Self Disclosure Pada Korban Bullying Setelah Menonton Drama “The Glory” ( Studi Pada Keterbukaan Diri Korban Bullying Di Kehidupan Nyata )

Marisa Olivia, Astinana Yuliarti

Abstract


Fenomena yang kini terjadi di berbagai platform digital adalah fenomena self disclosure. Penelitian ini bertujuan memahami self disclosure pada korban bullying setelah menonton drama Korea The Glory. Drama ini menceritakan balas dendam korban bullying, memicu reaksi emosional, terutama dari mereka yang memiliki pengalaman serupa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan tujuh informan, yaitu penonton The Glory yang pernah mengalami bullying, serta seorang informan ahli. Teori yang digunakan adalah Teori Jendela Johari Window. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa The Glory menjadi pemicu emosional signifikan bagi korban bullying untuk melakukan self disclosure. Drama ini memberikan contoh keterbukaan diri yang relevan dengan pengalaman traumatis, mendorong korban bullying berbagi cerita, baik melalui media sosial maupun kepada orang terdekat. Efek komunikasi yang timbul meliputi efek afektif, konatif, dan kognitif. Informan merasa lega secara emosional, terdorong berbicara tentang pengalaman, dan memahami pentingnya keterbukaan diri dalam pemulihan psikologis. Dimensi self disclosure yang terlihat mencakup intensitas tinggi, kejujuran, tujuan mendapatkan dukungan sosial, dan kedalaman cerita personal. Proses ini menunjukkan perkembangan dari pengungkapan dasar hingga berbagi perasaan mendalam, membantu korban membangun hubungan lebih akrab.

Full Text:

PDF

References


A’yun, Q. (2020). Self disclosure korban pelecehan seksual dalam kolom komentar video youtube “Yang penting buat diomongin.” Jurnal Komunika, 3(1), 1–18.

Adolph, R. (2016). ILMU KOMUNIKASI (Teori & Praktek).

Ainani, M. (2023). Mnc Media Group: Political Economics Analysis in Communication and Structuration Theory. Metacommunication; Journal of Communication Studies, 8(1), 20. https://doi.org/10.20527/mc.v8i1.15881

Hidayat, N., Nurshabrina, S., & Halim, U. (2022). Pengaruh Menonton Film The Tinder Swindler Terhadap Self Disclosure Perempuan Di Kota Bogor. Pendidikan Dan Konseling, 4(5), 7181–7190. https://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/jpdk/article/view/7867

Kusumawati. (2019). Bab II Landasan Teori. Journal of Chemical Information and Modeling, 53(9), 4–6.

Sangging, A. (2017). SELF DISCLOSURE PADAMEDIA SOSIAL YOUTUBE DALAM BENTUK VIDEO BLOG (VLOG). Block Caving – A Viable Alternative?, 21(1), 1–9.

Scrhamm, W. (1954). The Process and Effects of Mass Communication. University of Illinois Press.

Sugiarto. (2016). Pembingkaian Berita Pada Media Online Pikiran Rakyat.com dan Jabar.tribunnews.com edisi Sumber : Peneliti 2018 02 Oktober 2018 Sumber: 4(1), 1–23.

Xuc, L. (2018). Analisis Kasus Penindasan Dalam Film Cry Me a Sad River. 2005.

Yuliarti, A., & Ariyani, E. (2023). Information Media As a Public Communication in Fire Mitigation in South Kalimantan. Metacommunication; Journal of Communication Studies, 8(1), 59. https://doi.org/10.20527/mc.v8i1.15422


Refbacks

  • There are currently no refbacks.