Potensi Kandungan Zat Lilin Daun Pisang sebagai Spray Anti Air

Ahmad Ramadhan, Dian Wardana, Rizka Alfi Fadhilah, Eddiyanto Eddiyanto

Sari


Kondisi cuaca yang tidak menentu seperti hujan mengakibatkan beberapa masalah yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Pelindung air saat ini memiliki bentuk yang sulit untuk dibawa. Tumbuhan pisang yang banyak terdapat di Indonesia memiliki potensi dalam menangani permasalahan tersebut. Zat lilin yang terkandung didalam daun pisang menyebabkan daun pisang bersifat anti air. Penelitian ini bertujuan untuk mamanfaatkan zat lilin daun pisang tersebut sebagai bahan anti air yang dapat dikemas dalam bentuk spray anti air sehingga mudah dibawa. Proses kerja yang dilakukan adalah  mengekstraksi zat lilin daun pisang kering dengan pelarut n-heksana, etil asetat, dan etanol 96%. Setelah itu, zat lilin diisolasi dari ekstrak dengan pendinginan. Rendemen tertinggi dari zat lilin yang dihasilkan selanjutnya diformulasi dengan n-heksana dengan cara pelarutan pada berbagai jumlah zat lilin yang digunakan dan kemudian diuji. Hasil pengisolasian zat lilin daun pisang dengan berbagai pelarut menghasilkan rendemen tertinggi yaitu sebesar 1,46 % pada penggunaan n-heksana. Pengujian terhadap spray anti air yang dihasilkan menunjukan bahwa penggunaan 3 gram zat lilin dalam spray anti air mampu bersifat anti air dengan massa air yang terserap pada kain terendah yaitu sebesar 0,64 %. Pasca penyemprotan, kondisi optimum untuk waktu pengeringan adalah 180 sekon dengan % massa air yang terserap pada kain sebesar 0,65 % dan waktu bertahan untuk tetap bersifat anti air adalah lebih dari 30 menit.

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Aldrian, E. 2008. Metereologi Laut Indonesia. Badan Metereologi dan Geofisika., Jakarta.

Badan Pusat Statistik dan Direktorat Jenderal Hortikultura. 2012. Produksi Pisang Menurut Provinsi 2008-2012. bappenas.go.id/download.php?id=2184. Diakses pada tanggal 25 oktober 2018.

Ensikat, H. J., P. Ditsche-Kuru, C. Neinhus, and W. Barthlott. 2011. Superhydrophobicity in Perpection : The Outstanding Properties of Lotus Leaf. Beilstein Journal of Nanotechnology. 2 : 152-161.

Freeman, B., and D. W. Turner. 1985. The Epicuticular Waxes on The Prgans of Different Varietes of Banana (Musa spp.) Differ in Form. Chemistry and Concentration Australian Journal of Botany. 33 (4) : 393-408.

Kalita, A., and N. Talukdar. 2018. Colocasia Esculenta (L.) Leaf Bio-Wax As Hydrophobic Surface Cotaing For Paper For Preparing Hydrophobic Paper Bags. International Journal of Pharmacy and Biological Sciences. 8 (2) : 583-590.

Latthe, S. S., C. Terashima, K. Nakata, and A. Fujishima. 2014. Superhydrophobic Surfaces Develoved by Mimicking Hierarchical Surface Morphology of Lotus Leaf. Journal of Molecules. 19 : 4256-4283.

Saji, B. N., P. N. Goswami, Vinayachandran, and T. Yamagata. 1999. A Dipole Mode in the Tropical Indian Ocean. Nature. 401: 360–363.

Schmidt, B. J., K. T. Hwang, and C. L. Weller. 2002. A Yield Comparison of Extraction Methods for Sorghum Wax. ASAE Paper Number 026147. ASAF Annual International Meeting.

Shawal, N. R., A. M. Musa, M. N. Naemah, M. Jibril, H. U. Dadum, and M. Z. Husna. 2014 Hydrophobicity Characterization of Bio-Wax Derived from Taro Leaf for Surface Coating Applications. Advanced Material Research. 1043 : 184-188.

Yanagida, T., N. Shimizu, and T. Kimura. 2003. Properties of Wax Extracted From Banana Leaves. ASAE Annual International Meeting : 036026.

Yanagida, T., N. Shimizu, and T. Kimura. 2005. Extraction of Wax and Functional Compouds from Fresh and Dry Banana Leaves. Japan Journal of Food Enginerring. 6 (1) : 29-35.




DOI: http://dx.doi.org/10.20527/jstk.v14i1.6524

Article Metrics

Sari view : 16 times
PDF - 10 times

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.