Pola Komunikasi Organisasi Muhammadiyah dalam Penetapan Hari Raya Idul Fitri di Banjarmasin
Abstract
Komunikasi organisasi memegang peran krusial dalam menjaga kohesi internal serta efektivitas pencapaian tujuan, khususnya pada organisasi berbasis nilai seperti Muhammadiyah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola komunikasi organisasi Muhammadiyah dalam proses penetapan Hari Raya Idul Fitri di Kota Banjarmasin. Pendekatan kualitatif digunakan dalam penelitian ini, dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa pola komunikasi organisasi Muhammadiyah di Banjarmasin terbagi menjadi tiga bentuk: komunikasi ke bawah, ke atas, dan horizontal. Komunikasi ke bawah berlangsung secara efektif melalui jalur formal dan terstruktur, memungkinkan keputusan Pimpinan Pusat mengenai penetapan hari raya tersampaikan dengan jelas hingga ke level cabang, ranting, hingga simpatisan. Sebaliknya, komunikasi ke atas menunjukkan intensitas yang rendah, mencerminkan kuatnya otoritas pusat dalam struktur organisasi. Adapun komunikasi horizontal terjadi secara informal dalam suasana kekeluargaan, diperkuat oleh nilai-nilai budaya lokal seperti tradisi berbagi wadai, yang turut mempererat solidaritas antarpersonal dalam organisasi. Pola komunikasi ini dinilai mampu menjaga stabilitas internal dan kelancaran distribusi informasi, meskipun masih terdapat ruang untuk memperkuat mekanisme umpan balik dari daerah ke pusat. Temuan ini memberikan kontribusi dalam pengembangan kajian komunikasi organisasi, khususnya dalam konteks organisasi keagamaan dan masyarakat multikultural.
Full Text:
PDFReferences
Cheney, G. (1991). Rhetoric in an organizational society: Managing multiple identities. University of South Carolina Press.
Denzin, N. K., & Lincoln, Y. S. (2003). Strategies of qualitative inquiry (2nd ed.). SAGE Publications.
Faisal, S. (2010). Format-format penelitian sosial: Dasar-dasar dan aplikasi. RajaGrafindo Persada.
Hancock, B. (1998). Trent Focus for Research and Development in Primary Health Care: An introduction to qualitative research. Trent Focus Group.
Hirokawa, R. Y., & Gouran, D. S. (2008). Functional theory of group decision-making: Enhancing communication and effectiveness in groups. In C. R. Berger, M. E. Roloff, & D. R. Roskos-Ewoldsen (Eds.), The handbook of communication science (2nd ed., pp. 190–206). SAGE Publications.
Hofstede, G. (1980). Culture's consequences: International differences in work-related values. SAGE Publications.
Kriyantono, R. (2009). Teknik praktis riset komunikasi. Kencana Prenada Media Group.
Moleong, L. J. (2007). Metodologi penelitian kualitatif (Edisi revisi). Remaja Rosdakarya.
Nasution, S. (2008). Metode penelitian naturalistik kualitatif. Tarsito.
Pace, R. W., & Faules, D. F. (2010). Komunikasi organisasi: Strategi meningkatkan kinerja perusahaan (Terj. D. Soemirat). Remaja Rosdakarya.
Rahman, A., & Prasetya, T. A. (2018). Pola komunikasi organisasi dalam membangun budaya kerja. Jurnal Komunikasi, 12(2), 115–126. https://doi.org/10.25008/jk.v12i2.158
Robbins, S. P., & Judge, T. A. (2017). Organizational behavior (17th ed.). Pearson Education.
Sugiyono. (2007). Metode penelitian kualitatif, kuantitatif dan R&D. Alfabeta.
Sugiyono. (2008). Metode penelitian pendidikan: Pendekatan kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Sugiyono. (2015). Statistik untuk penelitian. Alfabeta.
Suprapto, H. (2013). Metode penelitian kualitatif: Konsep dan aplikasi dalam riset komunikasi. Rajawali Pers.
Usman, H., Akbar, F., & Taufik, M. (2009). Metodologi penelitian sosial. Bumi Aksara.
Weber, M. (1947). The theory of social and economic organization. Free Press.
Refbacks
- There are currently no refbacks.

