MAKNA DAN FUNGSI PAMALI MASYARAKAT SUKUPASER KECAMATAN LONG IKIS KABUPATEN PASER (THE MEANING AND FUNCTION OF PRACTICAL COMMUNITY INTEREST PASER DISTRICT LONG ACTS PASER)

Siti Aisyah

Abstract


Abstract
The Meaning and Function of Practical Community Interest Paser District
Long Acts Paser. This study uses a descriptive method, a qualitative form with an
ethnographic approach to communication. The purpose of ethnographic
communication in this research is to study or study language in relation to the
customs or habits of a society. The data source is pamali text which researchers
gathered from six informants. While research data are words, phrases or sentences
in pamali that show meaning and function. The techniques used are participant
observation, in-depth interviews, and records. Data analysis is done by
transcribing data, selecting data, identifying data, classifying data, and
concluding data to determine the meaning and function of the guardian. Based on
the results of the analysis it can be concluded that pamali in the Paser community
has the deepest (implied) meaning. The meaning contained in the Pamali society
is teaching the values of education and norms that exist in the community by way
of rebuking, advising and reminding to behave in accordance with the norms and
forms of moral preservation, attitude and behavior. In this research, the function
of pamali is adjusted to the purpose of someone conveying pamali. The pamali
function, namely (1) functions to educate in the form of morals, behavior,
compassion, respect for fellow creatures created by God, maintain solidarity,
strengthen the faith, and avoid feeling lazy, (2) functions as a form of selfprotection
in the form of safety, protecting women pregnant and children.
Key words: pamali, Paser tribe, meaning, function, sociolinguistics

 


Abstrak
Makna dan Fungsi Pamali Masyarakat SukuPaser Kecamatan Long Ikis
Kabupaten Paser. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif, bentuk kualitatif
dengan pendekatan etnografi komunikasi. Tujuan etnografi komunikasi dalam
penelitian ini ialah mengkaji atau mempelajari bahasa dalam hubungan dengan
adat-istiadat atau kebiasaan suatu masyarakat. Sumber data adalah teks pamali
yang peneliti himpun dari enam informan. Sedangkan data penelitian ialah katakata,
frasa atau kalimat dalam pamali yang menunjukan makna dan fungsi. Teknik
yang digunakan adalah observasi partisipan, wawancara mendalam, dan rekam.
Analisis data dilakukan dengan mentraskripsi data, seleksi data, identifikasi data,
pengklasifikasi data, dan menyimpulkan data untuk mengetahui makna dan fungsi
pamali. Berdasarkan hasil analisi dapat disimpulkan bahwa pamali dalam
masyarakat Paser memiliki makna terdalam (tersirat). Adapun makna terdapat
dalam pamali masyarakat Paser adalah mengajarkan nilai-nilai pendidikan dan
norma-norma yang ada di masyarakat dengan cara menegur, menasehati dan
mengingatkan agar bersikap sesuai dengan norma-norma dan bentuk penjagaan
moral, bersikap dan berprilaku. Dalam penelitian ini fungsi pamali disesuaikan
dengan tujuan seseorang menyampaikan pamali. Adapun fungsi pamali, yaitu (1)
berfungsi mendidik berupa moral, perilaku, rasa kasih sayang, menghargai
sesama makhluk ciptaan Tuhan, menjaga solidaritas, penebal keimanan, dan
menghindari rasa malas, (2) berfungsi sebagai bentuk perlindungan diri berupa
menjaga keselamatan, melindungi perempuan hamil dan anak-anak.
Kata-kata kunci:pamali,suku Paser, makna, fungsi, sosiolinguistik


Full Text:

PDF

References


Ibrahim MS, Yusriadi, dan Zaenuddin. (2012). Pantang Larang Melayu di Kalimantan Barat.

Pontianak: STAIN Pontianak Press.

Iqbal,M. I. (2001). Budaya dan Sejarah Kerajaan Paser. Tanah Grogot: PT. BHP Kendilo Coal

Indonesia dan Bina Lingkungan Hidup Indonesia Kalimantan.

Moleong, L. J. (2016). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Mohtar. (1977). Kepercayaan dan Pantang Larang. Selangor: Koon Wah Lithographers.

Rafiek, M. (2012).Pantun Madihin: Kajian Ciri, Struktur Pementasan, Kreativiti Pemadihinan,

Pembangunan dan Pembinaannya di Kalimantan Selatan. Jurnal Pendidikan Bahasa

Melayu, Volume 2, Bilangan 2, hlm. 106-117.

Rafiek, M. (2013). Pengkajian Sastra, Kajian Praktis. Bandung: Refika Aditama.

Rafiek, M. (2015). Teori Sastra, Kajian Teori dan Praktik. Bandung: Refika Aditama.

Rafiek, M. (2017). Teori Sastra, Dari Kelisanan sampai Perfilman. Yogyakarta: Pustaka

Pelajar.

Ramadhani, Y. (2013). “Ungkapan Larangan di Kenagarian Padang Laweh Kecamatan Sungai

Tarab Kabupaten Tanah Datar”. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia,

(daring), volume 1, nomor 2.




DOI: http://dx.doi.org/10.20527/jbsp.v10i2.9372

Article Metrics

Abstract view : 627 times
PDF - 3791 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP)



Indexed By:

    

    


JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA © 2013 by Program Studi Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Lambung Mangkurat is licensed under CC BY-NC-SA 4.0