Hubungan Kejadian Premenstrual Syndrome (PMS) dengan Kejadian Insomnia pada Mahasiswi Fakultas Kedokteran Unlam Banjarmasin: Kajian pada Mahasiswi Program Studi Pendidikan Dokter (PSPD) Angkatan 2010-2012
Abstract
ABSTRACT: Pre Menstrual Syndrome (PMS) is a set of physical, psychological and emotional symptoms within, 7-10 days prior to menstruation. Some epidemiological studies showed that PMS are common in women of reproductive women, including university student. A variety of symptoms such as anxiety, fatigue, concentrating difficulty, lack of energy, headaches, abdominal pain, and other symptoms, including insomnia can be found in women who suffered from PMS. This research was aimed to analyze the association between PMS and insomnia within school of medicine students. It was an observational analytic study with cross - sectional approach. The population was 58 female students who met the inclusion criteria. Insomnia was assessed by Insomnia Rating Scale questionnaire. The result showed that 7 students with PMS having insomnia (29.16 %), 17 students with PMS having no insomnia (70.84 %), 5 students without PMS having insomnia (14.70 %), and 29 students with no PMS having no insomnia (85.30 %). The data were analyzed statistically by using chi-square test with 95% confidence interval. The p value was 0.184. It could be concluded that there is no significant association between PMS and insomnia in School of Medicine students of Lambung Mangkurat University.
Key words : PMS, insomnia, students, School of Medicine
ABSTRAK: Pre Menstrual Syndrome (PMS) merupakan kumpulan gejala fisik, psikologis dan emosi yang biasanya terjadi 7-10 hari sebelum menstruasi. Studi epidemiologi menunjukkan bahwa gejala PMS banyak ditemukan pada wanita usia reproduksi, termasuk salah satunya adalah mahasiswi. Berbagai gejala seperti cemas, lelah, susah konsentrasi, hilang energi, sakit kepala, sakit perut, dan gejala lainnya, termasuk insomnia dapat ditemui pada wanita yang mengalami PMS. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kejadian PMS dengan kejadian insomnia pada mahasiswi PSPD FK UNLAM. Penelitian ini adalah penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah 58 mahasiswi PSPD FK UNLAM yang memenuhi kriteria inklusi. Kejadian insomnia ditentukan dengan menggunakan kuesioner Insomnia Rating Scale. Dari kuesioner didapatkan data mahasiswi PMS dengan insomnia sebanyak 7 orang (29,16%), mahasiswa PMS tanpa insomnia sebanyak 17 orang (70,84%), mahasiswa non PMS dengan insomnia sebanyak 5 orang (14,70%), dan mahasiswa non PMS tanpa insomnia sebanyak 29 orang (85,30%). Hasil analisis statistik menggunakan uji chi-square dengan tingkat kepercayaan 95% menunjukkan nilai p = 0,184. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan yang bermakna antara kejadian PMS dengan kejadian insomnia pada mahasiswi penderita PMS PSPD FK UNLAM.
Kata kunci: PMS, insomnia, mahasiswi, PSPD FK UNLAM
Full Text:
PDFReferences
Anwar M. Ilmu kandungan. Jakarta: PT Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo, 2011.
Bakhasni NM, Mousavi MN, Khodabandeh G. Prevalence and severity of premenstrual symptoms among Irian female university students. Journal of the Pakistan Medical Association 2009; 59: 205-208.
Balaha MH, El Monem MA, Al Moghannum MS et al. The phenomenology of premenstrual syndrome in female medical students: a cross sectional study. Pan African Medical Journal 2010; 5: 1-14.
Daniel MC, Ghislane C. The Premenstrual syndrome revisited. European Journal Of Obstetrics and Gynecology and Reproductive Biology 2007; 130: 4-17.
Mahmoodi Z, Shahpoorian F, Bastani F et al. The pravelence and severity of premenstrual syndrome (PMS) and it’s associated signs and symptoms among college students. Australian Journal of Basic and Applied Sciences 2010; 4(8): 3005-3009.
Sitwat Z, Abid Azhar, Arif A et al. Premenstrual syndrome (PMS) and prevalence among university students in Karachi, Pakistan. International Research Journal of Pharmacy 2013; 4: 1130-116.
Hapsari DN. Hubungan sindroma pramenstruasi dan insomnia pada mahasiswi fakultas kedokteran universitas sebelas maret Surakarta. Skripsi. Surakarta. Universitas Negeri Sebelas Maret Surakarta, 2010.
Nurmalasari Y, Hidayanti L, Setioyono A. Kebiasaan konsumsi pangan sumber kalsium, magnesium, dan kejadian premenstrual syndrome (pms) pada remaja putri di SMA Negeri 5 Tasikmalaya tahun 2013. Karya Tulis Ilmiah. Bandung. Univesitas Siliwangi, 2013.
Suparman E. Premenstrual syndrome. Jakarta: EGC, 2012.
Benson RC, Pernoll ML. Buku saku obstetri dan ginekologi. Jakarta: EGC, 2009.
Lakshmi M, Saraswathi I, Saravana A et al. Prevalence of premenstrual syndrome and dysmenorrhoea among female medical students and its association with college absenteeism. International Journal of Biological & Medical Research, 2011; 2(4): 1011 -1016.
Lee CY, Low LP, Twinn S. Older patients experiences of sleep in the hospital: disruptions and remedies. The Open Sleep Journal. 2008; 1: 29-33.
Daniel J, Buysse MD, Germain A et al. Insomnia. The Journal of Lifelong Learning in Psychiatry 2005; 3; 4.
Ozturk S, Tanriverdl D, Ercl B. Premenstrual syndrome and management behaviours in Turkey. Australian Journal of Advanced Nursing 2006; 28: 1-3.
Morin C. Insomnia: prevalence, burden, and consequens. The Canadian Sleep Society 2012; 1: 1-6.
Pandey Ak, Tripathi AK, Goswami S et al. Prevalence of psychological and physical symptoms of pre-menstrual syndrome in female students. Archive of Pharmacy Practice 2013; 4: 47-49.
Tikotzky L, Sadeh A. Sleep problems during adolescence: links with daytime functioning. Beer-Sheva: Nova Science Publishers, Inc., 2012.
Buysse, D. J. (2004). Insomnia, depression, and aging: Assessing sleep and mood interactions in older adults. Geriatrics, 59, 47-51.
Inam SNB, Saqib A, Alam E. Prevalence of anxiety and depression among medical students of private university. J Pak Med Assoc 2003; 53: 44-47.
Holly J R, Murray B S, Shay LB et al. Relationship of anxiety disorders, sleep quality, and functional impairment in a community sample. Journal of Psychiatric Research 2009; 43:926–933.
Haryono A. Hubungan karakteristik mahasiswa dengan tingkat gejala anxietas pada mahasiswa program studi pendidikan dokter Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura angkatan 2006, 2007, 2008, dan 2009. Skripsi. Pontianak. Universitas TanjungPura, 2011.
Jadoon NA, Yaqoob R, Raza A et al. Anxiety and depression among medical students: A cross-sectional study. J Pak Med Assoc 2010; 60:699-702.
Radknowledge. Insomnia dan gangguan tidur lainnya. Jakarta : ECG, 2004.
Asmika, Utami YW, Choiria A. Hubungan siklus menstruasi dengan tingkat insomnia pada mahasiswi jurusan ilmu keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya Malang. Tesis. Malang. Universitas Brawijaya, 2013.
DOI: http://dx.doi.org/10.20527/jbk.v10i1.933
Article Metrics
Abstract view : 1194 timesPDF - 212 times
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2016 Jurnal Berkala Kedokteran
Indexed by :

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.





