Pengobatan Anak-Anak yang Kapingitan/Kapinggiran dengan Menggunakan Ritual Tuyang Awal-Awal di Kelurahan Ulu Benteng Kecamatan Marabahan Kabupaten Barito Kuala

Khairun Nazmi, Alfisyah Alfisyah, Nasrullah Nasrullah

Abstract


. Ritual merupakan suatu sistem atau rangkaian tindakan yang ditata oleh adat dan hukum yang berlaku dalam masyarakat yang berhubungan dengan berbagai macam peristiwa yang biasanya terjadi dalam masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) menjelaskan proses ritual tuyang awal-awal masyarakat Ulu Benteng kecamatan Marabahan kabupaten Barito Kuala (2) menjelaskan faktor-faktor atau gejala-gejala anak yang harus melaksanakan ritual tuyang awalawal di Ulu Benteng kecamatan Marabahan kabupaten Barito Kuala (3) mendeskripsikan alasan masyarakat Ulu Benteng kecamatan Marabahan kabupaten Barito Kuala mempercayai tuyang awal-awal sebagai penawar atau pengobatan bagi anak-anak yang sakit atau kapingitan atau kapinggiran. Metode yang digunakan di dalam penelitian ini adalah kualitatif. Sumber data diperoleh purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi dan wawancara. Analisis penelitian yang dipakai adalah reduksi data, penyajian data, dan verification. Hasil penelitian menunjukkan (1) proses kegiatan ritual tuyang awal-awal masyarakat Ulu Benteng Kecamatan Marabahan Kabupaten Barito Kuala terdiri dari persiapan yaitu pembuatan piduduk tuyang, tuyang dan rarampah tuyang. Pelaksanaan berupa tampung tawar,mandai tuyang, batuyang dan mantra dan muhun tuyang. Penutup yaitu berupa pemberian salamat. (2) Faktor-faktor atau gejala-gejala anak yang harus melaksanakan ritual tuyang awal-awal masyarakat Ulu Benteng Kecamatan Marabahan Kabupaten Barito Kuala adalah kepercayaan dan alternatife pengobatan. (3) Alasan masyarakat Ulu Benteng Kecamatan Marabahan Kabupaten Barito Kuala mempercayai tuyang awal-awal sebagai penawar atau pengobatan bagi anak yang sakit atau kapingitan terdiri dari kepercayaan irasional dan kepercayaan rasional. Berdasarkan hasil penelitian kepada para pembaca agar penelitian tentang ritual tuyanbg awal-awal dapat dikembangkan lagi, yaitu pada kajian sejarah maupun mantra-mantra yang terdapat pada ritual.

Keywords


ritual; kepercayaa; pengobatan

Full Text:

PDF

References


Djamari. 1993. Agama Dalam Perspektif

Sosiologi. Bandung: ALFABETA

Dhavamony, Mariasusai. 1995.

Fenomenologi Agama. (terjemahan

Kelompok “Driarkara”.Yogyakarta:

Kanisius.

Endraswara, Suwardi. 2003. Metodelogi

Penelitian Kebudyaan. Yogyajarta:

Gajah Mada University Press

______.2003. Mistis kejawen:

Sinkreatisme, Simbiolisme, dan

Sufiesme dalam bahasa Spiritual Jawa.

Yogyajarta: Narasi

Herustato, Budiono. 2008. Simbolisme

Jawa. Yogyakarta: Ombak

Koentjaraningrat. 2003. Pengantar Ilmu

Antropologi. Jakarta: PT Rineka Cipta

Notoatmodjo, Soekidjo. 2005. Promosi

Kesehatan Teori dan Aplikasi. Jakarta:

PT. Reinka Cipta

Nasrullah, N, and S. Ruswinarsih. 2019.

“Manusia Sungai (Analisis Wacana

Kritis Lagu Banjar Karya Anang

Ardiansyah.” Seminar Lingkungan

Lahan Basah 2019 4 (April): 437–46.

snllb.ulm.ac.id/prosiding/index.php/snllb-lit/article/view/227.

Nur, Rahmat, . Suardi, . Nursalam, and

Hasnah Kanji. 2021. “Integrated Model

of Character Education Development

Based on Moral Integrative to Prevent

Character Value Breaches.” ALISHLAH: Jurnal Pendidikan 13 (1):

–16.

https://doi.org/10.35445/alishlah.v13i1

.272.

Prasetyo , Drs. Joko Tri. 2004. Ilmu Budaya

Dasar. Jakarta: PT Rineka Cipta

Poewardaminta, W.J.S. 1990. Kamus Besar

Bahasa Indonesia. Jakarta : P.N Balai

Pustaka

Ruswinarsih, Sigit, and Reski P. 2021.

“Modernisasi (Studi Pada Aktor

Pertanian Lahan Basah Desa

Samuda).” Jurnal Ilmiah Mandala

Education 7 (4): 2019–22.

https://doi.org/10.36312/jime.v7i4.248

Setiadi, Elly, M & Kolip, Usman, 2015.

Pengantar Sosiologi. Jakarta:

Prenadamedia Group.

Soekanto, Soerjono, 2006. Sosiologi Suatu

pengantar. Jakarta: PT RajaGrafindo

Persada.

S

Sugiyono, 2014. Metode Penelitian

Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D.

Bandung: Alfabeta cv.

Widaty, Cucu. 2022. “Kajian Masyarakat

Banjar Tentang Upacara Ngaben

Agama Hindu Didesa Tajau Pecah

Kecamatan Batu Ampar Pelaihari

Kalimantan Selatan” 8 (3): 2489–96.

https://doi.org/10.36312/jime.v8i3.380

/http.

Winangun, 1990. Masyarakat Bebas

Struktur. Yogyakarta: Kanisius




DOI: https://doi.org/10.20527/jtamps.v3i1.8296

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


JTAMPS Telah Terindeks Oleh :

    

JTAMPS Flag Counter Sejak Desember 2022:

Flag Counter 

Lisensi Creative Commons
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.