Hubungan antara Dukungan Sosial dengan Kecemasan Sosial pada Narapidana Narkotika yang akan Bebas di Lembaga Permasyarakatan Narkotika Kelas II A Karang Intan, Martapura, Kalimantan Selatan

Evi Tamara, Rahmi Fauzia, Neka Erlyani

Abstract


Narapidana yang akan menyelesaikan masa tahanan kerap mengalami kecemasan sosial, sehingga dibutuhkan dukungan sosial secara fisik dan psikologis yang dapat memberikan rasa nyaman kepada para narapidana. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara dukungan sosial dengan kecemasan sosial menghadapi masa pembebasan pada narapidana di Lapas Narkotika Kelas II A Karang Intan Martapura. Subjek penelitian ini berjumlah 40 narapidana yang akan bebas. Metode pengumpulan data menggunakan skala psikologi meliputi skala dukungan sosial dan skala kecemasan sosial. Adapun teknik analisis data menggunakan korelasi product moment dari Karl Pearson. Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan negatif antara dukungan sosial dengan kecemasan sosial pada narapidana yang akan bebas di Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan Martapura, yang berarti semakin tinggi dukungan sosial maka semakin rendah kecemasan sosial yang dirasakan pada narapidana. Koefisien determinasi menunjukkan hubungan kecemasan sosial  dengan dukungan sosial sebesar 21,1% sedangkan 78,9% sisanya adalah faktor lain di luar penelitian.

Full Text:

PDF

References


Adnan, M. (2017). Faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat stres narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Sleman Yogyakarta. Jurnal STIKES Alma Ata, 6 (3), 189-203.

American Psychiatric Association. (2013). Diagnostic and statistical manual of

mental disorder edition (DSM-V). American Psychiatric Publishing.

Anggraini, D., Hadiati, T., & Sarjana AS, W. (2019). Narapidana yang baru masuk dengan narapidana yang akan bebas. (Studi pada narapidana di Lembaga Pemasyarakatan kelas IIA wanita Semarang). Jurnal Kedokteran Dipenogoro 8(1),148-159.

Asridayanti, A., & Kristianingsih, S. A. (2019). Konsep diri dengan kecemasan pada narapidana pengguna narkotika dalam menghadapi masa depan. Jurnal psikologi talenta, 5(1), 34-44.

Butler, G. (2008). Overcoming social anxiety and shynes: A self-helf using cognitive behavioral techniques. Basic Book.

Brownlie, E. B., Bao, L., & Beitchman, J. (2016). Childhood language disorder and social anxiety in early adulthood. Journal of abnormal child psychology, 44(6), 1061-1070.

Coyle, S., & Malecki, C. K. (2018). The association between social anxiety and perceived frequency and value of classmate and close friend social support. School Psychology Review, 47(3), 209-225.

Faried, L., & Nashori, F. (2013). Hubungan antara kontrol diri dan kecemasan menghadapi masa pembebasan pada narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Wirogunan Yogyakarta. Jurnal Mahasiswa, 5(2), 63-74.

Hairina, Y. & Shanty, K.(2017). Kondisi psikologis narapidana narkotika di Lembaga Permasyarakatan narkotika kelas IIA Karang Intan Martapura, Kalimatan Selatan. Universitas Islam Negeri (UIN) Antasari Banjarmasin. Jurnal Studia Insania. Vol. 5, No. 1.

Hasan, S. A., & Handayani, M. M. (2014). Hubungan antara dukungan sosial teman sebaya dengan penyesuaian diri siswa tunarungu di sekolah inklusi. Jurnal psikologi perkembangan dan pendidikan.3(2), 128-135.

BPHN, 2019. http://www.bphn.go.id (diakses pada 20 september 2019)

Jauhari, R. (2016). Dukungan sosial dan kecemasan pada pasien diabetes melitus. The Indonesian Journal of Health Science, 7(1), 113-123.

King, L. (2010). Psikologi umum sebuah pandangan apresiatif. Salemba.

Kusumawardani, D. A., & Astuti, T. P. (2014). Perbedaan kecemasan menjelang bebas pada narapidana ditinjau dari jenis kelamin, tindak pidana, lama Pidana, dan sisa masa pidana. Jurnal Psikologi Empati, 3(3), 52-60.

Luly, F. (2016). Gambaran kecemasan pada anak menjelang bebas di lembaga pembinaan khusus anak kelas II B Tanjung Pati (Publication No. 10245673) [Doctoral dissertation, Universitas Andalas].

Liu, F., Guo, W., Fouche, J. P., Wang, Y., Wang, W., Ding, J.& Chen, H. (2015). Multivariate classification of social anxiety disorder using whole brain functional connectivity. Brain Structure and Function, 220(1), 101-115.

Maharani, T., & Fakhrurrozi, M. (2014). Hubungan dukungan sosial dan kecemasan dalam menghadapi persalinan Pada ibu hamil trimester ketiga. Jurnal Ilmiah Psikologi Gunadarma, 7(2), 61–67.

Miftah, A. (2016). Faktor-faktor yang mempengaruhi kecemasan pada pasien hemodialisa RSUD Tugurejo Semarang (Publication No. 1013271) [Doctoral dissertation, UIN]

Nainggolan, T. (2011). Hubungan antara kepercayaan diri dengan kecemasan sosial pada pengguna napza: Penelitian di Balai Kasih Sayang Parmadi Siwi. Pusat Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial, Kementerian Sosial RI. Sosiokonsepsia, Vol. 16 No. 02

Najibuddin, M. (2014). Persepsi masyarakat terhadap mantan narapidana di Desa Benua Jingah Kecamatan Barabai Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan, 4(7).

Panjaitan, F. H., & Purwati, P. (2017). Kecemasan pada narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Kelas II A Wayhuibandar Lampung. Jurnal Ilmiah Keperawatan Sai Betik, 10(1), 122-128.

Priyatno, D. 2013. Analisis korelasi, regresi dan multivariate dengan SPSS. Gaya Media.

Rahmawan D., “Banyak napi narkoba stres,” 2016, http://malangvoice.com/banyak-napi-narkoba-stres/. (Diakses ada tanggal 26 september 2019).

Sahranç, Ü., Çelik, E., & Turan, M. E. (2018). Mediating and moderating effects of social support in the relationship between social anxiety and hope levels in children. Journal of Happiness Studies, 19(4), 1003-1019.

Setyaningsih, S., & Mu, M. (2013). Dukungan sosial dan tingkat kecemasan pada kelompok pekerja pns yang menghadapi masa pensiun. Jurnal Keperawatan komunitas. 1(2), 116-121116.

Smet, B. (1994). Psikologi kesehatan. PT. Gramedia Widiasarana Indonesia.

Sukri, A. (2018). Kecemasan mantan pecandu narkoba terhadap stigma masyarakat: studi deskriptif di Rumah Cemara Bandung. (Publication No. 1166187) [Doctoral dissertation, Uin Sunan Gunung Djati Bandung].

Sukma, F. M., & Panjaitan, R. U. (2019). Dukungan sosial dan hubungannya dengan tingkat depresi pada narapidana anak. Jurnal Keperawatan Jiwa, 6(2), 83-90.

Sugiyono. (2017). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta, CV.

Stein, M. B., Yang, B. Z., Chavira, D. A., Hitchcock, C. A., Sung, S. C., Shipon-Blum, E., & Gelernter, J. (2011). A common genetic variant in the neurexin superfamily member CNTNAP2 is associated with increased risk for selective mutism and social anxiety-related traits. Biological psychiatry, 69(9), 825-831.

Utari, D. I. (2012). Gambaran tingkat kecemasan pada warga binaan wanita menjelang bebas di Lembaga Pemasyarakatan Wanita Klas II A Bandung. Students e-Journal, 1(1), 33-43.

Utaminingsih, A. (2017). Gender dan wanita karir. UB Press.




DOI: https://doi.org/10.20527/kognisia.2021.10.010

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2025 Evi Tamara, Rahmi Fauzia, Neka Erlyani

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.