 (2)

Humaeni, Ayatullah. 2021. Sesajen: Menelusuri Makna dan Akar Tradisi Sesajen Masyarakat Muslim Banten dan Masyarakat Hindu Bali. Banten: LP2M UIN SMH

Koentjaraningrat. 1984. Manusia dan Kebudayaan di Indonesia. Jakarta: Djambatan.

Koentjaraningrat. 1987. Sejarah Teori Antropologi I. Jakarta: Universitas Indonesia (UI-PRESS)

Koentjaraningrat. 1990. Pengantar Ilmu Antropologi, Edisi Terbaru. Jakarta: Rineka Cipta

Mamik. 2015. Metodologi Kualitatif. Sidoarjo: Zifatama Publisher

Maran, R.R. (2007). Manusia dan Kebudayaan dalam Perspektif Islam. Jakarta: PT. Rineka Cipta

Prasetya, Joko Tri. 2004. Ilmu Budaya Dasar. Jakarta: PT Rineka Cipta

Purna, I. Made., dkk. 2013. Tradisi Barzanji Pada Masyarakat Loloan Kabupaten Jembrana Bali. Yogyakarta: Penerbit Ombak

Putra, Suwira. 2014. Makna Upacara Tepuk Tepung Tawar Pada Pernikahan Adat Melayu Riau. Jom FISIP: 1(2)

Ramadhan, Dendy dan Wahab. 2019. Relevansi Kearifan Lokal Tepung Tawar dalam Pembelajaran Agama Islam (Studi Pada Masyarakat Melayu Pontianak). Jurnal Tarbiyah. 8 4-5.

Sayidah, Nur. 2018. Metodologi Penelitian. Sidoarjo: Zifatama Publisher

Satori, Djam’an dan Komariah, Aan, 2013. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta

Sobur, Alex. 2004. Semiotika Komunikasi. Bandung: Remaja Rosdakarya

Sugiyono, 2019. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D cetakan ke 1. Bandung: Alfabeta

Sujarwa. 2010. Ilmu Sosial dan Budaya Dasar Manusia & Fenomena Sosial Budaya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar

Suyanto, Bagong dan Sutinah. 2006. Metode Penelitian Sosial Berbagai Alternatif Pendekatan. Jakarta: Prenada Media Group

Suyono, Ariyono dan Aminudin Siregar. 1985. Kamus Antropologi. Jakarta: Akademika Pressindo.

Syam, Nur, 2005. Islam Pesisir. Jogyakarta : Lkis

Sztompka, Piotr. 2008. Sosiologi Perubahan Sosial, Jakarta: Pranada Media Grup. 71-74

Warawarin, Casparina Yulita. 2017. Makna Komunikasi Simbolik Hukum Adat Sasi dalam Pelestarian Alam Laut di Kabupaten Maluku Tenggara. Jurnal Komunikasi KAREBA. 6

Widaty, C., Apriati, Y., Hudaya, A., Kusuma, S. (2021). Makna Upacara Balian dalam Ritual Pengobatan Tradisional Suku Paser Kabupaten Paser. Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis, 6 (1), 56.




DOI: https://doi.org/10.20527/jtamps.v5i2.17194

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


JTAMPS Telah Terindeks Oleh :

    

JTAMPS Flag Counter Sejak Desember 2022:

Flag Counter 

Lisensi Creative Commons
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.