Kebahagiaan pada Wanita (Istri) yang Memiliki Hubungan Kesenjangan Usia dalam Pernikahan (Studi Fenomenologi Usia Istri Lebih Tua dari Suami)

Husna Azizah, Sukma Noor Akbar, Muhammad Abdan Shadiqi

Abstract


Kebahagiaan yaitu konsep yang mengacu pada kondisi pikiran dan emosi positif yang dirasakan seseorang (Seligman, 2002). Penelitian ini bertujuan mengetahui kebahagiaan wanita (istri) yang memiliki kesenjangan usia dalam pernikahannya sesuai aspek kebahagiaan dan faktor yang mempengaruhinya. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kualitatif dengan pendekatan studi fenomenologi. Subjek penelitian adalah dua orang istri yang memiliki hubungan kesenjangan usia 17 dan 15 tahun lebih tua dari suaminya di Kabupaten Banjar dengan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan wawancara. Hasil penelitian dari kedua subjek mendapat kebahagiaan dari pernikahannya. E dan W mampu memenuhi semua aspek kebahagiaan yaitu menerapkan kejujuran, perhatian, senang, gembira, komunikasi yang baik dan mengatasi masalah dengan musyawarah, harmonis, pengertian, peduli, menghargai pendapat, ikhlas, sabar, saling percaya, menerima kelebihan dan kekurangan, kasih sayang, hidup sederhana, tidak memaksakan kehendak, berhasil mengantarkan anak pada fase sekolah, hidup tenang, mencintai dan membina keluarga bahagia. Faktor internal yang mempengaruhi kebahagiaan E dan W mampu bersyukur, memaafkan jika suami bersalah, yakin, percaya, optimis, bahagia, saling menghargai, kasih sayang, dan gratifikasi berupa suka memasak dan bekerja. Faktor eksternal yang mempengaruhi kebahagiaan E dan W yaitu mudah bergaul, mengikuti kegiatan positif di luar rumah, religius, beribadah, rasa cinta, saling melengkapi, membina keluarga, perilaku baik suami, peduli, saling pengertian, perhatian, bersyukur, semakin tua usia semakin tahu tujuan hidup, merasa cukup dan keterbukaan dalam mengelola keuangan, menjaga kesehatan jasmani dan rohani agar terhidar dari pikiran negatif dan lebih emosional karena mengutamakan perasaan dibandingkan logika.

Full Text:

PDF

References


Abimanyu, S. (2017). Bahagia Itu (Tidak) Sederhana. Yogyakarta: Laksana

Al-Banjari, R. R. (2009). The Route Of Happiness. Yogyakarta: DIVA Press

Awi, M. V., Mewengkang, N., & Golung, A. (2016). Peran Komunikasi Antara Pribadi Dalam Menciptakan Haomonisasi Keluarga di Desa Kimaan Kabupaten Merauke. E-Jurnal “Acta Diurna”. 5 (2).

Fitriani. (2011). Hubungan Antara Sikap Terhadap Proses Perceraian Orang Tua dengan Optimisme Remaja Terkait Perceraian Orang Tua (skripsi, tidak diterbitkan). Pekanbaru: Fakultas Psikologi UIN Sultan Syarif Kasim Riau.

Francis-Tan, M., & Mialon, H. M. (2015). ‘A Diamond is Forever’ and Other Fairy Tales: The Relationship between Wedding Expenses and Marriage Duration. Economic Inquiry. 53 (4), October 2015 ISSN 0095-2583. Retrieved from https://www.csus.edu/faculty/m/fred.molitor/docs/wedding%20expenses%20and%20marriage%20duration1.pdf

Herawati, I., & Widiantoro, D. (2019). Kebersyukuran dan Kemaafaan Terhadap Kepuasan Pernikahan. Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan. 16 (2).

Hurlock, E. B. (1994). Psikologi Perkembangan: Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan (Edisi Kelima). Jakarta: Penerbit Erlangga

Islahudin. (2017). Adakah Selisih Usia Ideal Dalam Pernikahan?. Beritagar.id Retrieved from https://beritagar.id/artikel/gaya-hidup/adakah-selisih-usia-ideal-dalam-pernikahan

Izzah, I. (2019). Kebahagiaan Pada Pasangan Suami Istri Dengan Usia Pernikahan Di Atas 50 Tahun. Jurnal Psikologi Interaktif. 7 (1). Retrieved from htps://www.researchgate.net/publication/335717029

Lehmiller, J., & Agnew, C. (2011). May-December Paradoxes: An Exploration of Age-Gap Relationships in Western Society. Department of Psychological Sciences Faculty Publications. Paper 27. Retrieved from https://docs.lib.purdue.edu/cgi/viewcontent.cgi?article=1024&context=psychpubs

Masyitah, A. (2015). Peran Orang Tua Dalam Membina Anak Menuju Kesuksesan (Studi Kasus Keluarga di Dusun Perjarakan Selatan Kecamatan Jabon Kabupaten Sidoarjo) (skripsi, tidak diterbitkan). Malang: FTIK Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

Moleong, L. J. (2007). Metodelogi Penelitian Kualitatif Edisi Revisi. Bandung: Rosdakarya.

Pahlawati, E. F. (2019). Pengaruh Keharmonisan Keluarga Terhadap Sikap Sosial Anak. Jurnal Sumbula. 4 (4).

Pangaribuan, L. (2016). Kualitas Komunikasi Pasangan Suami Istri Dalam Menjaga Keharmonisan Perkawinan.Jurnal Simbolika. 2 (1).

Putra, G. B. B., & Sudibia, I, K. (2019). Faktor-Faktor Penentu Kebahagiaan Sesuai Dengan Kearifan Lokal Di Bali. E-Jurnal Ekonomi dan Bisnis Udayana. 8 (1).

Rakhmadani, N. A. (2018). Analisis Tingkat Kebahagiaan Pada Lansia Penerima Manfaat Dan Bukan Penerima Manfaat Program Day Care Sercive (skripsi, tidak diterbitkan). Makassar: Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar.

Sari, D. P. (2016). Peran Istri Dalam Membantu Perekonomian Keluarga Di Desa Tanjung Selamat Kecamatan Padang Tualang Kabupaten Langkat (skripsi, tidak diterbitkan). Medan: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Islam Sumatera Utara.

Sela, Y., Pham, M. N., Mogilski, J. K., Lopes, G. S., Shackelford T. K., Zeigler-Hill, V. (2018). Seligman, M. E. (2013). Beyond Authentic Happiness: Menciptakan Kebahagiaan Sempurna Dengan Psikologi Positif. Bandung: PT Mizan Pustaka.

Siscayanti, A. H. (2016). Kontribusi Keharmonisan Keluarga terhadap Perkembangan Keterampilan Sosial Siswa (Studi Kasus Siswa Kelas XI SMAN 12 Jakarta, Klender) (skripsi, tidak diterbitkan). Jakarta: Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Jakarta.

Saidiyah, S., & Julianto, V. (2016). Problem Pernikahan dan Strategi Penyelesaiannya: Studi Kasus Pada Pasangan Suami Istri dengan Usia Perkawinan Di Bawah Sepuluh Tahun. Jurnal Psikologi Undip. 15 (2) Retrieved from https://ejournal.undip.ac.id/index.php/psikologi/article/view/13482/pdf

Soraya, E. (2015). Hubungan Antara Religiusitas Dengan Tingkat Keharmonisan Keluarga Pada Pasangan Suami-Istri (skripsi, tidak diterbitkan). Surakarta: Fakultas Psikologi Universitasl Muhammadiyah Surakarta.

Syaukani, A. R. (2015). Penyebab Nassar dan Muzdalifah Bersitegang hingga Muncul Gosip Perceraian. Tabloidbintang.com Retrieved from https://www.tabloidbintang.com/berita/gosip/read/14125/penyebab-nassar-dan-muzdalifah-bersitegang-hingga-muncul-gosip-perceraian

Takariawan, C. (2015). Wonderful Couple Menjadi Pasangan Paling Bahagia. Solo: PT Era Adicitra Intermedia

Utami, S. (2018). Komitmen dan Kepuasan Pernikahan Pada Pasutri Dengan Rentang Usia Jauh Di Samarinda. Psikoborneo. 6 (2) ISSN 2477-2674. Retrieved from http://ejournal.psikologi.fisip-unmul.ac.id/site/wp-content/uploads/2018/09/suryawati%20jurnal%20(09-05-18-02-52-17).pdf

Vonika, R., & Munthe, R. A. (2018). Hubungan Kematangan Emosi Dengan Kepuasan Pernikahan Pada Istri Yang Bekerja. Jurnal Perempuan, Agama dan Jender. 17 (1), ISSN: 1412-6095. Retrieved from http://ejournal.uin-suska.ac.id/index.php/marwah/article/download/4807/3358.

Why do people disparage May–December romances? Condemnation of age-discrepant romantic relationships as strategic moralization. Personality and Individual Differences. 130, 6–10. Retrieved from https://www.toddkshackelford.com/downloads/Sela%20et%20al-PAID-2018.pdf

Wisnuwardhani, D., & Mashoedi, S. F. (2012). Hubungan Interpersonal. Jakarta: Salemba Humanika

Walgito, B. (2010). Bimbingan dan Konseling Perkawinan. Yogyakarta: Andi

Wardyaningrum, D. (2013). Komunikasi untuk penyelesaian konflik dalam keluarga: Orientasi percakapan dan orientasi kepatuhan. Jurnal Al-Azhar Indonesia Seri Pranata Sosial. 2 (1), 47-58.




DOI: https://doi.org/10.20527/kognisia.2021.04.003

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2025 Husna Azizah, Sukma Noor Akbar, Muhammad Abdan Shadiqi

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.