Peranan Dukungan Sosial Orangtua terhadap Kepercayaan Diri pada Remaja yang Tinggal Bersama Orangtua Tunggal
Abstract
Kepercayaan diri pada remaja yang tinggal bersama orangtua tunggal sedang dibangun, sehingga kondisinya masih tergolong cukup. Padahal, kepercayaan diri itu diperlukan bagi remaja untuk membentuk identitas diri yang positif. Dan, salah satu faktor yang berpengaruh, adalah dukungan sosial orang tua. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peranan dukungan sosial orang tua terhadap kepercayaan diri pada remaja yang tinggal bersama orang tua tunggal. Sampel pada penelitian ini sebanyak 146 remaja yang tinggal bersama orangtua tunggal di indonesia, teknik yang digunakan yaitu teknik purposive sampling. Pengumpulan data yang dilakukan menggunakan skala dukungan sosial orangtua dan skala kepercayaan diri. Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis regresi linear sederhana. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya peranan dukungan sosial orangtua terhadap kepercayaan diri, Maka Ha dapat diterima yang berarti menunjukkan semakin tinggi dukungan sosial orangtua yang diterima maka semakin tinggi pula kepercayaan diri yang diperoleh begitupun dengan sebaliknya.
Full Text:
PDFReferences
Aminah, Andayani, & Karyanta. (2014). Proses penerimaan Anak (Remaja Akhir) terhadap perceraian orangtua dan konsekuensi psikososial yang menyertainya. Jurnal Fakultas Kedokteran Program Studi Psikologi Universitas Sebelas Maret.
Ananda, D. R. T., & Sawitri, D. R. (2015). Konsep diri ditinjau dari dukungan teman sebaya pada remaja di panti asuhan Qosim Al-Hadi Semarang. Jurnal Empati, 4(4), 298-303. https://doi.org/10.14710/empati.2015.14360
Aprilia, W. (2013). Resiliensi dan dukungan sosial pada orang tua tunggal (studi kasus pada ibu tunggal di Samarinda). Psiko Borneo: Jurnal ilmiah psikologi, 1(3), 157-163. http://dx.doi.org/10.30872/psikoborneo.v1i3.3326
Azwar, S. (2008). Penyusunan skala psikologi. Pustaka Pelajar. Brooks, J. (2011). The process of parenting. Pustaka Pelajar.
Dariyo, A., & Esa, D. F. P. U. I. (2004). Memahami psikologi perceraian dalam kehidupan keluarga. Jurnal Psikologi, 2(2), 94-100.
Fitri, E., Zola, N., & Ifdil, I. (2018). Profil kepercayaan diri remaja serta faktor-faktor yang mempengaruhi. JPPI(Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia),4(1),1-5. http://dx.doi.org/10.29210/02017182
Hakim, T. (2002). Mengatasi rasa tidak percaya diri. Puspa Swara.
Hartanti. (2002). Peran sense of humor dan dukungan sosial pada tingkat depresi penderita dewasa pasca stroke. Anima (Indonesian Psychological Journal) Vol. 17, No. 2, Hal. 107- 109.
Hasanah, U. (2020). Pengaruh perceraian orangtua bagi psikologis anak. Agenda: Jurnal Analisis Gender dan Agama, 2(1), 18-24. http://dx.doi.org/10.31958/agenda.v2i1.1983
Hurlock, E. B. (1996). Psikologi perkembangan: Suatu pendekatan sepanjang rentang kehidupan (Terjemahan). Erlangga.
Kumalasari, F., & Ahyani, L. N. (2012). Hubungan antara dukungan sosial dengan penyesuaian diri remaja di panti asuhan. Jurnal Psikologi: PITUTUR, 1(1), 19-28.
Lating, A. D. (2018). Konflik sosial remaja akhir (studi psikologi perkembangan masyarakat negeri mamala dan morela kecamatan leihitu kabupaten maluku tengah). FIKRATUNA: Jurnal Penelitian Sosial Keagamaan, 8(1).
Lubis, A. A., Oktariana, R., & Hayati, F. (2021). Pola asuh orang tua single parent dalam perkembangan kepribadian anak studi kasus di desa kota lintang kec Kota Kuala Simpang Aceh Tamiang. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan, 2(1), 23-35.
Nurhayati, T. (2016). Perkembangan perilaku psikososial pada masa pubertas. Edu Eksos: Jurnal Pendidikan Sosial & Ekonomi, 4(1). 1-15.
Ramadhani, P. E., & Krishnani, H. (2019). Analisis dampak perceraian orang tua terhadap anak remaja. Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial, 2(1), 109-119.
https://doi.org/10.24198/focus.v2i1.23126
Saputra, D. S. (2016). Perkembangan spiritual remaja SMA dharma putra. Jurnal Psikologi: Media Ilmiah Psikologi, 16(02). https://doi.org/10.47007/jpsi.v16i02.3
Widyastuti, R. J., & Pratiwi, T. I. (2013). Pengaruh self efficacy dan dukungan sosial keluarga terhadap kemantapan pengambilan keputusan karir siswa. Jurnal BK Unesa, 3(1), 231- 238.
Wulandari, D., & Fauziah, N. (2019). Pengalaman remaja korban broken home (Studi kualitatif fenomenologis). Jurnal Empati, 8(1), 1-9 https://doi.org/10.14710/empati.2019.23567
DOI: https://doi.org/10.20527/kognisia.2023.10.011
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2023 Rini Agustin, Marina Dwi Mayangsari, Rendy Alfiannoor Achmad

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.





