OPTIMALISASI PEMANFAATAN BAHAN BAKU PADA PT SURYA SATRIA TIMUR CORPORATION DI KALIMANTAN SELATAN

Zainal Abidin, Agus Sulistyo Budi, Bandi Supraptono, Edy Budiarso

Abstract


Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tentang optimalisasi pemanfaatan bahan baku berupa kayu dalam pembuatan kayu lapis yang didekati melalui perhitungan rendemen, serta kajian tentang mutu kayu lapis yang dihasilkan yang didekati mulai proses pada masing-masing tahapan unit-unit proses pembuatan kayu lapis sampai dengan pengujian kayu lapis pada PT.SSTC. Hasil perhitungan  rendemen pembuatan kayu lapis berkisar dari 58,65% s/d 60,77%. Indek kapabilitas proses dalam pembuatan finir termasuk dalam kriteria mampu (Cp > 1,33), dan mampu dengan pengendalian yang ketat (Cp = 1,00 – 1,33), terutama pada tahap proses pembuatan finir ukuran ketebalan finir 0,6 mm, 0,65 mm, dan 0,80 mm.   Untuk ukuran tebal kayu lapis tergolong dalam kriteria mampu dan mampu dengan pengendalian yang ketat, terutama terhadap standar Amerika untuk ukuran tebal kayu lapis  3,2 mm, dan 2,7 mm standar SNI. Dalam pembuatan kayu lapis perlu untuk pengendalian yang ketat terutama pada tahap proses pembuatan kayu lapis, baik secara langsung atau tidak langsung terhadap tenaga kerja, bahan baku dan bahan lainnya. Alternatif pemanfaatan limbah dari proses pembuatan kayu lapis adalah untuk bahan baku industri kayu berbasis serat dan industri berbasis pertukangan sekunder, diantaranya pabrik panel prakonstruksi dan industri chip/mill pulp.

Kata Kunci : Optimalisasi, Rendemen, Indek Kapabilitas Proses, Kayu lapis


Full Text:

PDF

References


Andriani, A. D. 1997. Statistik Pengendalian Proses dalam Implementasi Sistem Mutu. Focus. Jakarta.

Anonim, 1991. Industri Kehutanan di Indonesia. Departemen Kehutanan & PT. Herzal Agrokarya Pratama. Jakarta.

Anonim, 2003. Kotak-katik di jatah Produksi Tahunan. Jurnal Hutan Indonesia Edisi 23, Tahun V/Februari 2003. APHI. Jakarta.

Anonim, 2009. Rendemen Kayu Olahan Industri Primer Hasil Hutan Kayu (IPHHK). Direktorat Jenderal Bina Produksi Kehutanan. Departemen Kehutanan. Jakarta

Anonim, 2010. Rencana Jangka Panjang Pengembangan Industri Lestari Berbasis Kayu di Provinsi Kalimantan Selatan (Lampiran Peraturan Gubernur Kalimantan Selatan Nomor 017 Tahun 2010)

Anonim, 2011a. Statistik Kehutanan. Kementerian Kehutanan. Jakarta

Anonim, 2011b. Statistik Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan. Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan. Banjarbaru.

Darusman, D. 1989. Aspek Ekonomi Industri Pemanfaatan Limbah Kayu. Kerjasama Fakultas Kehutanan IPB dengan Yayasan Sarana Wana Jaya, Inhutani I dan Unesco. Bogor.

Dumanauw, J.F. 1994. Mengenal Kayu (cetakan kelima). Kanisius . Yogyakarta.

Haeruman, H dkk. (1990). Studi Kemungkinan Peningkatan Efisiensi Kehutanan di Sumatera dan Kalimantan. Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor. Bogor.

ILO, 1975. Penelitian Kerja dan Produktivitas. Lembaga Pendidikan dan Pembinaan Manajemen. Jakarta.

Gaspersz, V. 1998. Statistical Process Control. Penerapan Teknik-teknik Statistikal dalam Manajemen Bisnis Total. Kerjasama Yayasan Indonesia Emas, Institut Vincent, dengan PT. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta

Juliarti, A. 2004. Illegal Logging, dan Hilangnya Hutan Indonesia. Warta Forum Komunikasi Kehutanan Masyarakat. Volume 7 Nomor 7, Juli 2004.

Mulyonohadi, B. 1995. Sortasi Penghara Industri Pengolahan Kayu Dalam Upaya Peningkatan Efisiensi Pemanfaatan Kayu Bulat. Program Pascasarjana, IPB. Bogor.

Perdana Ginting, 1992. Mencegah dan Mengendalikan Pencemaran Industri. Pustaka Sinat Harapan. Jakarta

Rahman, O dan Karnasudirdja . 1978. Telaahan Kasus Tentang Limbah Dalam Pembuatan Kayu Lapis. Lembaga Penelitian Hasil Hutan. Laporan No.121

Sabarudi. 2001. Pola Restrukturisasi Industri Perkayuan Nasional. Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial Budaya dan Ekonomi Kehutanan. Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan. Bogor

Sarajar, C.G. 1989. Teknologi Pemanfaatan Limbah Kayu. Kerjasama Fakultas Kehutanan IPB dengan Yayasan Sarana Wana Jaya, Inhutani I dan Unesco. Bogor.

Sipayung, B. 1987. Penelitian Besarnya Limbah Industri Kayu Lapis di PT. Sumatera Sinar Plywood Industry, Sumatera Utara. Buletin Penel;itian Kehutanan 3 (2) : 25 – 31. Balai Penelitian Kehutanan, Pemntang Siantar

Sulaiman, W, 2004. Analisis Regresi Menggunakan SPSS. Contoh Kasus & Pemecahannya. Andy. Yogyakarta.

Supomo, D. 2001. Restrukturisasi Industri Kehutanan Untuk Mengatasi Kalangkaan Penyediaan Kayu. Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial Budaya dan Ekonomi Kehutanan. Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan. Bogor

Supraptono, B. 1995. Perekat Kayu Peranannya Dalam Industri Kayu. Program Pasca Sarjana Magister Ilmu Kehutanan Universitas Mulawarman, Samarinda.

Tambunan. B. 1985. Studi Penentuan besarnya Limbah Pembuatan Kayu Lapis di Propinsi Kalimantan Barat. Proyek Penelitian dan Pengembangan Efisiensi Penggunaan Sumber-Sumber Kehutanan. Fakultas Kehutanan. IPB. Bogor.

Tobing, T.L. 1985. Efisiensi Penggunaan Bahan Mentah oleh Beberapa Industri Pengolahan Kayu di Jawa. Proyek Penelitian dan Pengembangan Efisiensi Penggunaan Sumber-Sumber Kehutanan. Fakultas Kehutanan. IPB. Bogor.




DOI: http://dx.doi.org/10.20527/jht.v1i1.1484

Article Metrics

Abstract view : 618 times
PDF - 688 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.