Strategi Komunikasi Pemasaran Coffeeshop Office Coffee Banjarmasin Guna Meningkatkan Minat Pembeli

Khansa Millenia Putri, Putri Ayu Hidayatur Rofiqoh

Abstract


Office Coffee merupakan pelopor coffee shop pertama yang dibangun di Banjarmasin. Namun, banyaknya coffeeshop yang telah menjamah wilayah Banjarmasin bahkan hingga ke Banjarbaru yang tidak hanya mempromosikan barang dan produk saja, namun, diperlukannya strategi yang cocok. Strategi Pemasaran lah yang akan jadi kunci bisnis yang berhasil. Maka dari itu, Penerapan Office Coffee pada komponen Komunikasi Pemasaran merupakan strategi dalam hal pemasaran barang dan produk kopi. Adapun tujuan dari penelitian ini yakni guna mencari tahu apakah strategi pemasaran yang seperti apa yang dilakukan Office Coffee serta apa saja hambatan dalam ketika strategi pemasaran Office Coffee dijalankan. Kemudian, penelitian sub bab ini memakai prosedus penelitian deskriptif kuaalitatif. Yang mana hasil data di dapatkan dengan melakukan observasi, wawancara, serta dokumentasi. Didalam penelitian ini disertakan 5 orang informan. Kemudian, penelitian ini menggunakan teori Bauran Promosi (Promotional Mix) Komponen Komunikasi Pemasaran yang Office Coffee agar mengoptimalkan minat pembeli. Misalnya, Promosi Penjualan (paket bundling), Iklan (media sosial), Humas/Hubungan Masyarakat (mengikuti event-event), Penjualan Perorangan (interaksi langsung dengan pelanggan), Pemasaran Langsung (mendistribusikan contoh produk). Strategi komunikasi pemasaran Office Coffee menunjukan bahwa mampu mengikuti perkembangan Coffeshop ditengah fenomena Coffeeshop di Banjarmasin dengan cara membuka di 2 tempat di Kalimantan Selatan.

Full Text:

PDF

References


Ardiyanto,E., 2012. Dasar-dasar Public Relations. Bandung, Remaja Rosdakarya.

Ardianto, Elvinaro dan Lukiati Komala Erdinaya. 2004. Komunikasi Massa Suatu Pengantar. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Bungin, Burhan. (2007). Penelitian Kualitatif:Komunikasi, Ekonomi, Kebijakan Publik, dan Ilmu Sosial. Jakarta : Kencana Prenama Media Group

Basrowi dan Suwandi. (2008). Memahami Penelitian Kualitatif. Jakarta: Rineka Cipta.

Effendy, Onong Uchjana. 1984. Ilmu Komunikasi Teori dan Praktek. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Kotler, Philip. dan Keller, Kevin Lane. 2009. Marketing Management. 13th Edition. Jakarta: Erlangga.

Kriyantono, Rachmat. 2006. Teknis Praktis Riset Komunikasi. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Desmita., 2011., Psikologi Perkembangan Peserta Didik, Bandung, PT. Remaja Rosdakarya.

Dwita,. D., Risnal Diansyah., Komunikasi: Paradigma, dan Dikursus Teknologi Komunikasi Masyarakat, Jakarta, Kencana Grup.

McQuail, D, (2011),. Teori Komunikasi Massa, Jakarta, Salemba Humanika

Moleong,.Rexy J,2005,Metode Penelitian Kualitatif, Bandung, Remaja Rosdakarya.

Morissan, M.A. 2010. Periklanan: Komunikasi Pemasaran Terpadu. Jakarta: Prenada Media Group.

Shimp, Terence A. 2003. Periklanan Promosi Aspek Tambahan Komunikasi Pemasaran Terpadu. Jakarta: PT Bumi Aksara.

Soemanagara, Rd. 2012. Strategic Marketing Communication. Bandung: Alfabeta.

Sulaksana, Uyung. 2003. Promotional Mix. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Bertha Silvia Sutejo. 2006. Internet Marketing: Konsep Dan Persoalan Baru Dunia Pemasaaran. Jurnal Manajemen. 2006: 41-57. (diakses pada 12/06/2023 11.00 WITA)

Rebekka Rismayanti. 2016. Promotional Mix di PT Halo. (diakses pada 12/06/2023 13.00 WITA)

Setia Budhi Wilardjo. 2009. Promotional Mix Value Added. 5(2): 1-12. (diakses pada 13/06/2023 10.00 WITA)

Sherly Margaretha, Widayatmoko, M. Adi Pribadi. 2012. Analisis Komunikasi Pemasaran Terpadu PT. Cubes Consulting dalam Membangun Brand Association. Jurnal Komunikasi. 1(5): 455-462. (diakses pada 15/06/2023 13.00 WITA)

Wenny Yuniaris. 2011. Pengaruh Promotional Mix Terhadap Loyalitas Pengguna Kartu Pasca Bayar Halo di Malang. Jurnal Manajemen Bisnis. 1(01): 21-32. (diakses pada 19/06/2023 16.00 WITA)


Refbacks

  • There are currently no refbacks.