Peranan Kelekatan Tidak Aman terhadap Kecenderungan Kekerasan dalam Pacaran Pada Laki-Laki Dewasa Awal di Banjarbaru

Siham Safrina, Sukma Noor Akbar, Firdha Yuserina

Abstract


Fenomena kekerasan dalam pacaran menjadi perhatian publik akhir- akhir ini. Individu yang kurang mampu mnyelesaikan konflik dalam hubungan dapat membawa individu menggunakan kekerasan sebagai jalan keluar penyelesaian konfliknya. Salah satu faktor yang diprediksi mempengaruhi kekerasan dalam pacaran ialah kelekatan tidak aman. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan kelekatan tidak aman terhadap kecenderungan kekerasan dalam berpacaran oleh laki-laki dewasa awal di Banjabaru. Subjek berjumlah 168 orang yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria laki-laki usia 18-25 tahun, pernah/sedang berpacaran selama minimal 6 bulan, berdomisili di Banjarbaru yang dilakukan secara luring. Dalam penelitian ini diperoleh jumlah partisipan sebanyak 168 partisipan. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan menggunakani instrumen adaptasi skala Relationship Sqale Questionnaire dan adaptasi skala Conflict in Adolescent Dating Relationship Inventory. Hasil uji regresi linear sederhana, menunjukkan bahwa terdapat peranan positif ysng signifikanantara kelekatan tidak aman terhadap kekerasan dalam berpacaran oleh laki-laki dewasa awal (R2=0,025; p<0,05). Artinya semakin tinggi tingkat kelekatan tidak aman maka semakin tinggi pula tingkat kecenderungan kekerasan dalam pacaran, begitu juga sebaliknya. Peranan yang diberikan variabel kelekatan tidak aman terhadap variable kekerasan dalam pacaran adalah 2,5%, sedangkan 97,5% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain

Full Text:

PDF

References


Adiswanisa, L., & Kristiana, I. F. (2014). Hubungan antara secure attachment dengan kecenderungan melakukan kekerasan dalam pacaran pada mahasiswa teknik mesin dan teknik geologi Universitas Diponegoro Semarang. Jurnal Empati, 3(3), 128-137.

Agusdwitanti, H., & Tambunan, S. M. (2015). Kelekatan dan intimasi pada dewasa awal. Jurnal Psikologi, 8(1).

Andayu, A. A., Rizkyanti, C. A., & Kusumawardhani, S. J. (2019). Peran insecure attachment terhadap kekerasan psikologis dalam pacaran pada perempuan remaja akhir. Psympathic: Jurnal Ilmiah Psikologi, 6(2), 181-190.

Angela, I., & Ariela, J. (2021). Pengaruh dimensi attachment avoidance dan anxiety terhadap kualitas hubungan berpacaran dewasa muda. Jurnal Psikologi Udayana, 8(1), 36-48.

Bartholomew, K. (1990). Avoidance of intimacy: an attachment perspective. Journal of Social and Personal relationships, 7(2), 147-178.

Bartholomew, K., & Horowitz, L. M. (1991). Attachment styles among young adults: a test of a four-category model. Journal of personality and social psychology, 61(2), 226.

Dardis, C. M., Edwards, K. M., Kelley, E. L., & Gidycz, C. A. (2017). Perceptions of dating violence and associated correlates: A study of college young adults. Journal of interpersonal violence, 32(21), 3245-3271..

Dutton, D. G. (2012). The case against the role of gender in intimate partner violence. Aggression and violent behavior, 17(1), 99-104.

Ferlita. (2008). Sikap terhadap kekerasan dalam berpacaran (penelitian pada mahasiswi reguler universitas esa unggul yang memiliki pacar). Jurnal Psikologi. 6(1), 10-26

Follingstad, D. R., Bradley, R. G., Helff, C. M., & Laughlin, J. E. (2002). A model for predicting dating violence: anxious attachment, angry temperament, and need for relationship control. Violence and victims, 17(1), 35-47.

Fristian, A. Y., Astuti, R. D., & Ahyani, L. N. (2022). Dating violence ditinjau dari kontrol diri dan insecure attacment pada remaja. Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi, 10(2), 412-422.

Gormley, B. (2005). An adult attachment theoretical perspective of gender symmetry in intimate partner violence. Sex Roles, 52, 785-795.

Hazan, C., & Shaver, P. R. (1994). Attachment as an organizational framework for research on close relationships. Psychological inquiry, 5(1), 1-22.

Heise, L. L. (1998). Violence against women: an integrated, ecological framework. Violence against women, 4(3), 262-290.

Imran, I. (2000). Perkembangan seksualitas remaja. Pilar PKBI.

Komnas Perempuan. (2021) Perempuan dalam himpinan pandemi: lonjakan kekerasan seksual, kekerasan siber, perkawinan anak, dan keterbatasan penanganan di tengah covid-19. CATAHU 2021. Jakarta, 5 Maret 2021.

Komnas Perempuan. (2022). Bayang – bayang stagnansi: daya pencegahan dan penanganan berbanding peningkatan jumlah, ragam dan kompleksitas kekerasan berbasis gender terhadap perempuan. CATAHU 2022. Jakarta, 7 Maret 2022.

Lafontaine, M. F., & Lussier, Y. (2005). Does anger towards the partner mediate and moderate the link between romantic attachment and intimate violence?. Journal of family violence, 20, 349-361.

Riza, W. L., Hakim, A. R., & Damayanti, L. L. (2021). Pengaruh attachment style dan kepuasan hubungan romantis terhadap perilaku dating violence pada mahasiswa universitas buana perjuangan karawang angkatan 2016. Psychopedia Jurnal Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang, 6(1), 38-48.

Safitri, W.A. (2013). Dampak kekerasan dalam berpacaran (the impact of violence in dating). Artikel Ilmiah Hasil Penelitian Mahasiswa UNEJ, I (1): 1-6

Simon, R. W., & Barrett, A. E. (2010). Nonmarital romantic relationship and mental health in early adulthood: does the association differ for women and men?. Journal of Health and Social Behavior, 51(2), 168-182.

Simpson, J. A. (1990). Influence of attachment styles on romantic relationships. Journal of personality and social psychology, 59(5), 971.

Soeroso, M.H. (2010). Kekerasan dalam rumah tangga, dalam perspektif yuridis-viktimologis. Sinar Grafika.

Sonkin, D. J., & Dutton, D. (2003). Treating assaultive men from an attachment perspective. Journal of Aggression, Maltreatment & Trauma, 7(1-2), 105-133.

Straus, M. A., Hamby, S. L., Boney-McCoy, S. U. E., & Sugarman, D. B. (1996). The revised conflict tactics scales (CTS2) development and preliminary psychometric data. Journal Of Family Issues, 17(3), 283-316.

Trifiani, N. R. (2012). Pengaruh Gaya Kelekatan Romantis Dewasa (Adult Romantic Attachment Style) terhadap Kecenderungan untuk Melakukan Kekerasan Dalam Pacaran (Doctoral dissertation, Universitas Airlangga).

Tussey, B. E., Tyler, K. A., & Simons, L. G. (2021). Poor parenting, attachment style, and dating violence perpetration among college students. Journal of interpersonal violence, 36(5-6), 2097-2116.

Untari, P. (2014). Hubungan antara empati dengan sikap pemaaf pada remaja putri yang mengalami kekerasan dalam berpacaran. Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi, 2(2).

Utami, C., & Murti, H. A. S. (2017). Hubungan antara kelekatan dengan orangtua dan keintiman dalam bepacaran pada dewasa awal. Psikologika: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi, 22(1), 40-49.

Velotti, P., Rogier, G., Beomonte Zobel, S., Chirumbolo, A., & Zavattini, G. C. (2022). The relation of anxiety and avoidance dimensions of attachment to intimate partner violence: A meta-analysis about perpetrators. Trauma, Violence, & Abuse, 23(1), 196-212.

Wahyuni, D. S., & Sartika, R. (2020). Analisis faktor penyebab kekerasan dalam hubungan pacaran pada mahasiswa universitas pendidikan indonesia. Sosietas, 10(2), 923-928.

Wekerle, C., & Wolfe, D. A. (1999). Dating violence in midadolescence: theory, significance, and emerging prevention initiative. Clinical Psychology Review, 19, 435-456.

Wolfe, D. A., & Feiring, C. (2000). Dating violence through the lens of adolescent romantic relationships. Child maltreatment, 5(4), 360-363.

Wolfe, D. A., Scott, K., Reitzel-Jaffe, D., Wekerle, C., Grasley, C., & Straatman, A. L. (2001). Development and validation of the conflict in adolescent dating relationships inventory. Psychological assessment, 13(2), 277.

Wolfe, D. A., Scott, K., Wekerle, C., & Pittman, A. L. (2001). Child maltreatment: risk of adjustment problems and dating violence in adolescence. Journal of the American Academy of Child & Adolescent Psychiatry, 40(3), 282-289.

Yarkovsky, N. (2016). Experiences of dating violence in emerging adult couples: The role of attachment style and emotion regulation (Doctoral dissertation, University of Windsor (Canada)).

Yuliani, A., & Fitria, N. (2017). Peran preoccupied attachment style terhadap kecenderungan mengalami stockholm syndrome pada perempuan dewasa awal. Psympathic: Jurnal Ilmiah Psikologi, 4(2), 275-288.




DOI: https://doi.org/10.20527/kognisia.2025.004.007

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2025 Siham Safrina

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.