Efektifitas Pyriproxyfen terhadap Larva Aedes aegypti yang Diambil dari Wilayah Banjarmasin Timur

Ali Akbar, Istiana Istiana, Nelly Al Audhah

Abstract


ABSTRACT: Dengue Haemorraghic Fever disease (DHF) is dangerous contagious disease which is caused by dengue virus which is brought by Aedes aegypti mosquito. Controling DHF depends on the control of the mosquito and its larvae. One of alternative larvacide that can control Aedes aegypti larvae is larvacide with active ingredient pyriproxyfen as Insecth Growth Regulator (IGR) which does not influece the hygiene of water, safety and does not increase the resistancy. The purpose of the study is to study and calculate efficacy of an IGR pyriproxyfen against Aedes aegypti larvae which was only collected from East Banjarmasin. The research is an experimental research that used seven kind dozes of IGR: follows 0,1 ppm, 0,05 ppm, 0,01 ppm, 0,008 ppm, 0,005 ppm, 0,003 ppm, and control. Each doze used four replications. The research results showed that IGR was effective to kill more than 70% larvae after seven days. The results of probit analysis were 0,001 ppm ana 0,065 ppm to kill 50% and 90% larvae.

 

Keywords: Dengue Haemorraghic Fever, pyriproxyfen, Aedes aegypti

 

ABSTRAK: Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit menular berbahaya yang disebabkan oleh virus dengue yang dibawa oleh nyamuk Aedes aegypti. Pengendalian DBD bergantung pada pengendalian nyamuk dan larvanya. Salah satu larvasida alternatif yang dapat digunakan untuk mengendalikan larva nyamuk Aedes aegypti adalah larvasida yang berbahan aktif pyriproxyfen dan berasal dari golongan Insect Growth Regulator (IGR) yang tidak mempengaruhi kebersihan air, aman, dan tidak meningkatkan resistensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menghitung efikasi IGR berbahan aktif pyriproxyfen terhadap larva Aedes aegypti yang berasal dari Kecamatan Banjarmasin Timur. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental yang menggunakan tujuh macam dosis 0,1 ppm, 0,05 ppm, 0,01 ppm, 0,008 ppm, 0,005 ppm, 0,003 ppm, dan kontrol. Setiap dosis menggunakan empat kali pengulangan. Hasil penelitian menunjukan bahwa IGR efektif untuk membunuh 70% larva uji setelah tujuh hari pemaparan. Berdasarkan analisis probit dosis yang diperlukan untuk membunuh 50% (LC50) dan 90%(LC90) larva uji adalah berturut-turut sebesar 0,001 ppm dan 0,065 ppm.

 

Kata kunci : Demam Berdarah Dengue,  pyriproxyfen, Aedes aegypti

Full Text:

PDF

References


Depkes RI. Kajian Masalah Kesehatan Demam Berdarah Dengue. Badan Litbang dan Pegembangan Kesehatan. Jakarta, 2005.

Indrawan. Mengenal dan mencegah demam berdarah. Pionir Jaya, Bandung. Bandung, 2001.

Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan. Profil kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan tahun 2013. Banjarmasin, 2013.

Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin. Kasus demam berdarah di kota Banjarmasin Tahun 2003-2013. Banjarmasin, 2013.

Suwarsono, H. Laporan penelitian berbagai cara pemberantasan larva Aedes aegypti. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Departemen Kesehatan RI Salatiga, 2005.

Ambarwati, Darnoto S, dan Astuti D. Fogging sebagai upaya untuk memberantas nyamuk penyebar demam berdarah di Dukuh Tuwak Desa Gonilan, Kartasura, Sukoharjo. WARTA 2006; 9(2) : 130-138.

Gafur A, Mahrina, Hardiansyah. Kerentanan larva Aedes aegypti dari Banjarmasin Utara terhadap temefos. Bioscientiae 2006; 3(2) : 73-82.

Sihuincha M, Elvira ZP, Wagner OR, et al. Potential use of pyriproxyfen for control of Aedes aegypti (Diptera: Culicidae) in Iquitos, Peru. J. Med. Entomology 2005; 42(4): 620-630.

World Health Organization. Dengue guidelines for diagnosis, treatment, prevention and control. 2009.

Hariadi. Dampak pemberian pyriproxyfen terhadap Aedes aegypti vektor demam berdarah dengue di Daerah Istimewa Yogyakarta. Tesis. Universitas Gadjah Mada, 2008.

Borror DJ and Delong DM. An Introduction to the study of insect. USA Library of Congres, Catalog Card. 1954; 55: 53-98.

Solomon KR, and Evans AA. Activity of juvenil hormone mimics in egg-laying ticks. J. Medical. Entomology. 1997; 14 : 433-436.

Maharani A dan Handayani FD. Insect Growth Regulator (IGR) terhadap larva Aedes aegypti di laboratorium. Profesi Medika 2005; 5: 67-75.

Munif A. Pengaruh residu pyriproxyfen 0,5% terhadap pertumbuhan larva Aedes aegypti pada berbagai simulasi wadah air formula tepung pada berbagai instar larva Aedes aegypti di laboratorium. Cermin Dunia Kedokteran 1997; 119: 42-6.

Alfiah S, Astri MIP, Damar TB. Uji efikasi larvasida berbahan aktif pyriproxyfen sebagai Insect Growth Regulator (IGR) terhadap larva Anopheles aconitus di Laboratorium. Jurnal Vektora. 2005; 2(1).




DOI: http://dx.doi.org/10.20527/jbk.v10i1.928

Article Metrics

Abstract view : 1473 times
PDF - 0 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2016 Jurnal Berkala Kedokteran

Indexed by :

          

 

 

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

joomla
visitors View My Stats