KAJIAN EKOWISATA BERBASIS KESESUAIAN KAWASAN PANTAI SIRIMATA NEGERI TITAWAE KABUPATEN MALUKU TENGAH
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuai kesesuaian kawasan pantai untuk pengembangan ekowisata di Pulau Nusalaut. Metode yang digunakan adalah metode survei, dengan pengambilan data primer dan sekunder melalui teknik observasi. Pengambilan data primer meliputi data lingkungan perairan, lingkungan fisik pantai, luas areal yang digunakan untuk kegiatan wisata pantai dan waktu yang digunakan oleh wisatawan di kawasan pantai. Analisis data menggunakan indeks kesesuaian pantai. Kawasan yang berpasir sirimata dengan panjang 1,8 km. Kawasan berpasir putih dengan lebar 15 - 20 meter memberikan ruang bagi berbagai kegiatan wisata, ditunjang oleh pemandangan alam laut yang indah, serta kecerahan perairan yang tinggi (90 %), kecepatan arus yang rendah (0,16 m/det) menyebabkan pantai ini dapat menjadi destinasi wisata yang menjanjikan. Hasil analisis indeks kesesuaian ekowisata pantai menunjukan bahwa kawasan pantai sirimata negeri Titawae “Sangat Sesuai” untuk kegiatan wisata dengan nilai IKW = 95, 23 %
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Ali, D. 2004. Pemanfaatan potensi sumberdaya pantai sebagai Obyej wisata dan Tingkat kesejahtraan masyarakat sekitar Lokasi Wisata (Studi Kasus di Kawasan Wisata Pantai Kartini Jepara). Program Pascasarjana Universitas Diponegoro. Semarang
Balai Konservasi Sumberdaya Alam., 2010. Rencana Pengelolaan Jangka Panjang Taman Wisata Alam Negeri Titawe periode 2011- 2030 Kabupaten Seram Bagian Barat Provinsi Maluku, Ambon.
Balai Konservasi Sumberdaya Alam.,2015. Laporan Tahunan. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. BKSDA Maluku.
Bengen, D.G., 2002, Sinopsis Ekosistem Sumberdaya Alam Pesisir dan Laut serta Prinsip Pengelolaannya, Bogor. Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan, Institut Pertanian Bogor. Bogor
Cesar H, L., Burke and Pet – Soede, 2003. The Economic of World Wide Coral Reef Degradation. Cesar Environmental Economic.Consulting: Arnhen (Netherlands)
Fandeli, C., 2002. Dasar-Dasar Management Kepariwisataan Alam. Liberty.Yogyakarta
Handayawati, 2010. Potensi Wisata Alam Pantai-Bahari. PM PSLP PPSUB Kementrian Kebudayaan dan Pariwisata Republik Indonesia.2002. Blue Print Pariwisata. Jakarta: Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata.
Hazeri, G. 2014. Studi Kesesuaian Pantai Laguna Desa Merpas Kecamatan Nasal Kabupaten Kaur sebagai Daerah Pengembangan Pariwisata dan Konservasi. Skripsi.Fakultas Pertanian. Universitas Bengkulu, (tidak dipublikasikan)
Irwanto, 2007. Analisis vegetasi untuk Pengelolaan Hutan Lindung Negeri Titawe Kabupaten Seram Bagian Barat. Thesis Universitas Gadjah Mada.
Johan Yar, Yulianda F, Siregar V.P, Karlina I, 2011. Pengembangan wisata bahari dalam pengelolaan sumberdaya Pulau-pulau kecil berbasis Kesesuaian dan daya dukung. Studi Kasus Pulau Sebesi Provinsi Lampung. Prosiding Seminar Nasional: Pengembangan Pulau-Pulau Kecil 2011.
Menteri Lingkungan Hidup Nomor 51 Tahun 2004. Tentang Baku Mutu Air Laut. Lampiran II tentang Baku Mutu Air Laut untuk Wisata Bahari.
Nybakken, J.W. 1992. Biologi Laut. Suatu Pendekatan Ekologi. Gramedia Jakarta
Yulianda, F. 2007. Ekowisata Bahari Sebagai Alternatif Pemanfaatan Sumberdaya
Yulisa.E.N, Johan .Y dan Hartona D, 2016. Analisis Kesesuaian dan Daya Dukung Ekowisata Pantai Kategori Rekreasi Pantai Laguna Desa Merpas Kabupaten Kaur. Jurnal Enggano Vol 1 No 1 2016: 97 - 111
DOI: http://dx.doi.org/10.20527/jht.v11i3.17628
Article Metrics
Abstract view : 725 timesPDF - 541 times
Refbacks
- There are currently no refbacks.






