APLIKASI SILVIKULTUR INTENSIF UNTUK PERTUMBUHAN TANAMAN PENGAYAAN PADA LAHAN REKLAMASI TAMBANG BATUBARA

Yusanto Nugroho

Abstract


Introduksi jenis unggulan local untuk pengayaan tanaman di lahan reklamasi tambang batubara sebagai terobosan untuk meningkatkan keragaman tanaman dan nilai fungsi lahan reklamasi. silvikultur intensif digunakan untuk memberikan ruang tumbuh yang optimal untuk tanaman introduksi tumbuh secara optimal.  Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pertumbuhan tanaman introduksi dengan aplikasi silvikultur intensif terhadap 6 jenis pohon unggulan local yang meliputi  durian, karet, sawo, mangga, petai dan cempedak pada lahan reklamasi dengan tanaman reklamasi jenis Acacia auriculiformis yang berumur 1 tahun. Penelitian ini menggunakan metode rancangan blok lengkap dengan 6 perlakuan dan ulangan sebanyak 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi silvikultur intensif memberikan persen hidup tanaman introduksi mencapai 83,33 % pada umur 1,5 tahun di lapangan. Persen hidup tertinggi dicapai oleh jenis mangga, karet  dan petai  dengan persen hidup diatas  80% dan persen hidup dibawah 80 % ialah jenis durian dan cempedak. Jenis mangga dan karet menunjukkan pertumbuhan tinggi dan diameter terbaik dibandingkan dengan jenis tanaman lainnya. Adaptasi dan daya tahan jenis mangga dan karet pada lahan pasca tambang lebih baik dibandingkan dengan keempat jenis unggulan lainnya.

Local species superior trees introductions for enrichment plants at coal mine reclamation land as a breakthrough to increase diversity of crops and reclamation land function value. Intensive silviculture used to provide optimal growing space for plants that grow optimally introduction. This study aimed to analyze the growth of plants introduced by the application of intensive silviculture of 6 local species superior trees that durian, rubber, sapodilla, mango, petai/pete and cempedak on reclamation land by the reclamation plant species of Acacia auriculiformis the age of 1 year. The research method using a complete block design with 6 treatments and repetition as much as 3 replicates. The results showed that the application of intensive silviculture provide survival rates were introduced reached 83,33% at the age of 1,5 years in the field. The highest percent of plant life on the type of plant mango, rubber and petai above 80% and below 80% of plant species durian and cempedak. Type mango and rubber produce the best height and diameter growth compared with the kind of species. Adaptation and resistence mango and rubber plants on post-mining land better than the other fourth local species superior.


Keywords


SIlvikultur intensif; jenis unggulan lockal; reklamasi lahan

Full Text:

PDF

References


Alexander, SA., 1996. Forest Health Monitoring Field Methods Guide, Environmental Monitoring Sistem Laboratory. Las Vegas.

Djunaedi, Djabar, Nuryani. 2005. Pemantauan Kegiatan Penambangan Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan. Dinas Pertambangan Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan.

Hardjowigeno, S. 2003. Ilmu Tanah. Penerbit PT Mediyatama Sarana Perkasa. Jakarta.

Husni, T. 2007. Analisis Sifat Fisik dan Kimia Tanah Pasca Penambangan Batubara Di Kecamatan Pengaron Kabupaten Banjar. Kalimantan Selatan.

Na’iem, M. 2007. Upaya Meningkatkan Produktivitas Hutan Melalui Silvikultur Intensif. Fakultas Kehutanan UGM. Yogyakarta.

Nugroho, Y. 2001. Uji Keturunan Half-sib Nangka Dan Evaluasi Pertumbuhan Pada Umur 2 Tahun Di Kecamatan Karangmojo Kab. Gunung Kidul. Yogyakarta.

Nugroho, Y. 2007. Analisis Kesesuaian Lahan Areal Bekas Tambang Batubara PT. Baramarta Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan.

Soeseno, O.M. 1988. Master Plant Wanagama I, sebagai Sarana Penunjang Pembangunan HTI, Hasil Kerjasama Fakultas Kehutanan UGM dengan Dinas Kehutanan DIY Yogyakarta.

Soekotjo dan Na’iem, M. 2005. Rencana Kegiatan Silvikultur Intensif dalam Rangka Panen Raya Buah Meranti Januari-Maret 2005 dan Upaya membangun Hutan Tanaman 2005. Fakultas Kehutanan UGM. Yogyakarta.

Suyanto, Hafizianor, Nugroho,Y. 2007. Inventarisasi Jenis-jenis Unggulan Lokal Bermanfaat Ganda (Multi Purpose Tree Species) Di Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan. Fundamental Riset Tahun Anggaran 2007.

Yitnosumarto, S. 1993. Percobaan, Perancangan dan Interprestasinya. Penerbit PT. Gramedia Utama. Jakarta. Pp 297.

Zobel, B dan Talbert, J. 1984. Applied Tree Improvement. John Wivey and Sons New York.




DOI: http://dx.doi.org/10.20527/jht.v3i3.2275

Article Metrics

Abstract view : 2401 times
PDF - 3118 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.