PENDUGAAN SEKUESTRASI POHON DAN EMISI CO2 KENDARAAN PADA JALAN KHATIB SULAIMAN

Noril Milantara, Mutia Elisa Gustin

Abstract


Kawasan di sekitar Jalan Khatib Sulaiman ditetapkan sebagai prioritas pengembangan perkantoran Pemerintah Provinsi, dengan tetap mempertahankan sebagai jalur pejalan kaki. Jalan Khatib Sulaiman juga telah ditetapkan sebagai salah satu RTHKP Publik yang berbentuk Jalur Hijau. Kondisi ini menjadikan Jalan Khatib Sulaiman sebagai jalan tersibuk di Kota Padang. Jalur hijau Jalan Khatib Sulaiman memerlukan perhatian khusus agar dapat tertata dengan estetis serta berfungsi secara ekologis sebagai paru-paru kota untuk memproduksi oksigen (O2) dan menyerap karbondioksida (CO2). Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui sekuestrasi pohon yang terdapat pada jalur hijau dan emisi dari kendaraan yang melewati Jalan Khatib Sulaiman. Metode penelitian dilakukan dengan survey lapangan dan studi litaratur. Survey lapangan dilakukan untuk mendapatkan data jumlah dan jenis pohon, serta jumlah dan jenis kendaraan yang melewati Jalan Khatib Sulaiman pada jam sibuk (rush hour). Studi literatur dilakukan untuk mengetahui konstanta daya serap pohon, konstanta emisi, dan konsumsi bahan bakar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pepohonan pada Jalan Khatib Sulaiman hanya mampu menyerap sebesar 0,06% dari emisi CO2 yang dihasilkan oleh kendaraan bermotor, dengan serapan CO2 total sebesar 199 ton/tahun, sementara emisi CO2 sebesar 315.400 ton/tahun dari aktivitas transportasi di sepanjang Jalan Khatib Sulaiman.

Keywords


Sekuestrasi; Emisi kendaraan; Jalur hijau jalan

Full Text:

PDF

References


[PRI] Pemerintah Republik Indonesia. 2007. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2007 Tentang Penataan Ruang. Indonesia.

[USGS] United States Geological Survey. 2008. Carbon sequestration to mitigate climate change: Fact Sheet 2008-3097. Washington, DC.

Aprilleria V. 2017. Pengaruh Angin Darat Dan Angin Laut Terhadap Dispersi Polutan Di Wilayah DKI Jakarta Menggunakan Model WRF-Chem. Bogor: Institut Pertanian Bogor.

Dahlan EN. 1992. Hutan Kota: Untuk Pengelolaan Dan Peningkatan Kualitas Lingkungan Hidup. Bogor: Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia.

Dahlan EN. 2007. Analisis Kebutuhan Luasan Hutan Kota Sebagai Sink Gas CO2 Antropogenik Dari Bahan Bakar Minyak Dan Gas Di Kota Bogor Dengan Pendekatan Sistem Dinamik [Disertasi]. Bogor: Sekolah Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor.

Fadila I. 2022. 5 Risiko Kesehatan yang ditimbulkan Asap Knalpot. hellosehat. [diakses 2022 Des 28]. https://hellosehat.com/sehat/informasi-kesehatan/bahaya-asap-knalpot/.

Gratimah G. 2009. Analisis Kebutuhan Hutan Kota Sebagai Penyerap Gas CO2 Antropogenik Di Pusat Kota Medan. Medan: Universitas Sumatera Utara.

Karyadi H. 2005. Pengukuran daya serap karbondioksida lima jenis tanaman hutan kota. Bogor: Institut Pertanian Bogor.

Marisha S. 2018. Analisis Kemampuan Pohon Dalam Menyerap CO2 Dan Menyimpan Karbon Pada Jalur Hijau Jalan Di Subwilayah Kota Tegalega, Kota Bandung. Bandung: Institut Teknologi Bandung.

Miharja FJ, Husamah H, Muttaqin T. 2018. Analisis kebutuhan ruang terbuka hijau sebagai penyerap emisi gas karbon di kota dan kawasan penyangga Kota Malang. J Pengelolaan Lingkung Berkelanjutan (Journal Environ Sustain Manag. 2(3):165–174. doi:10.36813/jplb.2.3.165-174.

Milantara N, Fadilah D, Popita A, Gustin ME, Oktavianti T, Subrata E. 2022. Pemanfaatan Jalur Hijau Pedestrian Sebagai Alternatif Rekreasi Warga Sebelum Dan Saat Pandemi Covid-19 (Studi Kasus Pada Jl. Khatib Sulaiman, Kota Padang). Menara Ilmu. 16(1):65–75. doi:10.31869/mi.v16i1.3111.

Momongan JF, Gosal PH, Kumurur VA. 2017. Efektivitas jalur hijau dalam menyerap emisi gas rumah kaca di Kota Manado. Spasial. 4(1):36–43. doi:https://doi.org/10.35793/sp.v4i1.14869.

Mulyadin RM, Gusti REP. 2013. Analisis Kebutuhan Luasan Area Hijau Berdasarkan Daya Serap Codi Kabupaten Karanganyar Jawa Tengah. J Penelit Sos dan Ekon Kehutan. 10(4):264–273. doi:10.20886/jsek.2013.10.4.264-273.

Pemerintah Daerah Kota Padang. 2012. Peraturan Daerah Kota Padang Nomor 4 Tahun 2012 Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Padang Tahun 2010-2030. https://jdih.padang.go.id/po-content/uploads/244. Perda No. 4 Tahun 2012 .pdf.

Purwaningsih S. 2007. Kemampuan serapan karbondioksida pada tanaman hutan kota di Kebun Raya Bogor. Bogor: Institut Pertanian Bogor.

Rachmayanti L, Mangkoedihardjo S. 2021. Evaluasi dan Perencanaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Berbasis Serapan Emisi Karbon Dioksida (CO2) di Zona Tenggara Kota Surabaya (Studi Literatur dan Kasus). J Tek ITS. 9(2). doi:10.12962/j23373539.v9i2.54854.

Rinjani AR, Setyaningsih L, Rusli AR. 2016. Potensi Serapan Karbon Di Jalur Hijau Kota Bogor. J Nusa Sylva. 16(1):32–40.

Sedjo R, Sohngen B. 2012. Carbon sequestration in forests and soils. Annu Rev Resour Econ. 4:127–144. doi:10.1146/annurev-resource-083110-115941.

Suryani Y, Damayanti A. 2014. Analisa Kemampuan Jalur Hijau Jalan Sebagai Ruang Terbuka Hijau (RTH) Publik Untuk Menyerap Emisi Karbon Monoksida (Co) Dari Kendaraan Bermotor Di Kecamatan Genteng Surabaya. Di dalam: Seminar Nasional Pemanfaatan Mata Air Umbulan untuk Kemakmuran Rakyat. Surabaya: ITS.

Suryaningsih L, Haji ATS, Wirosoedarmo R. 2015. Analisis Spasial Defisiensi Ruang Terbuka Hijau (RTH) Di Kota Mojokerto. J Sumberd Alam dan Lingkung. 2(2):1–10.

Walikota Padang. 2015. Keputusan Walikota Padang nomor 123 tahun 2015 tentang Ruang Terbuka Hijau Taman Kota, Jalur Hijau dan Pemakaman Umum. Padang, Indonesia: Pemerintah Kota Padang.




DOI: http://dx.doi.org/10.20527/jht.v11i2.16763

Article Metrics

Abstract view : 756 times
PDF - 778 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.