ECOCENTRISM ETHIC MASYARAKAT LOKAL DALAM PENGELOLAAN LAHAN GAMBUT DI KECAMATAN MANTANGAI KABUPATEN KAPUAS
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan cara pandang masyarakat terhadap ekosistem gambut dan menemukan perilaku ekosentrisme dalam pengelolaan lahan gambut pada masyarakat di Kecamatan Mantangai Kabupaten Kapuas Provinsi kalimantan Tengah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian ditempuh dalam dua tahap, yakni desk review dan penelitian lapangan dengan instrument observasi partisipan dan wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada masyarakat lokal Mantangai eksis pemikiran dan perilaku yang menjunjung tinggi nilai-nilai pengelolaan lingkungan gambut yang berkelanjutan. Terdapat dua corak pemikiran sekaligus yang eksis, yakni pemikiran yang menunjukkan cara pandang determinisme lingkungan dan kepercayaan terhadap nilai-nilai moral alam yang merupakan wujud ecocentrism ethic. Cara pandang tersebut kemudian determinan terhadap praktik (baik) masyarakat lokal Mantangai mengelola lahan gambut. Terlihat pada sistem tata guna lahan yang di dalamnya terdapat bentuk-bentuk konservasi, eksistensi hukum adat Dayak Ngaju yang mampu meredam berkembangnya watak serakah pada masyarakat, praktik ladang berpindah yang memberikan kesempatan bagi ekosistem gambut untuk memperbaiki dirinya, serta pengelolaan sumber daya gambut secara terbatas. Cara pandang maupun praktik baik pengelolaan lahan gambut yang ada pada masyarakat lokal Mantangai mampu menyeimbangkan antara moral ekonomi dengan moral ekolologis.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Badrun, Y., & Mubarak. (2010). Dampak
Industri Perkebunan Kelapa Sawit Terhadap Lingkungan Global. Pekanbaru: Pusat Penelitian Lingkungan Hidup Universitas
Riau.
Benyamine. (2018). Pengetahuan Lokal.
Banjarbaru: Scipta Cendekia.
Hamid, I., & Susilowati, A. Y. (2020).
Perjuangan Orang Mapnan Mempertahankan Hutan di Kabupaten Berau: Kritik Terhadap Antroposentrisme dalam
Pengelolaan EMPOWER: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam, 5(1),155-173.
Indrawardana, I. (2012). Kearifan lokal adat
masyarakat Sunda dalam hubungan dengan lingkungan alam. Komunitas: International Journal of Indonesian Society And
Culture, 4(1).
Keraf, A. (2010). Etika Lingkungan Hidup.
Jakarta: PT. Kompas Media
Nusantara.
Niman, E. M. (2019). Kearifan lokal dan
upaya pelestarian lingkungan alam. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan MISSIO, 11(1),91-106.
Pantau Gambut. (2018). Luas dan Sebaran
Lahan Gambut di Indonesia.Pantau Gambut.id. Retrieved from
https://www.pantaugambut.id/pela jari/apa-itu-gambut/luas-dan- sebaran-lahan-gambut-di- indonesia.
Peraturan Presiden No. 1. (2016, Januari 6). Peraturan Presiden (PERPRES) tentang Badan Restorasi Gambut. Jakarta: PERPRES. Retrieved
from
https://peraturan.bpk.go.id/Home/ Details/38084/perpres-no-1-tahun- 2016
Peraturan Presiden No. 71. (2021). Peraturan Presiden (PERPRES) tentang PPE Gambut. Direktorat Pengendalian Kerusakan Gambut. Retrieved
from
http://pkgppkl.menlhk.go.id/v0/pp -nomor-71-tahun-2014-tentang- ppe-gambut/
Peraturan Presiden No. 71. (2021). Peraturan Presiden (PERPRES) tentang PPE Gambut. Direktorat Pengendalian Kerusakan Gambut. Retrieved from http://pkgppkl.menlhk.go.id/v0/pp-nomor-71-tahun-2014-tentang-ppe-gambut/
Susetyo, P. D. (2020, Desember 31). Beda Restorasi Gambut dan Rehabilitasi Mangrove. Forest Digest. Retrieved from https://www.forestdigest.com/detail/934/mengenal-restorasi-dan-rehabilitasi-hutan.
Putri, T. T. A. (2017). Pengelolaan sumberdaya lahan gambut di Kubu Raya Kalimantan Barat menuju lahan tanpa bakar. Jurnal Penelitian Agrosamudra, 4(2), 92-109.
Shiva, V., & Mies, M. (2005). Ecofeminism: Persfektif Gerakan Perempuan & Lingkungan. Yogyakarta: IRE Press
Susilo, R. K. (2008). Etika Lingkungan Hidup. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.
Suparmini, S., Setyawati, S., & Sumunar, D. R. S. (2013). Pelestarian lingkungan masyarakat Baduy berbasis kearifan lokal. Jurnal Penelitian Humaniora, 18(1).
Samadhi, N. (30 Januari 2018). Upaya Untuk Menyelamatkan Gambut Indonesia yang Kaya Karbon Harus dimulai Dari Pemetaan. WRI Indonesia. Retrieved from https://wri-indonesia.org/id/blog/upaya-untuk-menyelamatkan-gambut-indonesia-yang-kaya-karbon-harus-dimulai-dari-pemetaan
Utina, R. (2012, September). Kecerdasan Ekologis Dalam Kearifan Lokal Masyarakat Bajo Desa Torosiaje Provinsi Gorontalo. In Prosiding Konferensi Dan Seminar Nasional Pusat Studi Lingkungan Hidup Indonesia Ke (Vol. 21, No. 5, pp. 14-20).
WRI Indonesia. (2018). Upaya Untuk Menyelamatkan Gambut Indonesia yang Kaya Karbon Harus dimulai Dari Pemetaan. Retrieved from https://wri-Indonesia.org/id/blog/upaya-untuk-menyelamatkan-gambut-Indonesia-yang-kaya-karbon-harus-dimulai-dari-pemetaan
DOI: https://doi.org/10.20527/padaringan.v4i1.4688
Refbacks
- There are currently no refbacks.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.
Padaringan Indexed By :

The work is distributed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



.png)