KOMPOSISI DAN STRUKTUR TUMBUHAN ANGGREK DI GUNUNG BEBARIS KAWASAN HUTAN DENGAN TUJUAN KHUSUS UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
Abstract
Tujuan penelitian ini untuk menganalisis secara spasial dugaan habitat anggrek menggunakan analisis NDVI, LST, dan Canopy Height, menganalisis komposisi dan struktur jenis, kondisi habitat, dan karakter pohon inang anggrek di Gunung Bebaris KHDTK Universitas Lambung Mangkurat. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli - September 2021. Penentuan titik sampel plot di lapangan menggunakan metode stratified sampling dan purposive sampling. Hasil dari analisis spasial didapatkan peta tematik yang merepresentatifkan habitat anggrek. Hasil pengamatan didapatkan 10 jenis anggrek yang termasuk ke dalam 5 genus. Anggrek yang paling mendominasi adalah Aerides odorata. Indeks keanekaragaman anggrek tergolong sedang dan tingkat keseragamannya tergolong tinggi. Semua jenis anggrek yang ditemukan persebarannya mengelompok. Sebaran vertikalnya anggrek banyak tumbuh pada pohon inang di zona 3 dan 4. Anggrek ditemukan pada NDVI bernilai sedang, LST 15o – 20oC dan canopy height mencapai 21 m, dengan kondisi lingkungan suhu udara 28,5o – 28,6oC, kelembaban udara 90 – 92%, suhu batang pada pohon inang 27,4o – 28,3oC dan, suhu tanah 26,6o – 27,6oC, intensitas cahaya 1162 – 1240 lux, dan ketinggian tempat 66 – 86 mdpl. Pohon inang yang ditumbuhi anggrek ada 13 jenis. Pohon yang banyak ditemukan anggrek adalah Strombosia javanica, Buchanania arborescens, dan Vitex pubescens.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Adisarwanto, T., Irawati, Handoyo, F., Novianto, Santoso, D.S., Mintarto, R.T., Rahayu, N., Watiningsih, Sutiwi, W., Sipayung, L., Erawati, N., Hernita, P.P., Wibowo, A.Y., Yuniardi. O., dan Suwarno., 2012. Anggrek Species Indonesia. Jakarta: Direktorat Perbenihan Hortikultura.
Agustin, D dan Hening, W. (2015). Inventarisasi Keanekaragaman Anggrek (Orchidaceae) di Hutan Resort Way Kanan Balai Taman Nasional Way Kambas Sebagai Sumber Informasi dalam Melestarikan Plasma Nutfah. Jurnal Bioedukasi, 6(1): 38-46.
Aulia, A.N., dan Hakim, L., 2019. Technique for sustainable development along trisula waterfall (Coban Trisula)-Ranu Pani, Bromo Tengger Semeru National Park: a case of epiphytic orchid conservation, Journal of environmental Engineering and Sustainable Technology 6(1), 16-22.
Cahyanto, T., Paujiah, E., dan Yuliandiana, V., 2018. Anggrek Epifit di Kawasan Konservasi Cagar Alam Gunung Tilu, Jawa Barat: Komposisi Spesies dan Jenis Pohon Inangnya. Jurnal Bioma, Vol. 7, No. 1, April 2018.
Christenhusz, M.J.M., dan Byng, J.W., 2016. The Number of Known Plants Species in the World and Its Annual Increase. Phytotaxa 261 (3): 201-207.
Fitriany, M., Sumaryono, M., dan Suhardiman, A., 2019. Pola Sebaran Alami Anggrek (Orchidaceae) di Cagar Alam Padang Luway Kabupaten Kutai Barat. Jurnal AGRIFOR Volume XVIII Nomor 2.
Gerry, Y., Permatasari, F., dan Dewi, R.K., 2020. Keanekaragaman Anggrek di Taman Anggrek Badak LNG. Surabaya: ITS Press.
Iswanto, H. 2002. Petunjuk Perawatan Anggrek. Jakarta: Agromedia Pustaka.
Mardiyana, M., Murningsih, dan Utami, S., 2019. Inventarisasi Anggrek (Orchidaceae) Epifit di Kawasan Hutan Petungkriyono Pekalongan Jawa Tengah. Jurnal Akademika Biologi, Vol. 8 No.2, Juli 2019. Hal. 1-7.
Murtiningsih, I., Sri, N., dan Muslimin. (2016). Karakteristik Pohon Inang Anggrek Di Kawasan Taman Nasional Lore Lindu (Studi Kasus Desa Mataue, Kecamatan Kulawi, Kabupaten Sigi. Jurnal Warta Rimba, 4(2): 32- 39.
Nurfadilah, S. 2015. Diversity of epiphytic orchids and host trees (phorophytes) in secondary forest of Coban Trisula, Malang Regency, East Java, Indonesia. Biotropia 22, (2): 120– 128
Paramitha, I. G. A. A. P., I Gede., P. A., dan Made, P. (2010). Keanekaragaman Anggrek Epifit di Kawasan Taman Wisata Alam Danau Buyan-Tamblingan. Jurnal Metamorfosa, 1(1): 11-16.
Rahayu, E. M. D. dan Putri W. U., 2019. Inventarisasi Keanekaragaman Anggrek dan Sebaran Vertikal Anggrek Epifit di Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung. Buletin Kebun Raya Vol. 22, No. 2, Juli 2019 (131-142).
Rikardus., Hari, P., dan Hafiz, A. (2017). Analisis Kenaekaragaman Jenis Anggrek Alam (Orchidaceae) pada Hutan Lindung Gunung Semahung Desa Saham Kecamatan Sengah Temila Kabupaten Landak. Jurnal Hutan Lestari, 5(2): 292-299.
Seitske, K., Wanggai, J., dan Husodo, B.B., 2001. Keanekaragaman Anggrek Epifit di Kawasan Cagar Alam Biak Utara. Beccariana. 3(2): 6-10.
Setyawan, D. A. (2000). Tumbuhan Epifit pada Tegakan Pohon Schimma walici (D.C) Korth di Gunung Lawu. Jurnal Biodiversitas, 1(1): 14-20.
Shadli, A., 2011. Komposisi dan Struktur Tumbuhan Anggrek di Hutan Aek Nauli Kabupaten Simalungun. Tesis tidak diterbitkan. Medan: Program Pascasarjana Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Universitas Sumatera Utara.
Siregar, C., Listiawati, A., dan Purwaningsih, 2005, Anggrek Spesies Kalimantan Barat, Vol 1, Kalimantan Barat: Lembaga Penelitian dan Pengembangan Pariwisata Kalimantan Barat (LP3-KB).
Tahier, S.S., Haryani, T.S., dan Wiedarti, S., 2018. Keanekaragaman Anggrek di CagarAlam dan Taman Wisata Alam Telaga Warna, Puncak, Bogor. Ekologia: Jurnal Ilmiah Ilmu Dasar dan Lingkungan Hidup. Volume 18, Nomor 2, Oktober 2018.
Vermeulen, J.J., 1991. Orchids of Borneo. Vol. 2 Bulbophyllum. England: Bentham-Moxon trust, Royal Botanic Gardens Kew.
Wahyuni, T., Jauhari, A., dan Fitriani, A., 2019. Iklim Mikro Hutan Berdasarkan Normalized Difference Vegetation Index (NDVI) di Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Universitas Lambung Mangkurat Provinsi Kalimantan Selatan. Jurnal Sylva Scienteae, Vol. 02 No. 3.
Yahman, 2009. Struktur dan Komposisi Tumbuhan Anggrek di Hutan Wisata Eden Kabupaten Toba Samosir Propinsi Sumatera Utara. Tesis tidak diterbitkan. Medan: Program Pascasarjana Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Universitas Sumatera Utara.
DOI: http://dx.doi.org/10.20527/jht.v11i2.16774
Article Metrics
Abstract view : 769 timesPDF - 1222 times
Refbacks
- There are currently no refbacks.






