STUDI POPULASI Macaca fascicularis DI TAMAN WISATA HUTAN KERA TIRTOSARI KOTA BANDAR LAMPUNG

Derry Chandra Wijaya, Sugeng P. Harianto, Gunardi D. Winarno

Abstract


Macaques Forest Tourism Park is a green open space area that in 2007 was prepared as a resort where there are macaques there. TWHK was a habitat for macaques which lied in the middle of Bandar Lampung city. This research was conducted to determine the number of indivudual population of macaques, sex ratio and age range as well as the factors that impact the populations. This research used concentration count and interview method towards people around the research location during July 2017, from 7 o’clock in the morning till the evening. The research used habituation. The concentration count method was conducted in 3 locations where macaques often seen. There were 53 individuals of macaques. The macaques sex ration and age range for old male macaques were 8 individuals, old female macaques were 16 individuals, teens/ young macaques were 24 individuals, and baby macaques were 5 individuals. The comparison of sex ratio between adult males and females is 1: 2 individuals

Taman Wisata Hutan Kera (TWHK) merupakan suatu kawasan ruang terbuka hijau yang pada tahun 2007 di persiapkan sebagai kawasan objek wisata dalam hal ini satwa M. fascicularis. TWHK merupakan habitat bagi M. fascicularis yang ada di tengah kota bandar lampung. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui jumlah populasi, sex ratio dan struktur umur serta faktor yang berpengaruh terhadap populasi M. fascicularis. Digunakan metode terkonsentrasi dan wawancara kepada masyarakat sekitar pada penelitian M. fascicularis selama bulan Juli 2017, pada pagi hari pukul 07.00 hingga sore hari. Penelitian dilakukan dengan melakukan habituasi. Metode concentration count dilakukan di tiga lokasi pengamatan yang paling sering dijumpai M. fascicularis. Populasi M. fascicularis di TWHK Tirtosari adalah 53 individu yang diperoleh dari data terbanyak dilapangan. Sex ratio dan struktur umur M. fascicularis untuk jantan dewasa 8 individu, betina dewasa 16 individu, remaja/anak-anak 24 ekor, dan bayi 5 individu. Perbandingan antara jantan dewasa dan betina dewasa adalah 1 : 2 individu.

 


Keywords


Age range; Macaques Forest Tourism Park; M. fascicularis; population; and sex ratio; M. fascicularis; populasi; struktur umur; sex ratio dan TWHK

Full Text:

PDF

References


Alikodra, H.S. 2002. Pengelolaan SatwaliarJilid 1. Buku. Yayasan Penerbit Fakultas Kehutanan (YPFK) IPB. Bogor. 366 p.

Alikodra, H.S. 2010. Teknik Pengelolaan Satwaliar. Buku. PT Penerbit IPB Press. Bogor. 368 p.

CITES. Kategori Apendiks CITES. 1997. World Wide Web:https://www.cites.org/eng/disc/what. php. Diakses pada tanggal 13 juni 2017.

Crocket C. M. dan Wilson W. L. 1978. The Ecological Separation of macaca nemestrina and macaca fascicularis in Sumatra. Di dalam:

Linburg DG, editor. The Macaques: Studi in ecology, behavior, and evolution. New York: Van Nostrand Reinhold. 481 p.

Irianto, F. 2009. Perkembangan Populasi dan Pola Aktivitas Harian Monyet Ekor Panjang (Macaca fascicularis Raffles, 1821) di Hutan Monyet Tirtosari Kelurahan Sumur Batu Kecamatan Teluk Betung Utara Bandar Lampung. Skripsi. Universitas Lampung. Bandar Lampung. 63 p.

IUCN. 2008. The IUCN Red List Catagories and Criteria. Version 3.1. www.iucnredlist . Diakses pada tanggal 13 juni 2017. Kemp, N. J., dan Burnett, J. B. 2003. Kera Ekor Panjang (Macaca fascicularis) di Pulau

Nugini: Penilaian dan Penatalaksanaan Resiko terhadap Keanekaragaman Hayati.

Ninil R. M., Purwandari M. M. O., Tuka J. M., Kemp N. J., penerjemah. Buku. Washington DC (US): Buku. Indo-Pacific Conservation Alliance. 112 p.

Subiarsyah, M. I., Soma I. G,, dan Suatha I. K. 2014. Struktur populasi monyet ekor panjang di kawasan pura batu pageh,ungasan, badung, bali. Indonesia Medicus Veterinus. 3(3):183—191.

Sugiyono. 2016. Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D). Buku. Alfabeta. Bandung. 334 p.

Supriatna, J. dan Edy H. W. 2000. Panduan Lapangan Primata Indonesia. Buku. Yayasan Obor Indonesia. Jakarta. 354 p.

Supriatna, J. dan Ramadhan R. 2016. Pariwisata Primata Indonesia. Buku. Yayasan Obor Indonesia. Jakarta. 361 p.

Soegianto, A., 1994. Ekologi Kuantitatif: Metode Analisis Populasi Dan Komunitas. Buku. Usaha Nasional. Surabaya. 119 p.

Soehartono, T.,dan A. Mardiastuti. 2003. Pelaksanaan Konvensi CITES di Indonesia. Buku. Japan International Cooperation Agency (JICA). Jakarta. 373 p.

Winarno, G. D. 1992. Variasi Temporal Dalam Kelompok Sosial Monyet Ekor Panjang (Macaca fascicularis, Raffles 1821) di Pulau Tinjil. Skripsi. Institut Pertanian Bogor. Bogor. 125 p.

Yulianti, D. 2002. Populasi dan Pola Aktivitas Harian Monyet Ekor Panjang (Macaca fascicularis Raffles, 1821) di Hutan Kota Tirtosari Kelurahan Sumur Batu Kecamatan Teluk Betung Utara Bandar Lampung. Skripsi. Universitas Lampung. Bandar Lampung. 97 p.




DOI: http://dx.doi.org/10.20527/jht.v6i3.5982

Article Metrics

Abstract view : 1451 times
PDF - 2299 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.