IMPLEMENTASI SUPERVISI KLINIS KEPALA SEKOLAH DALAM PEMBELAJARAN DI SD NEGERI COA KAIMANA PAPUA BARAT
Abstract
This study aimed to analyze the planning, implementation, and feedback stages of clinical supervision of principals in learning at SD Negeri Coa Kaimana. This study used a descriptive method with a qualitative analysis approach. The subject of the research were the principal, teachers, and school staff, about 16 people. This study indicated that the principal of SD Negeri Coa Kaimana had implemented a clinical supervision program in learning with three stages. Before implementing the clinical supervision program, the principal by involving the vice principal, the curriculum section, senior teachers and classroom teachers to plan what they wanted to be supervised according to the needs and needs of the teacher, such as compiling a schedule of supervision, goals, objectives, steps, and time. The principal supervised the implementation of clinical supervision such as coming to the classroom to see classroom learning activities, preparing learning equipment such as lesson plans, syllabus, Prota, Prosem, assessment, teaching aids, handbooks, and learning media. Based on research, it was known that the principal's clinical supervision research in learning was clinical supervision feedback such as calling the supervised teacher to be fostered and followed up. However, some were a little difficult to foster. The teachers also increasingly understood their duties as educators.
Keywords: Clinical Supervision; Learning; Principal
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi tahap perencanaan, pelaksanaan, dan umpan balik supervisi klinis kepala sekolah dalam pembelajaran di SD Negeri Coa Kaimana. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan analisis kualitatif. Subjek penelitian supervisi ini adalah kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan sebanyak 16 orang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kepala SD Negeri Coa Kaimana telah melaksanakan program supervisi klinis dalam pembelajaran dengan tiga tahapan. Sebelum melaksanakan program supervisi klinis, kepala sekolah dengan melibatkan wakil kepala sekolah, bagian kurikulum, guru senior, dan guru kelas untuk merencanakan parameter yang hendak disupervisi berdasarkan kebutuhan guru seperti menyusun jadwal dan tujuan supervisi. Kepala sekolah melakukan supervisi pelaksanaan supervisi klinis, seperti visitasi ruang kelas untuk melihat kegiatan pembelajaran, aktualisasi RPP, silabus, Prota, Prosem, penilaian, alat alat peraga, buku pegangan, dan media pembelajaran. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa supervis klinis kepala sekolah dalam pembelajaran adalah umpan balik supervisi klinis seperti memanggil guru yang disupervisi untuk dibina dan ditindaklanjuti. Kendati demikian, ada sebagian guru yang sedikit sulit untuk dibina. Mereka juga perlahan memahami tugas sebagai pendidik.
Kata Kunci: Supervisi Klinis; Pembelajaran; Kepala Sekolah
Full Text:
PDFReferences
Ampofo, S. Y., Onyango, G. A., & Ogola, M. (2019). Influence of school heads’ direct supervision on teacher role performance in public senior high schools, central region, ghana. IAFOR Journal of Education, 7(2), 9–26.
Arifin, I. (2019). Kepemimpinan Religio-Humanistik Bidang Pendidikan pada Era Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0. Universitas Negeri Malang.
Asmendri, A. (2016). Kompetensi kepala madrasah dalam pelaksanaan delapan standar nasional pendidikan (SNP). Ta’dib, 17(2), 91–101.
Badaruddin, A. (2015). Langkah awal sistem konseling pendidikan nasional: Analisis permendikbud no. 111 tahun 2014 tentang bimbingan dan konseling pada pendidikan dasar dan menengah. Jakarta: CV Abe Kreatifindo.
Barus, Z., Siagian, S., & Purba, S. (2016). Upaya peningkatan keterampilan dasar mengajar guru melalui supervisi klinis dengan pendekatan kolaboratif di smk negeri 1 berastagi kabupaten karo. Jurnal Manajemen Pendidikan Indonesia, 9(1), 63–75.
Blumberg, A. (1965). Teacher perceptions of supervisor-teacher interaction. Chicago: Midwest Administration Center.
Carroll, D. H. (1997). A Comparison of Clinical Supervision and Evaluation. Paper presented at the Annual Meeting of the Southwest Educational Research Association, Austin, January 23-26, 1-21.
Dalanggo, H. (2019). Strategi perencanaan supervisi akademik kepala madrasah. Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, Dan Budaya, 5(4), 381–388.
Daryanto & Rachmawati, T. (2015). Supervisi pembelajaran. Yogyakarta: Gava Media.
Flanders, N. A. (1970). Analyzing teaching behavior. Addison-Wesley series in education.
Hasan, Y. A. (2002). Pedoman pengawasan. Jakarta: CV Mekar Jaya.
Hasanah, M. L., & Kristiawan, M. (2019). Supervisi akademik dan bagaimana kinerja guru. Tadbir : Jurnal Studi Manajemen Pendidikan, 3(2), 97–111. https://doi.org/10.29240/jsmp.v3i2.1159
Jumadar, J. (2020). Supervisi akademik untuk meningkatkan kemampuan guru matematika dalam menggunakan model kooperatif tipe jigsaw di sekolah dasar. EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika, 8(2).
Kemendikbud. (2013). Permendikbud beban kerja guru kepala sekolah. Journal of Chemical Information and Modeling, 53(9), 1689–1699.
Kemendikbud. (2018). Permendikbud Nomor 15 Tahun 2018. E-Conversion - Proposal for a Cluster of Excellence, 5, 29–50.
Mahatika, A. (2020). Implementasi manajemen peserta didik dalam meningkatkan mutu pendidikan di sman 1 batusangkar.
Makawimbang, J. H. (2013). Supervisi klinis teori dan pengukurannya. Bandung: Alfabeta.
Maryono, D.-D. (2011). Teknik menjadi supervisor pendidikan. Yogyakarta: Ar Ruzz Media.
Miller, R., & Miller, K. (1987). Clinical supervision: History, practice, perspective. NASSP Bulletin, 71(503), 18–22.
Moleong, L. J. (2019). Metodologi penelitian kualitatif. Bandung: Penerbit Remaja Rosdakarya
Musianto, L. S. (2004). Perbedaan pendekatan kuantitatif dengan pendekatan kualitatif dalam metode penelitian. Jurnal Manajemen Dan Kewirausahaan, 4(2), pp-123.
Muslim, S. B. (2010). Supervisi pendidikan meningkatkan kualitas profesionalisme guru. Bandung: Alfabeta.
Mustofa, M. I., Chodzirin, M., Sayekti, L., & Fauzan, R. (2019). Formulasi model perkuliahan daring sebagai upaya menekan disparitas kualitas perguruan tinggi. Walisongo Journal of Information Technology, 1(2), 151–160.
Nasution, D. P., & Ahmad, M. (2018). Penerapan pembelajaran matematika realistik untuk meningkatkan kemampuan komunikasi matematis siswa. Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika, 7(3), 389–400.
Permata, A. (2015). Hubungan antara persepsi guru tentang supervisi kepala sekolah dan motivasi kerja terhadap kinerja guru di smk negeri 26 jakarta. Universitas Negeri Jakarta.
Sahertian, P. A., & Dasar, K. (2000). Teknik supervisi pendidikan dalam rangka pengembangan sumber daya manusia. Jakarta: Rineka Cipta.
Schugurensky, D., & Wolhuter, C. (2020). Global Citizenship Education in Teacher Education: Theoretical and Practical Issues. Taylor & Francis.
Sergiovanni, T. J. (1987). The principalship: A reflective practice perspective. ERIC.
Siregar, A. K. (2016). Pelaksanaan supervisi klinis dalam rangka meningkatkan prestasi belajar siswa di smp al-falah deltasari sidoarjo. Inspirasi Manajemen Pendidikan, 4(2).
Stake, R. E. (2005). Qualitative case studies. The Sage handbook of qualitative research, 3, 443-466
Sukarman, S. (2021). Penerapan supervisi akademik melalui pendekatan non direktif untuk meningkatkan kemampuan guru kelas sd mengelola pembelajaran kontekstual. Jurnal Ilmiah Pro Guru, 7(1), 26–32.
DOI: http://dx.doi.org/10.20527/jvk.v36i1.10313
Article Metrics
Abstract view : 522 timesPDF - 317 times
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2021 Vidya Karya
Indexed By

Vidya Karya is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.




.png)
.jpg)

