Pengelolaan Satuan Lanskap Berbasis Kearifan Lokal Masyarakat Lereng Gunung Slamet (MLGS) di Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah

Nabela Fikriyya, Marina Silalahi, Rizmoon Nurul Zukarnaen, Nisyawati Nisyawati, Hendra Helmanto, Adinda Kurnia Putri

Abstract


Masyarakat lokal diketahui memiliki pengetahuan, pengalaman, dan ketrampilan yang berhubungan dengan pengelolaan sumber daya alam yang diperoleh secara turun temurun, termasuk masyarakat Jawa di lereng Gunung Slamet. Tujuan penelitian ini adalah mengungkapkan cara pengelolaan lanskap berdasarkan kearifan masyarakat dan menganalisis struktur komunitas di setiap satuan lanskap. Penelitian dilakukan di Desa (1) Ragatunjung, (2) Cipetung, dan (2) Pandansari, Kecamatan Paguyangan, Brebes, Jawa Tengah. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara semi terstruktur, dan analisis vegetasi. Wawancara semi terstruktur dilakukan kepada 8 informan kunci dan 83 responsden yang ditentukan secara purposive sampling dan snowball sampling terkait pengelolaan satuan lanskap yang selanjutnya dianalisis secara deskriptif. Pengelolaan satuan lanskap menerapkan sistem agroforestri untuk lahan kering dan terasering untuk lahan basah serta menerapkan pola penanaman tumpang sari. Pola pengelolaan yang dilakukan oleh masyarakat terbukti memiliki nilai konservasi yaitu, sistem agroforestri, sistem terasering, pembuatan teras bangku, pembuatan bedengan, dan pemanfaatan sisa tanaman sebagai mulsa. 

Keywords


Agroforestri; Konservasi; Pengelolaan Unit Lanskap; Teras

Full Text:

PDF

References


Afiati, R., E. Banowati & A. Aji. 2018. Kontribusi usaha tani tanaman jagung program PHBM terhadap pendapatan penduduk Desa Kaligayam, Kecamatan Margasari, Kabupaten Tegal. Geo image 7(2): 101—110.

Aqilah, C.S. 2017. Etnoekologi dan etnobotani tumbuhan rempah Masyarakat Aceh. [Thesis]. Sekolah Pascasarjana Institut Pertanian Bogor, Bogor: xvii + 91 hlm.

Arsyad, S. 2006. Konservasi Tanah dan Air. IPB Press, Bogor: xvi + 396 hlm.

BPS. 2019. Kabupaten Brebes dalam Angka 2019. Badan Pusat Statistik Kabupaten Brebes, Brebes: xxx + 265 hlm.

Chen, S., X. Zheng, D. Wang, L. Chen, C. Xu & X. Zhang. 2012. Effect of long-term paddy-upland yearly rotations on rice (Oryza sativa) yield, soil properties, and bacteria community diversity. The scientific world journal 1—11.

De Foresta, H., A. Kusworo, G. Michon & W.A Djatmiko. 2000. Ketika kebun berupa hutan: Agroforest kahas Indonesia, sebuah sumbangan masyarakat. Indonesia World Agroforestry Centre (icraf) Southeast Asia, Bogor: 249 hlm.

Hakim, L. 2014. Etnobotani dan manajemen kebun-pekarangan rumah: ketahanan pangan, kesehatan dan agrowisata. Selaras, Malang: viii + 280 hlm.

Hidayah, Z. 2015. Ensiklopedi: suku bangsa di Indonesia. Yayasan Pustaka Obor Indonesia, Yogyakarta: xxii + 270 hlm.

Iskandar, J. 2018. Etnobiologi, Etnoekologi, dan Pembangunan Berkelanjutan. Plamtaxia, Yogyakarta: xxii + 478 hlm.

Iswandono, E. 2016. Integrasi kearifan lokal masyarakat Suku Manggarai dalam konservasi tumbuhan dan ekosistem Pegunungan Ruteng Nusa Tenggara Timur. [Disertasi]. Sekolah Pascasarjana Institut Pertanian Bogor, Bogor: xxi + 161 hlm.

Pirngadi, A. & A.K. Makarim. 2006. Peningkatan produktivitas padi pada lahan sawah tadah hujan melalui pengelolaan tanaman terpadu. Penelitian Pertanian Tanaman Pangan 25(2): 116—123.

Ramdhan, B., T. Chikmawati & E.B. Walujo. 2015. Perspektif kultural pengelolaan lingkungan pada Masyarakat Adat Cikondang Kabupaten Bandung Jawa Barat. Jurnal Sumberdaya hayati 1(1): 7—14.

Riu-Bosoms, C., T. Vidal, A. Duanea, A.F. Onrubiaa, M. Gueze, A.C. Luz, J. Paneque-Gálvez, M.J. Macia & V. Reyes-Garcia. 2015. Exploring indigenous landscape classification across different dimensions: A case study from the Bolivian Amazon. Landscape Research 40(3): 318—337.

Robertson, I dan P. Richard. 2003. Studying Cultural Landscape. London: Hodder Arnold. 1—8.

Samsuri, H. 2015. Kearifan lokal masyarakat Adat Kesepuhan Ciptagelar dalam pengelolaan hutan. [Skripsi]. Manajemen hutan Universitas Gajah Mada, Yogyakarta: xviii + 175 hlm.

Sari, D.A. 2011. Etnoekologi Masyarakat Kerinci di Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi. [Thesis]. Program Studi Pascasarjana Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, Depok: xvi + 130 hlm.

Sudjarwadi, S. 1987. Dasar-dasar teknik irigasi. Keluarga Besar Teknik Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta: iv + 92 hlm.

Sunarjono, H. 2007. Petunjuk Praktis Budidaya Kentang. Agromedia Pustaka, Jakarta: vi + 110 hlm.

Suprihatin, A. & J. Amirullah. 2018. Pengaruh pola rotasi tanaman terhadap perbaikan sifat tanah sawah irigasi. Jurnal sumberdaya lahan 12(1): 49—57.

Suwatrapradja, S.O. 2010. Pranata sosial dalam pertanian: studi tentang pengetahuan lokal pada masyarakat petani di Jawa Barat Sosiohumaniora 12(1): 86—98.

Utina, R. 2008. Pendidikan lingkungan hidup dan konservasi sumber daya alam pesisir. UNG Press, Gorontalo: x + 54 hlm.

Wardell-Johnson. 2007. People in Context: Critical Social Dimensions in Complex Landscape System. [Thesis]. Perth: Murdoch University. 444 hlm.

Wulandari, C. 2011. Agroforestri: Kesejahteraan masyarakat dan konservasi sumberdaya alam. Universitas Lampung, Bandar Lampung: ix + 78 hlm.




DOI: http://dx.doi.org/10.20527/jht.v11i3.17629

Article Metrics

Abstract view : 1972 times
PDF - 1204 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.