Efek Pemberian Ikan Saluang (Rasbora Spp.) Terhadap Kadar Kalsium Tulangtikus Putih (Rattus Norvegicus) Malnutrisi
Abstract
Abstract: Effect of giving saluang fish (rasbora spp.) on bone calcium of malnutried rat’s (rattus norvegicus). Malnutrition due to lack of calcium is vital especially in young age because it can damage body’s function. Calcium is source of bone’s development and play some role in motoric function. This research aims on analyzing the difference of calcium level in malnutrition rats and rats feeded with saluang fish. This is an experimental study with posttest only with control group design, consist of malnutrition (M) group, standard feeding (P) group, and saluang (S) group. The bone’s calcium level is measured using titrimetry method. The average result of bone’s calcium level are M=1,00 mg/gram, P=1,68 mg/gram, and S=1,23 mg/gram respectively. Kruskal-Wallis test shows a significant result (p<0,05). Mann-Whitney test shows the standard feeding group have the highest calcium level among other groups. This research concludes that giving saluang fish (Rasbora spp.) for 4 weeks can not repair the bone’s calcium level due to malnutrition if compared to standard feeding.
Keywords : saluang fish, bone’s calcium level, malnutrition.
Abstrak: Efek pemberian ikan saluang (rasbora spp.) terhadap kadar kalsium tulang tikus putih (rattus norvegicus) malnutrisi. Malnutrisi akibat kurangnya asupan kalsium yang sangat dibutuhkan terutama usia dini dapat mengganggu berbagai fungsi tubuh. Fungsi kalsium bagi tubuh adalah sebagai nutrisi untuk pertumbuhan tulang, serta menunjang perkembangan fungsi motorik agar lebih optimal dan berkembang dengan baik. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis perbedaan kadar kalsium tulang tikus putih malnutrisi yang diberi ikan saluang dan yang tidak diberi ikan saluang. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan posttest-only with control group design, terdiri dari kelompok malnutrisi (M), kelompok pemberian ikan saluang (S), kelompok pemberian pakan standar (P) yang diukur dengan menggunakan metode titrimetri. Rerata kadar kalsium tulang masing-masing kelompok adalah 1,00 mg/gram tulang, 1,23 mg/gram tulang, dan 1,68 mg/gram tulang. Uji Kruskal-Wallis menunjukkan perbedan signifikan (p<0,05). Uji Mann Withney menunjukkan pada kelompok pakan standar memiliki kadar kalsium tulang yang lebih tinggi dibandingkan dengan saat malnutrisi. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dapat diambil kesimpulan bahwa pemberian ikan saluang (Rasbora spp.) selama 4 minggu tidak berpengaruh secara bermakna terhadap peningkatan kadar kalsium tulang tikus putih malnutrisi dibandingkan dengan pakan standar.
Kata-kata kunci: ikan saluang, kalsium tulang, malnutrisi
Full Text:
PDFReferences
World Health Organization. World Health Stat Q 2013. 2013.
Kemenkes RI. Riset kesehatan dasar 2013. Jakarta, 2013.
Kemenkes RI. Riset kesehatan dasar 2010. Jakarta, 2010.
Bappenas. Rencana aksi nasional pangan dan gizi 2011-2015. Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS). Jakarta. 2011.
Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Kalimantan Selatan. Tingkat konsumsi ikan di Kalimantan Selatan. Banjarmasin. 2010.
Suptijah P, Jacoeb AM, Deviyanti M. Karakterisasi dan biovailabilitas nanokalsium cangkang udang vannamei (Litopenaeus vannamel). Jurnal Akuatika. 2012;3(1):63-73.
Laus MF, Vales LDMF, Costa TMB, Almeida SS. Early postnatal protein-calorie malnutrition and cognition : a review of human and animal studies. Intl J Environ Res Public Health. 2011;8:590-612.
Yunanto A, Sanyoto DD, Noor MS, Oktaviyanti IK. Pengembangan potensi ikan saluang (Rasbora spp.) sebagai sumber nutrisi yang meningkatkan memori spasial dan ekspresi peroxisome proliferator activated receptor (PPAR) otak : studi eksperimental pada tikus Rattus novergicus. Penelitian unggulan perguruan tinggi Universitas Lambung Mangkurat. 2014.
Smith JB, Mangkowidjojo S. Pemeliharaan, pembiakan dan penggunaan hewan percobaan di daerah tropis. Jakarta: UI Press, 1988.
Krisnansari D. Nutrisi dan gizi buruk. Mandala of Health. 2010;4(1):60-68.
Persatuan Pelajar Indonesia Jepang (PPI Jepang). Diversifikasi solusi energi: solusi krisis. INOVASI. 2005;5:0917-8376.
Fitriani NLC, Walanda DK, Rahman N. Penentuan kadar kalium (K) dan kalsium (Ca) dalam labu siam (Sechium Edule) serta pengaruh tempat tumbuhnya. J. Akad. Kim. 2012;1(4):174-180.
Logesh AR, Pravinkumar M, Raffi SM, Kalaiselvam M. Calcium and phosphorus determination in bones of low value fishes, Sardinella longiceps (Valenciennes) and Trichiurus savala (Cuvier), from Parangipettai, Southeast Coast of India. Asian Pac J Trop Dis. 2012;S254-S256.
Siki K. Osteoporosis patogenesis diangnosis dan penanganan terkini. Jurnal penyakit dalam. 2009;10(2).
Sabri M. Aktivitas etanol batang sipatah-patah (Cissus quadrangula salisb) sebagai antiosteoporosis pada tikus (Rattus norvegicus) [thesis]. Pascasarjana IPB, Bogor;2011.
Ganong WF. Buku ajar fisiologi kedokteran. Edisi 22. Jakarta:EGC;2008.
Ross AC, Abrams SA, Aloia JF, et al. Dietary reference intake for calcium and vitamin D. Natl Acad Sci. 2011;1-4.
Ginayah M, Sanusi H. Hiperkalsemia. CDK. 2011;38(3):191-196.
Setyorini A, Suandi IKG, Suryawan WB. Pencegahan osteoporosis dengan suplementasi kalsium dan vitamin D pada penggunaan kortikosteroid jangka panjang. Sari Pediatri. 2009;11(1):32-38
Kurniawan LA, Atmomarsono U, Mahfudz LD. Pengaruh berbagai frekuensi pemberian pangan dan pembatasan pakan terhadap pertumbuhan tulang ayam boiler. Agromedia. 2012;30(2):14-22.
Noor AM. Aspek reproduksi ikan saluang (Rasbora spp.) yang tertangkap di perairan Sungai Barito Desa Bantul Kecamatan carbon Kabupaten DATI II Batola. Banjarbaru. Fakultas perikanan, 1993.
Elrifadah, Rimalia A. Aspek reproduksi ikan saluang (Rasbora spp.) yang tertangkap di perairan Sungai Batang Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan. Media Sains. 2013; 5(1): 1-5.
Anonymous. Rattus norvegicus. Cited 2015 Mar 10. Available from : http://en.wikipedia.org/wiki/Rattus_norvegicus.
Tony, W. Jenis pakan ternak. 2011 [cited 2015 Mar 30]. Available from: http://wonokoyo-toni.blogspot.com/2011/12/jenis-pakan-ternak.html
Illiandri O, Widjajanto E, Mintaroem K. Moringa oleifera meningkatkan fungsi memori spasial pada tikus model kurang energi protein. Jurnal Kedokteran Brawijaya. 2010; 26(1): 28-31.
Dewan Standarisasi Nasional. SNI tepung ikan bahan baku pakan D.D. Jakarta, 2009.
Khopkar SM. Konsep dasar kimia analitik. Jakarta: UI Press, 2003.
Trilaksani W, Salamah E, Nabil M. Pemanfaatan limbah ikan tuna (Thunnus sp.) sebagai sumber kalsium dengan metode hidroisis protein. Buletin Teknologi Hasil Perikanan. 2006;2(9):34-44.
Hussein HS, Campbell JM, Bauer LL, et al. Selected fructooligosaccharide composition of pet-food ingredient. J. Nutr. 1998;128:2803S-28050S.
Ohta A, Baba S, Adachi T, Sakata T, Sakaguchi E. Calcium and magnesium absorption from the colon and rectum are increased in rats fed fructooligosaccharides. J. Nutr. 1995:125:2417-2424.
Ohta A, Motohashi Y, Ohtsuki M, Hirayama M, Adachi T, Sakuma K. Dietary fructooligosaccharides change the concentration of calbindin-D9k differently in the mucosa of the small and large intestine of rats. J. Nutr. 1998;128:934-939.
Anita CM, Anthony WN. Effects of sodium butyrate on 1,25-dihydroxyvitamin D3 receptor activity in primary chick kidney cells. Mol. Cell. Endocrinol. 1992;84:99-107.
Untoro J, Karyadi E, Wibowo L, Erhard MW, Gross R. Multiple micronutrient supplements improve micronutrient status and anemia but not growth and morbidity of Indonesian infant: a randomized, double blind, placebo-controlled trial. J. Nutr. 2005;135:639S-645S.
Kusharto CM. Serat makanan dan peranannya bagi kesehatan. Jurnal gizi dan pangan. 2006;1(2):45-54.
Hidayati L, Hadi A, Kumara A. kekurangan gizi dan energy merupakan factor risiko kejadian stunted pada anak usia 1-3 tahun yang tinggal di wilayah kumuh perkotaan Surakarta. Jurnal Kesehatan. 2010;1(3):89-104.
Almatsier S. Prinsip dasar ilmu gizi. Jakarta:Gramedia Pustaka Utama;2002.
Krummel B. Nutrition in women’s health. New York:Aspen Publ;1996.
Fikawawi S, Syafiq A, Puspasari P. Faktor-faktor yang berhubungan dengan asupan kalsium pada remaja di kota Bandung.
Llioyd T, Petit MA, Lin HM, Beck TJ. Lifestyle factors and the development of bone mass and bone strength in young women. J Pediatr. 2004;144:776-82.
DOI: http://dx.doi.org/10.20527/jbk.v12i1.358
Article Metrics
Abstract view : 1864 timesPDF - 1868 times
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2016 Jurnal Berkala Kedokteran
Indexed by :

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.





