Distribusi Mn dan Cr Pada Profil Endapan Laterit Pulau Sebuku

Yasin Septian, Muhammad Kasim, Noviar Akase

Abstract


Di Indonesia, hal utama yang menjadi permasalahan dalam industri baja adalah, industri baja pada negara ini masih bergantung pada import bahan baku yang sangat tinggi. Hal inilah yang menyebabkan industri baja nasional sangat bergantung pada kondisi pasar baja dunia. Selain nikel (Ni), unsur lain yang berperan dalam bahan baku baja adalah unsur mangan (Mn) dan chromium (Cr). Analisis laboratorium dilakukan pada penelitian ini yaitu berupa analisis petrografi dan juga analisis geokimia. Berdasarkan hasil pengamatan secara megaskopis  pada sampel drilling, profil laterit yang berkembang pada daerah penelitian yaitu dari atas ke bawah di mulai dari limonit saprolite dan bedrock, dengan bedrock terdiri dari normal serpentinit dan brecciated serpentinit. Mineral serpentin grup yang terbentuk yaitu berupa lizardit, krisotil dan antigorit yang dimana mineral ini mengubah mineral ferromagnesia yang ada pada batuan ultramafik. Berdasarkan hasil analisis geokimia kedua Sampel tersebut pada zona limonit  memiliki kadar Cr yaitu 0.95 – 7.53 %.  Mn pada 0.23 – 1.21 %. Pada zona saprolit kadar Cr berkisar antara 0.59 – 2.27 % dan untuk kadar Mn yaitu 0.12 -0.54%. Sementara pada bedrock kadar Cr memiliki nilai 0.28 – 1. 52 % sedangkan unsur Mn berada pada nilai 0.11 – 0.17 %. Pengkayaan chromium dan mangan pada profil laterit daerah penelitian yaitu berada pada zona limonit yang bersamaan dengan kenaikan besi pada zona tersebut


Keywords


Chromium, Mangan, Serpentin, Laterit

Full Text:

PDF

References


P. Eko Prasetyo. 2010. Struktur Dan Kinerja Industri Besi Dan Baja Indonesia Tidak Sekuat Dan Sekokoh Namanya. JEJAK, Volume 3, Nomor 1

Ishlah, Teuku. 2009. Potensi Biji Besi Indonesia Dalam Kerangka Pengembangan Klaster Industri Baja. Perekayasa Madya Pusat Sumber Daya Geologi.

Rahardjo Binudi and Bintang Adjiantoro. 2014. Pengaruh Unsur Ni, Cr Dan Mn Terhadap Sifat Mekanik Baja Kekuatan Tinggi Berbasis Laterit. Majalah Metalurgi, V 29.1.2014, ISSN 0216-3188/ hal 33-40

H. Th. Verstappen. 2010. Indonesian Landforms and Plate Tectonics. Jurnal Geologi Indonesia, Vol. 5 No. 3 September 2010: 197-207

Nuay E.S., Astarita A.M. & Edwards K. 1985. Early Middle Miocene Deltaic Progradation in The Southern Kutai Basin. Proceeding of The Indonesian Petroleum Association 14th Annual Convention, h. 63-81.

Satyana, A.H. and Armandita, C. 2008. On the Origin of the Meratus Uplift, Southeast Kalimantan – Tectonic and Gravity Constraints : A Model for Exhumation of Collisional Orogen in Indonesia, Proceedings Indonesian Association of Geophysicists, 33rd Annual Convention and Exhibition, Bandung.

Nurhakim., M. Untung Dwiatmoko., Romla NH., Adip M. 2011. Identifikasi Potensi Endapan Bijih Besi Laterit Di Bagian Tengah Pulau Sebuku, Provinsi Kalimantan Selatan. INFO TEKNIK, Volume 12 No. 2.

Rosalendro Eddy Nugroh and Agung Jaka Raharja. 2022. Financial Analysis and Fast Tracking of Sponge Ferro Alloy Smelter Construction Project at PT Sebuku Iron Lateritic Ores in Sebuku Island, South Kalimantan.

Suriyanto Bakri and Edy Sanwani. 2019. Studi Transformasi Goetit Menjadi Hematit Secara Mekanokimia Untuk Benefisiasi Bijih Besi Laterit. Jurnal Teknologi Mineral dan Batubara Volume 15, Nomor 3 : 179 – 188.

Gao, J.M., Yan, Z.K., Liu, J., Zhang M. dan Guo, M., 2014. A novel hydrometallurgical approach to recover valuable metals from laterite ore. Hydrometallurgy, 150, pp.161–166.

Bambang Nugroho Widi. 2017. Potensi Endapan Laterit Kromit Di Daerah Dosay, Kabupaten Jayapura, Papua. Buletin Sumber Daya Geologi Volume 12 Nomor 2

Rustandi, E., Nila, E. S., Sanyoto, P., dan Margono, V., 1995. Peta Geologi Lembar Kotabaru, Kalimantan Skala 1 : 250.000, Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi: Bandung.

Vignaroli, Gianluca. Girolamo, B. Federicco, R. Bili, A. 2011. Linking rock fabric to fibrous mineralisation: a basic tool for the asbestos hazard. Nat. Hazards Earth Syst. Sci., 11, 1267–1280

Azer, M.K., and Stern, R.J., 2007. Neoproterozoic (835–720 Ma) serpentinits in the Eastern Desert, Egypt: Fragments of forearc mantle. Journal of Geology, 115(4): 457–472

Abdel-Aal M. ABDEL-KARIM., Mokhles K. AZER. and Shaimaa A. EL-SHAFEI. 2021. Petrology and Geochemistry of Some Ophiolitic Metaperidotites from the Eastern Desert of Egypt: Insights into Geodynamic Evolution and Metasomatic Processes. Acta Geologica Sinica (English Edition), 95(4): 1139–1157.




DOI: http://dx.doi.org/10.20527/jg.v11i1.18114

Article Metrics

Abstract view : 320 times
PDF - 120 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.