Lakatan Dalam Tradisi Selamatan Pada Masyarakat Banjar Di Kelurahan Kuin Selatan Kecamatan Banjarmasin Barat
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Alasan masyarakat menyajikan hidangan lakatan dalam tradisi selamatan dan (2) Makna lakatan dalam tradisi selamatan.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Sumber data yang dipilih secara Purposive sampling. Kriteria informan dalam penelitian ini yaitu (1) masyarakat yang turun-temurun melaksanakan tradisi selamatan dengan hidangan lakatan, (2) tokoh masyarakat yang biasa menjadi pemandu ritual dalam tradisi tersebut, (3) pembuat kue tradisional Banjar. Pengumpulan data dilakukan dengan tehnik observasi ke lapangan, wawancara mendalam dengan ke 5 informan, dan dokumentasi. Selanjutnya analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Alasan masyarakat menyajikan lakatan dalam tradisi selamatan yaitu sebagai pereda kesurupan, menambah daya ingat, kewajiban berkala dan wujud keharmonisan. (2) Makna lakatan dalam tradisi selamatan antara lain makna berdasar bahasa dan tekstur, makna berdasar warna-warna lakatan, dan makna berdasar bentuk-bentuk sajian lakatan. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disarankan kepada masyarakat di Kelurahan Kuin Selatan Banjarmasin yang mempercayai akan wajibnya hidangan lakatan dalam tradisi selamatan maupun yang tidak, agar tetap menjalankan tradisi sesuai dengan kaidah-kaidahnya, namun tidak menjadikan kepercayaan tersebut sebagai sesuatu yang berlebihan dan juga untuk masyarakat lainnya dapat memaklumi dan toleransi terhadap tradisi selamatan yang dilaksanakan.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Agus, Bustanuddin. 2006. Agama dalam Kehidupan Manusia: Pengantar Antropologi Agama. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Daud, Alfani. 1997. Islam dan Masyarakat Banjar. Jakarta: PT. Raja Grafindo.
Danandjaja, James, 1984. Folklor Indonesia Ilmu Gosip, Dongeng, dan Lain-lain. Jakarta:Grafiti.
Endraswan, Suwardi. 2013. Foklor Nusantara: Hakikat, Bentuk dan Fungsi.Yogyakarta: Penerbit Ombak.
Erlina, Risa, 2010. Makna Piduduk dalam Tradisi Basunat di Desa Batalang kecamatan Jorong Kabupaten Tanah Laut. Skripsi Program Studi Pendidikan Sosiologi dan Antropologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat BanjarmasinGeertz, Clifford. 1983. The Religion of Java. Jakarta: PT. Dunia Pustaka Jaya.
Hidayat, Yusuf, and Rahmat Nur. 2021. “Trust and Ethics in the Social Network of Oil Palm Traders: Lessons From Indonesia.” Proceedings of the 2nd International Conference on Social Sciences Education (ICSSE 2020) 525 (Icsse 2020): 352–57. https://doi.org/10.2991/assehr.k.210222.057.
Ideham, M. Suriansyah. 2007. Urang Banjar dan Kebudayaannya. Banjarmasin: Pustaka Banua.
Sumerta, I Made, I Made Sendra, Ni Luh Ariani & Yufiza. 2013. Fungsi dan Makna Upacara Ngusabe Gede Lanang Kapat. Yog.akarta: Penerbit Ombak.
Nur, Rahmat. 2020. “Penerapan Model Pembelajaran Tematik Pada Mata Pelajaran Sosiologi Siswa Kelas XII IPS SMAN 1 Sungguminasa Kabupaten Gowa.” PADARINGAN (Jurnal Pendidikan Sosiologi Antropologi) 2 (3): 279. https://doi.org/10.20527/padaringan.v2i3.2434.
Rahman, Arif, 2010. Tradisi Batumbang Apam di Mesjid Al-A’la Desa Jatuh Kecamatan Pandawan Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Skripsi Program Studi Pendidikan Sosiologi dan Antropologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin.
Ruswinarsih, Sigit, and Reski P. 2021. “Modernisasi (Studi Pada Aktor Pertanian Lahan Basah Desa Samuda).” Jurnal Ilmiah Mandala Education 7 (4): 2019–22. https://doi.org/10.36312/jime.v7i4.2485.
Syarifuddin, Attabranie Kasuma, Sabrie Hermanto & Syahrir. 1992. Makanan : Wujud, Variasi dan Fungsinya Serta Cara Penyajiannya Daerah Kalimantan Selatan. Jakarta : Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Sztompka, Piotr. 2007. Sosiologi Perubahan. Diterjemahkan dari bahasa Inggris Oleh Alimandan. Jakarta: Prenada Media Group.
Sosial, Perilaku Ekonomi, Nelayan Di, Desapaminggir Seberang, Kecamatan Paminggir, Kabupaten Hulu, Sungai Utara, Kalsel Sigit, Ruswinarsih Program, Studi Pendidikan, and Sosiologi Antropologi. 2019. “Perilaku Ekonomi Sosial Nelayan Di DesaPaminggir Seberang Kecamatan Paminggir Kabupaten Hulu Sungai Utara Kalsel.” Ppjp.Ulm.Ac.Id 1 (1): 12–19. http://ppjp.ulm.ac.id/journals/index.php/padaringan/article/view/3018.
Widaty, Cucu, Yuli Apriati, Aldian Hudaya, and Siska Kusuma. 2021. “Makna Upacara Balian Dalam Ritual Pengobatan Tradisional Suku Paser Kabupaten Paser.” Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis 6 (1): 55. https://doi.org/10.17977/um021v6i1p55-64.
Yunus, Ahmad. 1985. Upacara Tradisional Yang Berkaitan Dengan Peristiwa Alam dan Kepercayaan Daerah Kalimantan Selatan. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Yurlia, Ana, 2009. Makna Simbolik Kanas pada Mesjid Jami Tuhfaturroqhibin di Kelurahan Alalak Tengah Kecamatan Banjarmasin Utara Kota Banjarmasin. Skripsi Program Studi Pendidikan Sosiologi dan Antropologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin.
DOI: https://doi.org/10.20527/jtamps.v2i1.5208
Refbacks
- There are currently no refbacks.
JTAMPS Telah Terindeks Oleh :
JTAMPS Flag Counter Sejak Desember 2022:

Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.


