TINGKAT BAHAYA EROSI DALAM RANGKA REHABILITASI HUTAN DAN LAHAN DI SUB-SUB DAS RIAM KIWA KABUPATEN BANJAR

Agung Hananto, Muhammad Ruslan, Syarifuddin Kadir

Abstract


Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis variasi Tingkat Bahaya Erosi  yang diduga terjadi, dan merumuskan upaya rehabilitasi hutan dan  lahan berdasarkan variasi Tingkat Bahaya Erosi di Sub-Sub DAS Riam Kiwa Kabupaten Banjar.  Metode pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan cara observasi, pengamatan lapangan terhadap data biofisik, serpeti vegetasi, lahan dan data iklim.  Data dianalisis menggunakan model USLE, Tabulasi dan Content Analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa TBE relatif bervariasi, dari TBE I-R (Ringan), II-S (Sedang), III-B (Berat) dan IV-SB (Sangat Berat). Luas TBE tergolong I-R (Ringan), II-S (Sedang) penutup lahan HLKS dan TBE II-S (Sedang) penutup lahan PLK UL-06 sebesar  2.798,81 ha (26,42%).  Luas TBE tergolong III-B (Berat), IV-SB (Sangat Berat) penutup lahan PLK (kecuali UL-06), SBK, LTB  sebesar 7.796,5 ha (73,58%). Arahan rehabilitasi hutan dan lahan yang direkomendasikan terdapat 4 (empat) kelompok: a) Penutup lahan HLKS UL-01, UL-02 tetap dipertahankan sebagai HLKS dengan pemeliharaan (tindakan silvikulture) 238,75 ha, b) PLK UL-06 tetap dipertahankan sebagai PLK dengan pemeliharaan (penanaman menurut garis kuntor dan menggunakan teras guludan) 2.560,24 Ha, c) Penutup lahan  SBK UL-03, UL-04 1.063,47 ha dan PLK UL-07, UL-08 5.449,21 ha dikonversi menjadi Agroforestry dan d) Penutup lahan  SBK UL-05 400,70 ha, penutup lahan PLK UL-09 423,66 ha dan LTB UL-10, UL-11, UL-12  883,27 ha dikonversi menjadi Hutan Tanaman dengan kegiatan Reboisasi. Agroforestry dan Reboisasi diikuti dengan metode mekanik, seperti  pembuatan teras guludan dan  penanaman menurut garis kontur

Keywords


Unit lahan; tingkat bahaya erosi dan arahan rehabilitasi hutan dan lahan

Full Text:

PDF

References


Arsyad, S. (1989). Pengawetan Tanah dan Air. Departemen Ilmu-ilmu Tanah Fakultas Pertanian IPB, Bogor.

Asdak, C. 2002. Hidrologi dan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai. Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.

Badarudin. 2014. Kemampuan dan Daya Dukung Lahan di Sub DAS Kusambi DAS Batulicin Kabupaten Tanah Bumbu, Provinsi Kalimanatan Selatan. Disertasi Program Pascasarjana Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya. Malang.

Departemen Kehutanan RI. 2005. Peraturan Menteri Kehutanan Nomor 32/Menhut-V/2005 Tentang Penyelenggaraan dan Sasaran Kegiatan Gerakan Nasional Rehabilitasi Hutan dan Lahan Tahun 2005.

Ruslan, M. 1992. Sistem Hidrologi Hutan Lindung DAS Riam Kanan di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Disertasi Fakultas Pascasarjana IPB. Bogor.

Ruslan, M, Fithria Abdi, Peran Budi Setia, Syam’ani. 2016. Pola Arahan Rehabilitas Hutan Dan Lahan Di Sub Sub DAS Amandit Kabupaten Hulu Sungai Selatan. UNLAM Fakultas Kehutanan. Banjarbaru.




DOI: http://dx.doi.org/10.20527/jht.v10i2.14119

Article Metrics

Abstract view : 435 times
PDF - 404 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.