Peran Komunikasi Budaya dalam Pemaknaan Budaya Batampung Tawar Melayu Kutaringin di Masyarakat Pangkalan Bun

Rival Adhitia, Sarwani Sarwani

Abstract


Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan makna yang terkandung dalam budaya batampung tawar pada masyarakat Pangkalan Bun Kabupaten Kotawaringin Barat dan Untuk mengetahui bagaimanakah strategi komunikasi budaya dalam melestarikan dan memberikan pemahaman kepada semua masyarakat agar melestarikan budayabatampung tawar. Pada penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Penelitian ini juga menggunakan teknik purposive sampling untuk menentukan informan dalam penelitian. Konseptual yang digunakan yaitu menemukan informasi dan mendeskripsikan mengenai tradisi batampung tawar pada masyarakat Melayu Kutaringin di Kelurahan Baru Kecamatan Arut Selatan kota Pangkalan Bun Kabupaten Kotawaring Barat Provinsi Kalimantan Tengah. Hasil penelitian menyatakan bahwa pemakna budaya Batampung Tawar Melayu Kutaringin pada masyarakat Kota Pangkalan Bun sudah memiliki persamaan dan kesepahaman. Terlihat dari hasil observasi dan wawancara bahwa masyarakat Pangkalan Bun memahami makna budaya Batampung Tawar adalah tanda syukur kepada tuhan dan juga memohon perlindungan serta penolak bala untuk masyarakat. Dan untuk strategi komunikasi budaya yang efektif adalah komunikasi budaya. Dilihat dari masyarakat Pangkalan Bun yang beragam dan banyak pendatang, komunikasi antar budaya dari Gudykunst dan Kim merupakan strategi yang dirasa tepat. Sehingga membuat budaya Batampung Tawar bisa dilestarikan dan dijalankan dengan optimal.

Full Text:

PDF

References


Akhmad, B. A. (2018). Teori komunikasi. Yogyakarta: Aswaja Pressindo

Amylya, R. (2023). Pesan Dakwah Dalam Tradisi Tepung Tawar Beongas di Kecamatan Kotawaringin Lama Kabupaten Kotawaringin Barat. Universitas Islam Negeri Walisongo.

Armansyah, M. D. (2022). Pelaksanaan Upacara Tepung Tawar dalam Prosesi Perkawinan Adat Melayu di Desa Kembang Mekar Sari Kecamatan Keritang Kabupaten Indragiri Hilir Ditinjau dalam Hukum Islam. Riau: Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim.

Colley, C.H. (2005). Cultural Transmission and the Role Of Memory in Preserving Heritage. Journal of Cultural Studies. 43.

Henny, Z., Christinarochayanti, & Isbandi. (2011). Komunikasi Antar Budaya Mahasiswa Korea Selatan di Yogyakarta. Jurnal Ilmu Komunikasi, 40-48.Amalia, Nesa. 2020 Pengaruh Bimbingan Orang Tua Terhadap Sikap Sopan Santun Remaja Di RT 4 RW 4 Kelurahan Air Dingin Kecamatan Bukit Raya Kota Pekan Baru. Universitas Islam Riau.

Heryadi, H., & Silvana, H. (2013). Komunikasi Antar Budaya dalam Masyarakat Multikultur (Studi Tentang Adaptasi Masyarakat Migran Sunda di Desa Imigrasi Permu Kecamatan Kepahiangan Provinsi Bengkulu). Jurnal Kajian Komunikasi, 95-108.

Nasution, dkk. (2015). Tradisi Lisan Dalam Masyarakat Melayu Sebagai Warisan Budaya. Jurnal Kebudayaan. 83.

Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat. (2018, Februari 1). Sejarah Kabupaten Kotawaringin Barat. Diambil kembali dari Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat: https://portal.kotawaringingbaratkab.co.id/datasejarah

Prasetyo, A. (2021). Tradisi Bamandi Basunat Pada Masyarakat Melayu Kutaringin di Kelurahan Raja Kecamatan Arut Selatan Kabupaten Kotawaringin Barat. Banjarmasin: Universitas Lambung Mangkurat.

Ranjabar, J. (2013). Sistem Sosial dan Budaya Indonesia Suatu penghantar. Bandung: Alfabet.

Sarwani (2021). Strategi Komunikasi Radio Dbs 101,9 FM Banjarmasin Dalam Menarik Partisipasi Pada Program Request Lagu. Jurnal Ilmu Komunikasi, 53.

Satria, Y. (2022, Januari). Tradisi Adat Sambut Kapolres Baru di Bumi Marunting Batuaji. Diambil kembali dari Kaltengnews.co.id.

Sentanu, F. (2022). Konten Instagram Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Selatan Sebagai Media Promosi Pariwisata. Banjarmasin: Universitas Lambung Mangkurat.

Sugiyono. (2020). Metode Penelitian Kualitatif Untuk Penelitian yang Bersifat: Eksploratif, Enterpretif, Interaktif, dan Konstruktif. Bandung: Alfabet.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.