Tradisi Basasanggan Dalam Acara Perkawinan di Desa Pimping Kecamatan Amuntai Utara Kabupaten Hulu Sungai Utara

Ana Fitriya, Yusuf Hidayat, Cucu Widaty

Abstract


Penelitian ini bertujuan (1) Mengetahui proses pada pelaksanaan tradisi basasanggan dalam acara perkawinan di desa Pimping (2) Mengetahui bentuk sasanggan dalam acara perkawinan di desa Pimping (3)  Mengetahui bentuk pergeseran dalam tradisi basasanggan pada acara perkawinan di desa Pimping. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif. Sumber data yang dipilih adalah purposive sampling. Kriteria informan dalam penelitian ini yaitu warga  desa Pimping yang melakukan tradisi basasanggan lebih dari 10 tahun. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan 5 informan yaitu Suhaimi, Wardah, Nurlian, Rahayu dan H. Imran. Analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) Proses pelaksanaan tradisi basasanggan terbagi menjadi 3 tahap yaitu, pertama memberikan sasanggan, kedua menerima dan mencatat dan ketiga mengembalikan sasanggan. (2) Bentuk sasanggan terdiri dari uang serta benda yaitu beras, sembako, kado dan sewa sound system. (3) Pergeseran tradisi basasanggan berupa berkurangnya jenis sumbangan dan perubahan makna tradisi bagi warga. Berdasarkan hasil penelitian ini  disarankan bagi masyarakat yang masih menjalankan tradisi basasanggan agar mampu mempertahankan kebudayaan sehinggga tradisi tersebut tidak mengalami kepunahan. Sebagai pembelajaran, menambah wawasan serta pengetahuan tentang budaya Banjar bagi masyarakat.


Keywords


tradisi, basasanggan, perkawinan, pergeseran

Full Text:

PDF

References


Apriati, Yuli, Alfisyah, and Laila Azkia. 2020. “Revitalisasi Folk Song ( Nyanyian Rakyat ) Sebagai Media Penanaman Nilai Dikalangan Masyarakat Banjar Kalimantan Selatan Media Dimana Nyanyian Dapat Disampaikan Dan Diperdengarkan Melalui Tehnologi Audio Maupun Video Maka Nyanyian Tradisional Yang Mengand” 9 (2): 1109–19.

Dimyati, Mursimah. 2011. Perkawinan Adat Banjar dan Tata Rias Pengantin Banjar dari Masa ke Masa. Banjarbaru: PT. Grafika Wangi Kalimantan

Departemen Pendidikan Nasional. 1990. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.

Hidayat, Yusuf, and Rahmat Nur. 2021. “Trust and Ethics in the Social Network of Oil Palm Traders: Lessons From Indonesia.” Proceedings of the 2nd International Conference on Social Sciences Education (ICSSE 2020) 525 (Icsse 2020): 352–57. https://doi.org/10.2991/assehr.k.210222.057.

Ideham Suriansyah, Syarifuddin, M. Zinal Arifin Anis, dan Wajidi. 2015. Urang Banjar dan Kebudayaannya. Yogyakarta: Ombak

Masyarakat Banjar. Deskripsi dan Analisa Kebudayaan Banjar. Jakarta: PT. RajaGrafindoPersada.

Poloma, Margaret M. 1994. Sosiologi Kontemporer. Jakarta: PT. RajaGrafindo Persada.

Sairin Sjafri, Pujo Semedi dan Bambang Hudayana. 2002. Pengantar Antropologi Ekonomi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Soekanto, Soerjono. 2007. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.

Szompka, Piötr. 2008. Sosiologi Perubahan Sosial. Jakarta: Prenada.

Widaty, Cucu, Yuli Apriati, Aldian Hudaya, and Siska Kusuma. 2021. “Makna Upacara Balian Dalam Ritual Pengobatan Tradisional Suku Paser Kabupaten Paser.” Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis 6 (1): 55. https://doi.org/10.17977/um021v6i1p55-64.




DOI: https://doi.org/10.20527/jtamps.v2i1.5210

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


JTAMPS Telah Terindeks Oleh :

    

JTAMPS Flag Counter Sejak Desember 2022:

Flag Counter 

Lisensi Creative Commons
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.