KEARIFAN LOKAL DALAM LEGENDA KEAGAMAAN MASYARAKAT BANJAR

Sri Wahyu Nengsih

Abstract


Local Wisdom In The Banjar Community Religious Legends. The purpose of this study is to reveal the local wisdom of the Banjar people in the religious legend of the Banjar community. This research was conducted using a semiotic approach with a descriptive type of research. This research data in the form of words, sentences, and expressions in the religious legend of the Banjar community. The data source of this research is the book "Datu-Datu Famous South Kalimantan" by Tim Sahabat. the results of this study indicate that local wisdom in the religious legend of the Banjar community is related to human relations with God, namely the declaration of a stable war against the Dutch, the construction of mosques and surau, resistance to the enemies of Allah Almighty; related to human relations with himself, namely studying in boarding schools to improve ability, policy as a Sultan, the passion for studying. related to human relations with the community, namely community loyalty, togetherness in the struggle, defeating the Netherlands, the upheaval of the situation in the Banjar kingdom; related to human relations as a family member with another family, namely the deciding lineage, the child's obedience to his mother; related to human relations with the environment or nature, namely the battle on Martapura, the destruction of nature as a Dutch war strategy. the Dutch tactics took control of the Coal mine. Key words: local wisdom, banjar, religious legend, semiotics

Abstrak
Kearifan Lokal dalam Legenda Keagamaan Masyarakat Banjar. Tujuan Penelitian ini ialah untuk mengungkapkan kearifan lokal masyarakat Banjar dalam legenda keagamaan masyarakat Banjar. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan semiotik dengan jenis penelitian deskriptif. Data penelitian ini berupa kata, kalimat, dan ungkapan dalam legenda keagamaan masyarakat Banjar. Sumber data penelitian ini ialah buku “Datu-Datu Terkenal Kalimantan Selatan” karya Tim Sahabat. hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kearifan lokal dalam legenda keagamaan masyarakat Banjar terkait hubungan manusia dengan Tuhan, yaitu pernyataan perang sabil terhadap Belanda, Pembangunan masjid dan surau, perlawanan terhadap musuh Allah Swt.; terkait hubungan manusia dengan dirinya sendiri, yaitu belajar di pesantren untuk meningkatkan kemampuan, kebijakan sebagai Sultan, semangat untuk menuntut ilmu. terkait hubungan manusia dengan masyarakat, yaitu loyalitas masyarakat, kebersamaan dalam perjuangan, mengalahkan Belanda, pergolakan situasi di kerajaan Banjar; terkait hubungan manusia sebagai anggota keluarga dengan keluarga yang lain, yaitu garis keturunan yang menentukan, kepatuhan anak kepada ibunya; terkait hubungan manusia dengan lingkungan atau alam, yaitu pertempuran di bumi Martapura, pengrusakan alam sebagai strategi perang Belanda. siasat Belanda menguasai tambang Batu Bara. Kata-kata kunci: kearifan lokal, banjar, legenda keagamaan, semiotik


Full Text:

PDF

References


Arbain, T. (2013). "Perang Banjar, Migrasi, dan Dakwah Islam di Tanah Borneo" dalam Merawat Adat. Banjarmasin: Pustaka Banua.

Asfar, D. A. (2016). Kearifan Lokal dan Ciri Kebahasaan Teks Naratif Masyarakat Iban. Litera, Vol. 15(2). 366--378.

Buseri, K. (2013). "Kesultanan Banjar Banjar dan Kepentingan Dakwah Islam" dalam Merawat Adat. Banjarmasin: Pustaka Banua.

Daud, Alfani. (1997). Islam dan Masyarakat Banjar: Deskripsi dan Analisa Kebudayaan Banjar. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Hartono. (2016). Kearifan Lokal Petung dalam Primbon Jawa. Litera, Vol.15(2), 256--268.

Ideham, dkk. (2007). Urang Banjar dan Kebudayaannya. Banjarmasin: PT Grafika Wangi Kalimantan.

Noor, Y. (2012). Sejarah Perkembangan Islam Banjarmasin dan Peran Kesultanan Banjar (Abad XV--XIX). Al Banjari, Vol.II(2), 239--263.

Rafiek, M. (2012). Kearifan Lokal dalam Hikayat Banjar. International Journal of the Malay Word and Civilisation, Vol. 30(1), 67--104.

Rasyid, A. (2014). Kearifan Lokal dalam Sastra Makassar. Sawerigading, Vol.20(3), 485--493.

Sriyono. (2014). Kearifan Lokal dalam Sastra Lisan Suku Moy Papua. Atavisme. Vol. 17(2), 55--69.

Sedyawati, E. (2012). Budaya Indonesia: kajian arkeologi, seni, dan sejarah. Jakrta: PT.Rajagrafindo Persada.

Sudikan, S. Y. (2013). Kearifan Budaya Lokal. Sidoarjo: Damar.

Sugiarto, E. (2015). Mengenal Sastra Lama: Jenis, Definisi, Ciri, Sejarah, Contoh. Yogyakarta: C.V. Andi Offset.




DOI: http://dx.doi.org/10.20527/jbsp.v10i1.8395

Article Metrics

Abstract view : 10 times
PDF - 6 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


INDEXED BY:

                                                   

 

 

OAI 2.0

 

 

 

Flag Counter

Visitors Statistic