TRADISI MAKAN URANG BANJAR (Kajian Folklor atas Pola Makan Masyarakat Lahan Basah)
Abstract
Penelitian ini mengkaji tentang berbagai makanan tradisional masyarakat Banjar. Makanan (food) sendiri bukan sekedar produk organisme dengan kualitas biokimia yang dikonsumsi manusia, tetapi makanan merupakan bagian dari upaya mempertahankan hidup yang ditentukan oleh kebudayaan masing-masing kolektif. Keberadaan makanan Banjar sekarang sudah mulai tidak dikenal oleh generasi sekarang seiring dengan masuknya berbagai produk makanan impor. Generasi sekarang sudah tidak lagi memahami makna dan kearifan lokal dari makanan tradisonal. Hasil penelitian ini menemukan bahwa ada beberapa makanan Banjar yang masih berkembang dan digunakan dalam berbagai tradisi dan upacara adat yaitu (1) makanan untuk suguhan upacara, yaitu kelompok makanan yang disediakan sebagai suguhan untuk dimakan peserta upacara. Fungsi makanan ini untuk menunjukkan kesungguhan tuan rumah melaksanakan upacara dan sebagai penghargaan atas kedatangan masyarakat juga sekaligus dapat menguatkan ikatan sosial di antara anggota masyarakat.; (2) makanan untuk sajian atau sesajen merupakan makanan yang biasanya disajikan untuk atau sebagai sajian (sesajen) bukan untuk suguhan. Fungsi kelompok makanan ini adalah sebagai rasa terimakasih atas anugrah dan rezki yang telah diberikan sang pencipta. Makanan jenis ini juga biasanya dikaitkan dengan harapan dan kekhawatiran akan gangguan dari makhluk-makhluk gaib; (3) makanan pelengkap upacara yaitu makanan-makanan yang biasanya disuguhkan untuk melengkapi atau mendampingi makanan utama.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Apomfires, Frans. 2002. “Makanan pada Komuniti Adat Jae: Catatan Sepintas –Lalu dalam Penelitian Gizi” dalam Jurnal Antropologi Papua. Volume 1. No. 2, Desember 2002
Badan Pusat Statistik, 2016. Jumlah Penduduk Menurut Kabupaten/Kota di Kalimantan Selatan 2000-2016, online dalam http://kalsel.bps.go.id/ linkTableDinamis/view/id/823, (22 Mei 2016)
Danandjaja, James. 1997. Folklor Indonesia, Ilmu Gosip, Dongeng dan Lain-lain. Jakarta: Grafik Press.
Foster, George M dan Barbara G A. 1986. Antropologi Kesehatan (terj.). Jakarta: UI Press
Hadi, Sutrisno. 2002. Metodologi Research. Yogyakarta: Andi
Ingemark, Dominic & Camilla Asplund. 2007. Teaching Ancient Folklore. The Classical Journal. 102, (3), 279–289.
Lincoln, Y.S dan Guba E.G. 1985, Naturalistic Inquiry. Beverly Hills: California
Miles, Matthew B dan A. Michael Huberman. 1992. Analisis Data Kualitatif. Jakarta: UI Press
Moleong, Lexy. J. 1999. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja RosdaKarya
Nurti, Yevita. 2017. “Kajian Makanan dalam Perspektif Antropologi” dalam Jurnal Antropologi: Isu-isu Sosial Budaya. Juni 2017. Vol. 19 (1): 1-10
Puji, Neni Nur Rahmawati, et.al. 2014. Makna Simbol dan Nilai Budaya Kuliner “Wadai Banjar 41 Macam” pada Masyarakat Banjar Kalimantan Selatan. Yogyakarta: Kepel Press.
DOI: https://doi.org/10.20527/padaringan.v1i3.1408
Refbacks
- There are currently no refbacks.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.
Padaringan Indexed By :

The work is distributed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



.png)