Pengembangan Bahan Ajar IPA Terpadu Berbasis Kearifan Lokal Di Lahan Basah

Ellyna Hafizah, Syubhan Annur, Rizky Febriani Putri

Abstract


Suitable teaching materials are teaching materials that can facilitate all the needs of students and are contextual. The availability of integrated science materials that were contextual, especially in wetlands, was still insufficient. Therefore, this research was carried out to develop a local wisdom-based integrated science teaching material on wetlands. This study aimed to describe the feasibility of teaching materials developed. This research wss the research development by using a modified four-D-models design (define, design, and develop).  The subjects of this study were junior high school students in Banjarmasin. The instruments used in this study are based on the validity sheet of teaching materials, questionnaires of student responses and test instruments of learning results. Based on the development and trial results, it was concluded that the integrated science-based teaching materials based on local wisdom in wetlands on energy material in living systems, temperatures and heat and environmental pollution were feasible. The results of other studies obtained were integrated science-based teaching materials based on local wisdom in wetlands that were applied using a guided inquiry learning model, capable of improving students' science process skills in good categories. The results of this study provided an idea that the teaching materials prepared by containing contextual learning elements in the form of local wisdom wetlands could be used as references in the science learning process.

Keywords: Development; Local Wisdom; Teaching Material; Wetlands

 

Bahan ajar yang baik adalah bahan ajar yang mampu memfasilitasi segala kebutuhan peserta didik (student need) dan bersifat kontekstual. Kenyataan yang ditemui adalah ketersediaan bahan ajar IPA terpadu yang bersifat kontekstual terutama di lahan basah masih belum mencukupi. Oleh karena itu, dilakukan penelitian dengan menyusun sebuah bahan ajar IPA terpadu berbasis kearifan lokal di lahan basah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kelayakan bahan ajar yang dikembangkan. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan menggunakan rancangan four-D-models yang dimodifikasi (define, design, and develop). Subjek penelitian ini adalah peserta didik SMP yang ada di Banjarmasin. Adapun instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa lembar validitas bahan ajar, angket respon peserta didik, dan instrumen tes hasil belajar.  Berdasarkan pada hasil pengembangan dan uji coba, maka diperoleh simpulan bahwa bahan ajar IPA terpadu berbasis kearifan lokal di lahan basah pada materi energi pada sistem kehidupan, suhu dan kalor, serta pencemaran lingkungan layak digunakan. Hasil penelitian lainnya yang diperoleh adalah bahan ajar IPA terpadu berbasis kearifan lokal lahan basah yang diterapkan menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing mampu meningkatkan keterampilan proses sains peserta didik dengan kategori baik. Hasil penelitian ini memberikan gambaran bahwa bahan ajar yang disusun dengan memuat unsur kontekstual learning berupa kearifan lokal lahan basah dapat dijadikan salah satu referensi dalam proses pembelajaran IPA di tingkat SMP.

Kata Kunci: Pengembangan; Kearifan Lokal; Bahan ajar; Lahan Basah


Full Text:

PDF

References


Akbar, S. (2013). Instrumen perangkat pembelajaran. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Ardan, A. (2016). The development of biology teaching material based on the local wisdom of timorese to improve students knowledge and attitude of environment in caring the preservation of environment. Internasional Journal of Higher Education, 5(3), 190–200.

Hake, R. R. (1999). Analyzing Change/Gain Score. https://web.physics.indiana.edu/sdi/AnalyzingChange-Gain.pdf

Hartini, S., Firdausi, S., Misbah, M., & Sulaeman, N. (2018). The development of physics teaching materials based on local wisdom to train saraba kawa character. Jurnal Pendidikan IPA Indonesia, 7(2), 130–137.

Hartini, S., Isnanda, M. F., Wati, M., Misbah, M., An’nur, S., & Mahtari, S. (2018). Developing a physics module based on the local wisdom of Hulu Sungai Tengah regency to train the murakata character. Journal of Physics: IOP Conference Series, 1088, 1–6.

Kalsum, U., Khalifah, M., & Ismail, M. (2018). Pengembangan modul pembelajaran Biologi materi ekosistem berbasis pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL). Lentera Pendidikan, 20(1), 97–109.

Kurniadi, R. (2018). Pengembangan bahan ajar pendidikan lingkungan berbasis kearifan lokal. Pendidikan Lingkungan dan Pembangunan Berkelanjutan, 19(2), 27–38.

Muhafid, E., Dewi, N., & Widiyatmoko, A. (2013). Pengembangan modul IPA terpadu berpendekatan keterampilan proses pada tema bunyi di SMP kelas VII. Unnes Science Educational Journal, 2(1), 140–148.

Puspita, A. (2017). Pengaruh penggunaan bahan ajar tematik berbasis lingkungan terhadap aktivitas dan hasil belajar siswa kelas II SDN III Tanggung. Dewantara, 3(1), 39–48.

Putro, R., Sarwanto, S., & Suparmi, S. (2018). Preliminary research pengembangan modul berbasis discovery learning pada materi dinamika rotasi untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis. Jurnal Pendidikan Biologi, 11(1), 45–50.

Salam, A., Miriam, S., Arifuddin, M., & Ihsan, I. (2016). Pengembangan bahan ajar berbasis lingkungan bantaran Sungai Barito untuk melatihkan keterampilan proses sains siswa. In Seminar Nasional Lahan Basah (pp. 648–688). Banjarmasin: LPPM.

Suyidno, S. (2011). Metedologi penelitian. Banjarmasin: Program Studi Pendidikan Fisika Jurusan Matematika dan Ilmu Alam Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lambung Mangkurat.

Wardani, W. (2016). Pengembangan perangkat pembelajaran IPA terpadu dengan setting inquiry laboratorium bermuatan content local genius untuk meningkatkan pemahaman konsep dan keterampilan proses sains siswa SMP. Tesis Magister. Universitas Pendidikan Ganesha. Tidak dipublikasikan.

Wati, M., & Misbah, M. (2020). Bahan ajar fisika berbasis kearifan lokal di lingkungan lahan basah. In Prosiding Seminar Nasional Lahan Basah, 5(1), 79–83.




DOI: http://dx.doi.org/10.20527/jvk.v36i2.10504

Article Metrics

Abstract view : 672 times
PDF - 432 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 Vidya Karya

Indexed By

   

Creative Commons License

Vidya Karya is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.