Analisis Resepsi Komentar Khalayak tentang Childfree pada Konten YouTube Gita Savitri (Studi pada Konten “Childfree: Serba Salah di Mata Warganet | PagiPagi eps.32”)

Misbahul Musfirah, Bachruddin Ali Akhmad

Abstract


Di Indonesia, isu childfree masih dianggap asing karena budaya yang dominan mengharapkan setiap pasangan yang menikah untuk memiliki anak. Dengan munculnya pernyataan dari seorang influencer Indonesia bernama Gitasav yang menyatakan ketidakinginan untuk memiliki anak dalam konteks pernikahannya, isu mengenai childfree telah menjadi perbincangan besar dalam masyarakat. Fenomena ini menimbulkan perhatian serius terhadap pandangan masyarakat terhadap konsep keluarga dan pernikahan, serta menyoroti kompleksitas nilai-nilai yang mendasarinya. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana informan merespons pernyataan childfree yang diungkapkan oleh Gita Savitri dalam tayangan YouTubenya. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif, menggunakan metode studi resepsi Stuart Hall untuk memahami bagaimana informan menerima dan memaknai fenomena sosial tersebut sesuai dengan posisi audiens milik Stuart Hall, yaitu dominat hegemonic position, negotiated position, dan oppositional position. Data primer dan sekunder dikumpulkan melalui analisis isi komentar, wawancara mendalam, studi literatur, dan dokumentasi.Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat variasi pemaknaan informan terhadap pernyataan childfree Gita Savitri, namun kategori pemaknaan di dominasi oleh negotiated position. Terdapat 40 komentar mendukung dominan hegemonik, 110 komentar pada posisi negosiasi, dan 60 komentar oposisi. Peneliti netral dan mengakui validitas semua perspektif. Pilihan childfree adalah keputusan pribadi yang harus dihormati, tetapi sebagai influencer, pandangan tersebut sebaiknya tidak dibahas di publik karena dapat mempengaruhi pengikut, sehingga diperlukan tanggung jawab dalam menyampaikan pandangan di media sosial.

Full Text:

PDF

References


Adi, T. N. (2012, Februari 16). Mengkaji Khalayak Media dengan Metode Penelitian Resepsi. Retrieved from sinaukomunikasi.

Afifah, N. (2019). ENCODING-DECODING KHALAYAK TENTANG KEKERASAN VERBAL DALAM VIDEO GAMING REZA ‘ARAP’ OKTOVIAN (STUDI ANALISIS AUDIENS STUART HALL). . Lektur Jurnal Ilmu Komunikasi, 159-170.

Agistian Fathurizki, R. M. (2018). Pornografi Dalam Film: Analisis Resepsi Film 'Men, Women & Childfree. ProTVF, 3.

Akhmad, B. A. (2022). Komunikasi Organisasi. Yogyakarta: Aswaja Pressindo.

Azwardi. (2018). Metode Penelitian: Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Aceh: Syiah Kuala University.

Budiman, A. (2021, September 26). Tanpa Anak dan Bahagia, Mengapa Tidak?

Bungin, B. (2011). Penelitian Kualitatif. Jakarta: Kencana Prenada Media Grup.

Burton, G. (1999). Pengantar Untuk Memahami: Media Dan Budaya Populer. Yogyakarta: Jalasutra.

Diana Wahyuni, Y. S. (2020). ANALISIS RESEPSI PENONTON TERHADAP PESAN VIDEO "SAYA MUALAF BILA” DI AKUN CHANNEL. SENGKUNIJournal –Social Sciences and Humanities, 15-27.

Efendy, O. U. (2005). Ilmu Komunikasi Teori dan Praktek. Bandung: Remaja Rosda Karya.

Elvinaro Ardianto, L. K. (2017). Komunikasi massa : suatu pengantar. Bandung: Simbioasa Rekatama Media.

Ida, R. (2014). Metode Penelitian dan Studi Media dan Kajian Budaya. Jakarta: Kencana Media Grup.

Ismail Suardi Wekke, d. (2019). METODE PENELITIAN SOSIAL. Yogyakarta: Gawe Buku.

Jennifer Watling Neal, Z. (2021). Prevelance and characteristics of childfree adults in Michigan. PLOS ONE, 1-18.

Krisyantono, R. (2014). Teknik Praktis Riset Komunikasi. Jakarta: Kencana Prenada Media Grup.

McQuail, D. (2010). Mass Communication Theory. London: Sage.

Morissan. (2013). Teori Komunikasi Individu Hingga Massa. Jakarta: Kencana Prenada Media Grup.

Nurudin. (2006). Pengantar komunikasi massa. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Rakhmat, J. (2018). Psikologi Komunikasi (edisi revisi). Bandung: Simbiosa Rekatama Media.

Sadya, s. (2023, June 6). APJII: YouTube Jadi Media Sosial Favorit Warga Indonesia Artikel ini telah tayang di Dataindonesia.id dengan judul "APJII: YouTube Jadi Media Sosial Favorit Warga Indonesia".

Setyo Eka Rofi, W. N. (2020). ANALISIS RESEPSI PADA CHANNEL YOUTUBE GAMING "KIMI HIME". Interaksi Online, 75-82.

Sopiah. (2018). Perilaku Organisasional. Yogyakarta: Penerbit Andi.

Surokim, R. Y. (2016). RISET KOMUNIKASI: Strategi Praktis Bagi Peneliti Pemula (Vol. viii). Jawa Timur: Pusat Kajian Komunikasi Publik.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.