Aplikasi Tiga Jenis Pewarna Bakteri sebagai Pengawet Kayu Sengon (Paraserianthes falcataria (L.) Nielsen) Melalui Rendaman Dingin
Abstract
Kayu telah dimanfaatkan untuk berbagai keperluan oleh manusia sejak zaman dahulu dengan berbagai kegunaannya. Salah satu jenis pohon yang banyak ditanam adalah Sengon (Paraserianthes falcataria (L.) Nielsen). Namun kayu sengon memiliki warna yang cenderung putih dan memiliki kelas awet rendah IV-V. Pemakaian kayu sengon terbatas pada jenis pemakaian yang tidak memerlukan kekuatan maupun keindahan kayu, misalnya untuk peti kemas dan sebagai pengecoran semen Tampilan kayu bisa ditingkatkan dengan cara pengecatan berbahan dasar air bukan pelarut organik seperti alkohol pada thinner sebagai pelarut cat. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan nilai tambah pada kayu sengon dengan cara mewarnai kayu sengon menggunakan bahan pewarna bakteri yang ramah lingkungan. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Biologi dan Kimia Universitas Nusa Bangsa, Jalan KH Sholeh Iskandar Cimanggu Tanah Sereal Bogor, dan Laboratorium Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan, Jalan Gunung Batu No 5 Bogor. Pewarna bakteri yang digunakan yaitu safranin, hijau malakit dan kristal violet, dengan metode rendaman dingin selama 5 hari. Setelah perendaman diuji retensi, penetrasi, hedonik dan ketahanan kayu terhadap rayap. Hasil Penelitian nilai retensi tiga bahan pewarna Safranin 0,036-1,99 g/cm3, hijau malakit 0,24-0,206 g/cm3 dan kristal violet 0,042-0,215 g/cm3 Dari hasil uji hedonik diketahui bahwa safranin menjadi warna yang paling disukai. Safranin juga menunjukkan hasil yang baik sebagai anti rayap dengan tingkat mortalitas tinggi dan tingkat kerusakan mencapai 70%.
Kata kunci: Sengon, pewarna bakteri, rendaman dingin, rayap
Full Text:
PDF (Bahasa Indonesia)References
Departemen Kehutanan dan Badan Statistika Nasional. 2004. Potensi hutan rakyat Indonesia 2003. Pusat Inventarisasi dan Statistika Kehutanan. Deptan dan Direktorat Statistika Pertanian. Badan Statistika Nasional. Jakarta.
Dumanauw. J.F. 2001. Mengenal kayu. Ed. 2, Cetakan 2. PT. Gramedia. Jakarta
Haygreen J.G, R, Smulsky, and J.L. Bowyer. 2003. Forest Product and Wood Science; An Introduction. USA: The Iowa State University Press.
Hart, H., L.E. Craine., dan D.J. Hart. 2003. Kimia organik. Sebuah kuliah singkat. Ed: 11. Alih bahasa. S.S. Achmadi. Penerbit Erlangga. Jakarta.
Iswanto, A.H. 2008. Sifat Fisis Kayu: Berat jenis dan kadar air pada beberapa jenis kayu. Karya Tulis. Departemen Kehutanan. Fakultas Pertanian. USU.
Martawijaya, A. Kartasujana, I., Y.I. Mandang, S.A. Prawira, dan K. Kadir. 1989. Atlas Kayu Indonesia. Jilid II. Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan, Bogor.
Pari, G. 1996. Analisis komponen kimia dari kayu sengon dan kayu karet pada beberapa macam umur. Buletin Penelitian Hasil Hutan. Vol. 14, No. 8: 321-327.
Purwanto, B. 2010. Peningkatan kenampakan serat dan warna beberapa jenis kayu kurang dikenal untuk bahan mebel. Jurnal Riset Industri Hasil Hutan. Vol. 2, No. 1, 1:8.
Prawira H. H.A. Oramahi, D. Setyawati, dan F. Diba. 2012. Aplikasi asap cair dari kayu laban (Vitex pubescens Vahl) untuk pengawetan kayu karet. Untan.
Siregar I.Z., T. Yunanto, dan J. Ratnasari. 2011. Prospek bisnis, budidaya, panen dan pasca panen kayu sengon. Penebar Swadaya. Jakarta
SNI 7207-2014. Uji ketahanan terhadap organisme perusak kayu. Badan Standarisasi Nasional. Jakarta.
Soekarto. 1985. Penilaian Organoleptik. Bharata Karya Aksara. Jakarta.
Soerianegara, I. dan R.H.M.J. Lemmens. 1993. Plant resources of South-East Asia 5. Timber tress: major commercial timbers. Pudoc Scientific Publishers, Wageningen. Belanda.
Welly, R. E. Widenaar. Dan Y. Mariana. 2016. Kualitas pewarnaan kayu sengon (Paraserianthes falcataria (L) Nielsen) dengan menggunakan ekstrak kulit buah manggis, kulit akasia, dan kulit kayu bakau. Jurnal Hutan Lestari. 4:2: 135-142.
DOI: http://dx.doi.org/10.20527/jstk.v1i1.5915
Article Metrics
Abstract view : 739 timesPDF (Bahasa Indonesia) - 501 times
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Faculty of Mathematics and Natural Sciences
Universitas Lambung Mangkurat
Jl. A. Yani KM. 36 Banjarbaru 70714, Indonesia
Email: [email protected]
ISSN: 1411-1616 E-ISSN: 2549-8215
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License .





