Hubungan Aktivitas Pendonor dengan Kejadian Malaria Berdasarkan Hapusan Darah Pendonor di PT. Pama Kecamatan Kintap

Barra Gerry Prakoso, Nelly Al Audhah, Istiana Istiana

Abstract


ABSTRACT: Malaria is most disease caused by plasmodium in the bloodstreams. Plasmodium be carried in the bloodstreams from Anopheles mosquito bites. Transmission of malaria depending on the level of immunity. Malaria symptoms are high fever, anemia, and enlargement of the spleen. The incident of malaria determined by exposed of malaria as a carrier of disease. The aim of this research was to figure out the relationship activity donors with the incident of malaria at endemic areas and counting of the incident of malaria on donors by smear of blood transfusion. It was a descriptive analytic study with cross-sectional approach. All subjects were 46 persons at August 2013. The data were analyzed by chi-square test statistics with 95 % confidence interval. The result showed infected with malaria 4,34%, Most activity there daytime were 87%, indoor activities were 58,7%, long-time activity >6 hours 58,7%. Based on the uji fisher statistic analysis, it could be concluded that there is no relationship between kind of activity (p=0,165) and time of activity (p=0,246) about the incident of malaria based blood smear at PT. PAMA Kecamatan Kintap

 

Key words: activity, incident of malaria, donors.

 

ABSTRAK: Malaria adalah penyakit yang sebagian besar penyebabnya adalah Plasmodium yang berada di dalam aliran darah. Plasmodium dibawa ke aliran darah dari gigitan nyamuk Anopheles. Penularan malaria tergantung dari tingkat imunitas. Malaria ditandai dengan demam tinggi, anemia, dan pembesaran limpa. Terjadinya penyakit malaria ditentukan oleh seberapa besar kemungkinan kontak dengan nyamuk sebagai vektor pembawa penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan Aktivitas pendonor dengan kejadian Malaria di daerah endemis malaria dan menghitung angka kejadian malaria berdasarkan hapusan darah pendonor. Penelitian ini bersifat observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Subyek penelitian sebanyak 46 orang pada periode Agustus 2013. Analisis data menggunakan uji statistik Chi-squere dengan tingkat kepercayaan 95 %. Hasil penelitian menunjukkan angka kejadian malaria sebanyak 4,34%. Aktivitas terbanyak terdapat pada siang hari 87%, aktivitas di luar ruangan 58,7%, lama aktivitas >6 jam 58,7%. Berdasarkan analisis statistik uji fischer dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan bermakna untuk jenis aktivitas (p= 0,165) dan waktu aktivitas (p= 0,246) terhadap kejadian malaria berdasarkan hapusan darah pendonor di PT. PAMA Kecamatan Kintap.

 

Kata-kata kunci: aktivitas, kejadian malaria, pendonor


Full Text:

PDF

References


Kazwaini M, Martini S. Tempat perindukan vektor, spesies nyamuk Anopheles, dan pengaruh jarak tempat perindukan vektor nyamuk Anopheles terhadap kejadian malaria pada balita. Jurnal Kesehatan Lingkungan 2006; 2(2) 173-182.

Kementrian Kesehatan RI. Buletin jendela data dan informasi Kesehatan 2011.

Hiswani. Gambaran penyakit dan vektor malaria di Indonesia. Skripsi. FKM Universitas Sumatera Utara 2004.

Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Riset Kesehatan Dasar 2010.

Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Profil kesehatan provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2006.

Departemen Parasitologi FK Universitas Sumatera Utara, Medan. Gejala dan tanda klinis malaria di daerah endemis. Majalah Kedokteran Indonesia 2008; 58(6) 211-215.

Dinas Kesehatan Kabupaten Tanah Laut. Profil Kesehatan Kabupaten Tanah Laut Tahun 2008.

Ernawati K, Soesilo B, Duarsa A. Hubungan faktor risiko individu dan lingkungan rumah dengan malaria di Punduh Pedada Kabupaten Pesawaran Provinsi Lampung Indonesia 2010. Makara Kesehatan 2011; 15 (2) 51-57.

Kitchen, Chiodini PL, Malaria and blood transfusion. Blackwell Publishing Vox Sanguinis 2006; 90: 77-84.

Honrado RE, Fungladda W. Social and behavioral risk factors related to malaria in Southest Asian Countries. Microbiol Infect Dis 1994; 23(2): 76-80.

Zulaikha TS, Etika RD, Mashoedi DI. Faktor perilaku yang berpengaruh terhadap kejadian malaria di daerah endemis malaria. Sains Medika 2011; 3(2): 168-184.

Laishram D, Sutton LP, Nanda N, et al. The complexities of malaria disease manifestations with a focus on asymptomatic malaria. Malaria Journal 2012: 11-29

Ceuster W, Barry S. Malaria diagnosis and the plasmodium life cycle: the BFO persfective 2011.

Abanyie FA, Arguin PM, Gutman J. State of malaria diagnostic testing at clinical laboratories in the united states, 2010: a nationwide survey. Malaria Journal 2011; 10: 340.

Staf Pengajar Departemen Parasitologi FKUI. Buku ajar parasitologi kedokteran. Jakarta: Departemen Parasitologi FK UI, 2009.

Saeed AA, Al Rasheed AM, Al Nasser I, et al. Malaria screening of blood donors in Saudi Arabia. Annals of Saudi Medicine 2002; 22: 5-6.

Eckhoff PA. A malaria transmission-directed model of mosquito life cycle and ecology. Malaria Journal 2011; 10: 303.

Harmendo. Faktor risiko kejadian malaria di wilayah kerja puskesmas kenanga Kecamatan sungai iliat Kabupaten Bangka. Tesis. Semarang. Universitas Diponegoro Semarang, 2008.

Korgaonkar SN, Kumar A, Yadav SR, et al. Mosquito biting activity on humans & detection of Plasmodium falciparum infection in Anopheles stephensi in Goa, India. Indian J Med Res 2012; 135: 120-126

Asniar A, Ishak H, Wahid I. Konfirmasi entomologi kasus malaria pada sepuluh wilayah Puskesmas di Kabupaten Bulukumba. Tesis. Makassar. Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin, Makassar, 2012

Rahmawati LS, Nurjazuli, Raharjo M. Evaluasi manajemen lingkungan pengendalian vektor dalam upaya pemberantasan penyakit malaria di Kota Ternate. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia 2012; 11(2) 172-181

Reddy RM, Overgaard JH, Abaga S, et al. Outdoor host seeking behaviour of Anopheles gambiae mosquitoes following initiation of malariavector control on Bioko Island, Equatorial Guinea. Malaria Journal, 2011;10:184

Ambarningrum BT. Nyamuk Anopheles sp sebagai vektor penyakit malaria. Tesis. Laboratorium Entomologi-Parasitologi Fakultas Biologi Unsoed, 1999

Adryanto TFA. Hubungan kepatuhan menggunakan kelambu berinsektisida dengan kejadian penyakit malaria di Kabupaten Sikka Propinsi Nusa Tenggara Timur. Tesis. Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat, 2009

Santi Marliah HR. Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian malaria pada penduduk Kecamatan Lengkong Kabupaten Sukabumi yang pernah bermigrasi. Skripsi. Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat, 2012




DOI: http://dx.doi.org/10.20527/jbk.v10i12.963

Article Metrics

Abstract view : 1489 times
PDF - 0 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2016 Jurnal Berkala Kedokteran

Indexed by :

          

 

 

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

joomla
visitors View My Stats