Representasi Perasaan Kesepian pada Tokoh Utama dalam Film A Man Called Otto (Analisis Semiotika Model Charles Sanders Peirce)

Gusti Abiyyu Dzakir, Achmad Bayu Chandrabuwono

Abstract


Film A Man Called Otto yakni  adaptasi dari novel terkenal berjudul "A Man Called Ove" karya Fredrik Backman. Novel ini pertama kali diterbitkan pada tahun 2012 dan telah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa. A Man Called Otto dirilis serentak pada tanggal 13 Januari 2023 di seluruh bioskop Indonesia dan masuk ke dalam beberapa nominasi ajang besar film internasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi perasaan kesepian pada tokoh utama dalam film A Man Called Otto melalui pendekatan semiotika model Charles Sanders Peirce. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, dokumentasi, dan studi pustaka. Teknik analisa dilakukan menggunakan semiotika Charles Sanders Peirce, yang melibatkan identifikasi tanda (sign), objek (object), dan interpretan (interpretant).Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 141 adegan dalam film, terdapat 8 adegan yang secara signifikan merepresentasikan perasaan kesepian baik secara emosional maupun sosial sesuai dengan konsep kesepian yang dikemukakan oleh Weiss. Kesepian emosional terlihat melalui ekspresi wajah, gestur tubuh, dan dialog tokoh utama yang mencerminkan kehilangan hubungan intim dan dukungan emosional. Kesepian sosial tergambar melalui adegan yang menunjukkan isolasi sosial, kurangnya interaksi sosial, dan perasaan keterasingan dari lingkungan sekitarnya.

Full Text:

PDF

References


Cangara, H. (2011). Pengantar Ilmu Komunikasi.

Check, J. V., Perlman, D., & Malamuth, N. M. (1985). Loneliness and aggressive behaviour. Journal of Social and Personal Relationships, 2(3), 243-252.

Delisle, M. A. (1988). What does solitude mean to the aged?. Canadian Journal on Aging/La Revue canadienne du vieillissement, 7(4), 358-371.

Drennan, J., Treacy, M., Butler, M., Byrne, A., Fealy, G., Frazer, K., & Irving, K. (2008). The experience of social and emotional loneliness among older people in Ireland. Ageing & Society, 28(8), 1113-1132.

Faramita, N., Magister, Y., & Sains, P. (2015). Kesepian dan Depresi: Studi Metaanalisis.

Hall, S. (1989). Cultural identity and cinematic representation. Framework: The Journal of Cinema and Media, (36), 68-81.

Hanief, L. (2022). Woman Representation in Bilur-Bilur Penyesalan Movie (1987). Medio, 4(1).

Karlinah, S., Soemirat, B., & Komala, L. (1999). Komunikasi massa. Jakarta: Penerbitan UT.

Masi, C. M., Chen, H. Y., Hawkley, L. C., & Cacioppo, J. T. (2011). A meta-analysis of interventions to reduce loneliness. Personality and social psychology review, 15(3), 219-266.

Mudjiono, Y. (2011). Kajian Semiotika dalam film. Jurnal Ilmu Komunikasi, 1(1), 125-138.

Mustafa, H. (2011). Perilaku manusia dalam perspektif psikologi sosial. Jurnal Administrasi Bisnis, 7(2).

Pratista, H. (2008). Memahami Film. Homerian Pustaka.

Prihartanta, W. (2015). Teori-teori motivasi. Jurnal Adabiya, 1(83), 1-14.

Putri, R. A., & Putri, K. Y. S. (2021). Konstruksi Peran Ibu Pada Poster Film Bird Box (Analisis Semiotika Charles S. Peirce). Semiotika : Jurnal Komunikasi, 15(2), 159.

Qudratullah, Q. (2016). Peran Dan Fungsi Komunikasi Massa. Jurnal Dakwah Tabligh, 17(2), 41-46.

Rachman, R. F. (2020). Representasi dalam Film. Jurnal Paradigma Madani, 7(2), 10-18.

Rahardjo, M. (2010). Triangulasi dalam penelitian kualitatif.

Rakhmat, J., & Surjaman, T. (1999). Psikologi komunikasi. Remaja Rosdakarya.

Ratunis, G. P. (2020). Representasi makna kesendirian pada lirik lagu “ruang sendiri” karya Tulus. Jurnal Penelitian Humaniora, 25(2), 50-58.

Ritonga, M. H. (2019). Psikologi Komunikasi.

Rorong, M. J. (2019). Representasi Nilai Kemanusiaan Web Series Kisah Carlo (Analisis Semiotika dalam perspektif Charles Sanders Peirce). Semiotika: Jurnal Komunikasi, 13(1).

Saleh, S. (2017). Analisis data kualitatif.

Sasmita, U. (2017). Representasi Maskulinitas Dalam Film Disney Moana (Analisis Semiotika Charles Sanders Pierce). Jurnal Online Kinesik, 4(2), 127-144.

Strauss, A., & Corbin, J. (2003). Penelitian kualitatif. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 158-165.

Sugiyono, S., & Lestari, P. (2021). Metode penelitian komunikasi (Kuantitatif, kualitatif, dan cara mudah menulis artikel pada jurnal internasional).

Vera, Nawiroh, (2014). Semiotika dalam Riset Komunikasi. Bogor: Ghalia Indonesia.

Weiss, R. (1975). Loneliness: The experience of emotional and social isolation. MIT press.

Wursanto, I. (2001). Ilmu komunikasi teori dan praktek. Yogyakarta: Kanisius.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.