Grup Facebook Keluh Kesah NoLife Indonesia sebagai Sarana Self-Disclosure pada Korban Bullying

Hernando Fria Alvani, Yuanita Setyastuti

Abstract


Bullying merupakan fenomena sosial yang kerap kali terjadi di lingkungan atau pun sekitar kita, bullying sendiri memiliki beragam bentuk mulai dari secara verbal maupun fisik, dampak dari fenomena bullying bisa terjadi kepada siapapun. Peneliti menggunakan pendekatan penelitian berupa pendekatan kualitatif berdasarkan tipe penelitian fenomenologi. Penelitian ini melibatkan 5 orang yang dibagi menjadi 4 orang narasumber utama dan 1 orang narasumber ahli, di mana narasumber utama disini memiliki kriteria pernah mengalami bullying  dan telah melakukan self-disclosrue , Narsumber ahli pada penelitian ini diperlukan guna menunjang hasil penelitian. Teknik penelitian yang digunakan yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa grup Facebook Keluh Kesah NoLife Indonesia ini mampu menjadi sarana para anggotanya untuk melakukan self-disclosure atau pengungkapan diri, dapat dilihat melalui dimensi self-disclosure  yang terpenuhi dalam penelitian ini, Melalui penelitian ini pula peneliti dapat melihat dampak dari bullying  yang di alami oleh para anggota grup Keluh Kesah NoLife Indonesia.

Full Text:

PDF

References


Arianto. (2009). Psikologi Umum. Jakarta: PT. Prenhalindo

David O Sears, Jonathan L Freedman, dkk. (1985). Psikologi Sosial edisi Kelima Jilid 1. Jakarta: Erlangga.

Devito, J. A. (2011). Komunikasi Antar Manusia: Edisi kelima. Jakarta.: Karisma Publishing Group

Effendy, O. U. (2003). Ilmu, Teori dan Filsafat Komunikasi. Bandung : PT. Citra Aditya Bakti

Moleong, Lexy J. (2009). Metode Penelitian Kualitatif. Bandung : PT. Remaja Rosdakarya

Mulyana, Deddy. 2010. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Al Aziz, M. R. (2021). Fenomena Self-disclosure dalam Platform Media Sosial. Jurnal Teknologi dan Informasi Bisnis, Vol.3(1)

Chapman, A. (2003). The Johari Window Model. University of Southern California. Retrieved from https://www.usc.edu/hsc/ebne t/Cc/awareness/Johari windowexplain.pdf.

Dewi, A. P., & Delliana, S. (2020). “Self-disclosure Generasi Z di Twitter”. Ekspersi Dan Persepsi: Jurnal Ilmu Komunikasi

Ifdil Ifdil, & Zarian Ardi. (2013). SelfDisclosure Is One Important Aspect Of Interpersonal Communication, Which Needs To Have Counseling Students As Prospective Counselor. The Ability Of The Students To Perform Self-disclosure Has An Important Contribution In Achieving Academic Success. Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, XIII (

Permatasari Novianna, Ruth (2012). Pengungkapan Diri Pada Remaja Yang Orang Tuanya Bercerai. Journal Psikologi, Universitas Gunadarma

Fauzia, A. Z. (2019). Pengaruh Tipe Kepribadian Terhadap Self-disclosure Pada Dewasa Awal Pengguna Media Sosial Instagram Di Kota Bandung. Bandung: Universitas Pendidikan Indonesia

Hamdan, Juwaeni. 2009. “Studi Tingkat Self-disclosure Siswa-Siswi Sekolah Umum dan Santri/wati Pondok Pesantren” Skripsi. Malang: Universitas Islam Maulana Malik Ibrahim.

Kusumaningtyas, Ratih Dwi. 2010. Peran Media Sosial Online (Facebook) Sebagai Saluran Self-disclosure Remaja Putri Di Surabaya. Jawa Timur: Universitas VETERAN

Mahendra, David. 2014. Media Jejaring Sosial Dalam Dimensi Self-disclosure . Yogyakarta: UIN Kalijaga

Natalia, T. christine. 2012. “Hubungan Antara Harga Diri Dengan Pengungkapan Diri Pada Mahasiswi”. Skripsi. Semarang: Universitas Katolik Soegijapranata

Ningsih, W. (2015). Self-disclosure Pada Media Sosial. Banten: Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Ningsih, Widiyana . 2015. “Self-disclosure pada Media Sosial (Studi Deskriptif pada Media Sosial Anonim LegaTalk).” Universitas Sultan Sapitri Tirtayasa


Refbacks

  • There are currently no refbacks.