Komunikasi Interpersonal dalam Pengembangan Relasi Antara Homoseksual dengan Sahabat Heteroseksual di Kota Surabaya

Aulia Puja Khairunisa, Achmad Bayu Chandrabuwono

Abstract


Komunikasi menjadi aktivitas fundamental yang dijalankan oleh manusia untuk berinteraksi dengan lingkungannya. Komunikasi memiliki peran yang krusial dalam sebuah relasi, di mana akan membuat manusia dapat saling mengenal, menyampaikan perasaan, menciptakan dan mengembangkan relasi, serta berbagi pemikiran dengan orang lain. Namun, tidak semua orang dapat berkomunikasi dengan baik. Begitu pula komunikasi yang dilakukan oleh homoseksual, di mana homoseksual mendapat hambatan dalam berkomunikasi dengan masyarakat pada umumnya. Mengingat fenomena homoseksual masih banyak menuai berbagai macam reaksi, khususnya di Indonesia yang mayoritas penduduknya beragama Islam dan memandang homoseksual sebagai hal yang bertentangan dengan norma agama dan sosial yang berlaku di masyarakat. Saat di lapangan peneliti menemukan seorang homoseksual di kota Surabaya yang mengalami diskriminasi oleh lingkungan kuliahnya, tetapi memiliki sahabat heteroseksual laki-laki. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan tipe fenomenologi guna menggali pengalaman dan makna dari komunikasi interpersonal yang dijalin oleh seorang homoseksual dan sahabat heteroseksualnya di kota Surabaya dengan teknik penentuan informan secara purposive dan snowball. Subjek dalam penelitian ini yaitu seorang homoseksual dan heteroseksual yang telah mengetahui orientasi seksual sahabatnya di kota Surabaya. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa komunikasi interpersonal berperan penting dalam kelangsungan relasi antara homoseksual dan sahabat heteroseksual. Dengan menerapkan lima aspek dari komunikasi interpersonal baik secara verbal maupun nonverbal, membuat relasi berkembang semakin dalam melalui tahap-tahap yang sesuai dengan konsep Hubungan dari Joseph A. Devito.

Full Text:

PDF

References


Amalia, S. (2019, July 4). Sejarah Gerakan Dan Perjuangan Hak-Hak Lgbt Di Indonesia. Magdalene. https://old.magdalene.co/story/sejarah-gerakan-dan-perjuangan-hak-hak-lgbt-di-indonesia

Amir B Marvasti, Qualitative Research In Sociology, (London: Sage Publications, 2004)

Asmani, J. M. (2009). Awas! Bahaya Homoseks Mengintai Anak-Anak Kita. Jakarta: Pustaka Al Mawardi.

Baiocco, R., Laghi, F., Di Pomponio, I., & Nigito, C. S. (2012). Self-Disclosure To The Best Friend: Friendship Quality And Internalized Sexual Stigma In Italian Lesbian And Gay Adolescents. Journal Of Adolescence, 35(2), 381-387.

Devito, Joseph A. 2011. Komunikasi Antarmanusia. Tangerang Selatan: KARISMA Publishing Group

Devito, Joseph. 1997. Komunikasi Antarmanusia. Professional Books: Jakarta

Fadjar. (2014, December 17). Kita Adalah Sama. Universitas Surabaya (Ubaya). Https://Www.Ubaya.Ac.Id/2014/12/17/Kita-Adalah-Sama/

Hasbiansyah, O. (2008). Pendekatan feneomenologi : Pengantar praktik penelitian dalam ilmu sosial dan komunikasi. MediaTor, 9 (1), 163-180.

Irawan.H. 2016. Faktor Faktor Mempengaruhi Menjadi Gay Di Kota Samarinda. Samarinda: Ejournal Sosiatri-Sosiologi. Vol. 04, No.03: 235 - 248.

Ismail, Zulkifli. 2022. Lgbt (Lesbian, Gay, Biseksual Dan Transgender) Sebuah Dunia Abu-Abu Subkultur Yang Dianggap Menyimpang. Bojonegoro: Madza Media.

Laazulva, I. (2013). Menguak Stigma, Kekerasan & Diskriminasi Pada Lgbt Di Indonesia. (A. P. Yuli Rustinawati, Ed) Jakarta: Arus Pelangi.

Legate, N., Ryan, R. M., & Weinstein, N. (2012). Is Coming Out Always A “Good Thing”? Exploring The Relations Of Autonomy Support, Outness, And Wellness For Lesbian, Gay, And Bisexual Individuals. Social Psychological And Personality Science, 3(2), 145-152.

Lexy J Moleong Mengutip Definisi Metodologi Kualitatif Menurut Bogdan Dan Taylor Merupakan Prosedur Penelitian Yang Menghasilkan Data Deskriptif Berupa Kata-Kata Tertulis Atau Lisan Dari Orang-Orang Dan Perilaku Yang Dapat Diamati (Moleong, 2001:3).

Manik, T. S., Riyanti, D., Murdiono, M., & Prasetyo, D. (2021). Eksistensi Lgbt Di Indonesia Dalam Kajian Perspektif Ham, Agama, Dan Pancasila. Jurnal Kewarganegaraan, 18(2), 84.

Marvasti, Amir B. (2004). Qualitative Research in Sociology, London: SAGE Publications.

Miles, M.B, Huberman, A.M, & Saldana, J. (2014). Qualitative Data Analysis, A Methods Sourcebook, Edition 3. USA: Sage Publications. Terjemahan Tjetjep Rohindi Rohidi, UI-Press

Moleong, Lexy J. (2001).Metodologi Penelitian Kualitatif.Bandung: Remaja Rosdakarya

Pawito. (2007). Penelitian Komunikasi Kualitatif. Yogyakarta: Lkis Yogyakarta

Peranginangin, B. B., & Perbawaningsih, Y. (2017). Model Komunikasi Interpersonal Generasi Muda Suku Batak Karo Di Yogyakarta Melalui Tradisi Ertutur. Jurnal Aspikom, 2(6), 425-436.

Praditia, A. (2013). Pola Jaringan Sosial Pada Industri Kecil Rambut Palsu Di Desa Karangbanjar Kecamatan Bojongsari Kabupaten Purbalingga. Universitas Negeri Yogyakarta.

Rizal, S. M. (2018). Proses Komunikasi Dalam Pengembangan Relasi Interpersonal Antara Gay Dengan Sahabat Heteroseksual (Doctoral Dissertation, Uaj)

Safitri, F. (2017). Keterbukaan Teman Laki-Laki Heteroseksual Mengenai Orientasi Seksual. Surakarta: Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Salamah, D. P. (2019). Gambaran Seksualitas Pada Gay. Naskah Publikasi Program Studi Psikologi.

Sandra, L. N. (2018). Konstruksi Sosial Tentang Lesbian (Studi Deskriptif Lesbian Di Kota Surabaya)

Sugiyono. 2015. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung : ALFABETA.

Tuffour, I. (2017). A Critical Overview of Interpretative Phenomenological Analysis: A Contemporary Qualitative Research Approach. Journal of Healthcare Communications. Vol. 2 No. 4 .

Turkewitz, J. (2018, August 28). 9-Year-Old Boy Killed Himself After Being Bullied, His Mom Says. The New York Times. Https://Www.Nytimes.Com/2018/08/28/Us/Jamel-Myles-Suicide-Denver.Html

West, R. & Turner. (2008). Teori Komunikasi Analisis Dan Aplikasi. Jakarta. Salemba Humanika.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.