Hubungan Riwayat Malaria Sebelumnya dengan Kejadian Malaria Berdasarkan Hapusan Darah Pendonor di PT Pama Kecamatan Kintap

Wahyu Aditia Husada Putera, Nelly Al Audhah, Istiana Istiana

Abstract


ABSTRACT: Malaria is a disease that is caused by the Plasmodium genus and still become a problem around the world due to high mortality and morbidity. Several types of Plasmodium sp can be transmitted through blood transfusion. The aim of this study was to determine the relationship between history of previous malaria exposure with the event of malaria through donor’s blood smear at PT Pama Kintap subdistrict, Tanah Laut district. It was a survey of analytic-deskriptive study that performed on blood donors by using a questionnaire to see a history of previous malaria, and a smear of blood transfusion donors to see the Plasmodium sp in the blood transfusion. Sample of the research used total sampling method and gained 46 samples. The result was 4 (8.7%) had a previous history of malaria, and 2 (4.3%) was found some Plasmodium sp from their transfusion blood smear. Statistical analyisis used Fischer test, showed p value = 0.006 (p <0.05) which means there is a significant relation between a history of previous malaria exposure with the event of malaria through donor’s blood smear at malaria’s endemic region.

 

Keywords: history of malaria, incident of malaria, blood donor

 

ABSTRAK: Malaria adalah penyakit yang disebabkan oleh Plasmodium dan masih menjadi masalah di seluruh dunia karena angka morbiditas dan mortalitas yang tinggi. Beberapa jenis Plasmodium sp dapat ditularkan melalui transfusi darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan riwayat penyakit malaria sebelumnya dengan kejadian malaria berdasarkan hapusan darah pendonor di PT Pama kecamatan Kintap di kabupaten Tanah Laut. Penelitian ini bersifat survey analitic-descriptive yang dilakukan pada pendonor darah dengan menggunakan kuesioner untuk melihat riwayat malaria sebelumnya, dan hapusan darah transfusi pendonor untuk melihat adanya Plasmodium sp. Sampel penelitian menggunakan teknik total sampel dan mendapatkan 46 pendonor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 4 orang (8,7%) memiliki riwayat malaria sebelumnya, dan 2 orang (4,3%) ditemukan plasmodium dalam hapusan darah transfusinya. Analisis statistik menggunakan uji Fischer mendapatkan p value = 0,006 ( p < 0,05) yang menunjukkan ada hubungan yang bermakna antara riwayat malaria sebelumnya dengan kejadian malaria melalui hapusan darah transfusi pendonor.

 

Kata-kata kunci: riwayat malaria, kejadian malaria, donor darah


Full Text:

PDF

References


Harijanto PN, Sudoyo AW, Setiyohadi B, dkk. Buku ajar ilmu penyakit dalam. Jakarta : Interna Publishing, 2009.

Kazwaini M, dan Martini S. Tempat perindukan vektor, spesies nyamuk anopheles, dan pengaruh jarak tempat perindukan vektor nyamuk anopheles terhadap kejadian malaria pada balita. Jurnal Kesehatan Lingkungan 2006; 173-182.

Abanyie FA, Arguin PM, Gutman J. State of malaria diagnostic testing at clinical laboratories in the united states, 2010: a nationwide survey. Malaria Journal 2011; 10: 340.

Gool TV, Marlies EVW, Rob K. A simple and fast method to exclude high Plasmodium falciparum parasitaemia in travelers with imported malaria. Malaria Journal 2011; 10:300.

Wurts N, Khadijetou ML, Herve B. Vivax malaria in Mauritania include infection of a Duffy-negative individual. Malaria Journal 2011; 10:336.

Agoobola TF, Ajayi BM, Adeleke MA, et al. Prevalence of malaria parasite among blood donors in Lagos University teaching hospital, Lagos Nigeria. Annals of Biological Research 2010; 1: 72-75.

Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Riset kesehatan dasar 2010; (online), (http://www.riskesdas.litbang.depkes.go.id/), diakses tanggal 6 Desember 2012).

Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Profil kesehatan provinsi Kalimantan Selatan 2006; (online), (http://www.depkes.go.id/), diakses tanggal 6 Desember 2012).

Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Profil kesehatan Kabupaten Tanah Laut 2008; (online), (http://www.depkes.go.id/), diakses tanggal 6 Desember 2012.

Ceuster W, Barry Smith. Malaria diagnosis and the Plasmodium life cycle: the BFO Persfective; (online), (http://www.cdc.gov/), diakses tanggal 18 Desember 2012).

Eckhoff PA. A malaria transmission-directed model of mosquito life cycle and ecology. Malaria Journal 2011; 10: 303.

Zulhasril RH. Parasitologi kedokteran. Jakarta : Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 1998.

Zaman V. Atlas parasitologi kedokteran. Terjemahan oleh Chairil Anwar, Yandi Mursal. Jakarta :Hipokrates, 1997.

Marliah S, Lukman H. Hubungan faktor penularan dengan kejadian malaria pada pekerja migrasi yang berasal dari Kecamatan Lengkong Kabupaten Sukabumi. Aspirator 2011; 3: 89-99.

Pribadi W. Aspek imunologis malaria. Kumpulan makalah bagian I. Kongres ilmu kesehatan anak ke-VI. 1984 : 98-108

White N J. Determinants of relaps periodicity in Plasmodium vivax malaria. Mahidol Oxford Tropical Medicine Research Unit. Faculty of Tropical Medicine, Mahidol University, Bangkok. 2011; 10: 297.

Nasrul A. Malaria melalui transfusi. Subdivisi Bagian Tropik dan Infeksi Bagian Ilmu Penyakit Dalam. FK Unand/RS DR M Djamil, Padang. 2010.

Marks M E, Amstrong M, Suvan M M, et al. Severe imported falciparum malaria among adults requiring intensive care: a retrospective study at the hospital for tropical diseases, London. BMC Infectious Diseases 2013; 13: 118




DOI: http://dx.doi.org/10.20527/jbk.v10i1.930

Article Metrics

Abstract view : 1161 times
PDF - 0 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2016 Jurnal Berkala Kedokteran

Indexed by :

          

 

 

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

joomla
visitors View My Stats