Sand Granules Ekstrak Etanol Daun Kirinyuh (Eupatorium inulifolium Kunth.) sebagai Larvasida Alami Pemberantas Demam Berdarah Dengue

Puji Hartati, Yance Anas, Ririn Lispita Wulandari

Abstract


ABSTRAK

 

            Penelitian sebelumnya telah mengungkap efek larvasida ekstrak etanol daun kirinyuh (Eupatorium inulifolium Kunth.) terhadap larva nyamuk Aedes aegypti. Ekstrak ini selanjutnya dapat dikembangkan dalam bentuk sediaan sand granules sehingga mudah digunakan sebagai larvasida alami. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan formula sand granules ekstrak etanol daun Eupatorium inulifolium Kunth (EEDE) yang memenuhi standar karakteristik fisik granul dan menguji efek larvasidanya pada larva nyamuk Aedes aegypti. Sand granules EEDE dibuat dengan metode  granulasi basah dengan variasi konsentrasi kollidon (1%-5%), explotab (1%-3%) dan sacharum lactis (78,44%-84,44%). Karakteristik fisik berbagai formula Sand granules EEDE yang diuji adalah kecepatan alir dan sudut diam. Uji efek larvasida dilakukan pada 25 ekor larva instar III nyamuk Aedes aegypti selama 24 jam dengan replikasi sebanyak 5 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua formula Sand granules EEDE (F1-F5) memenuhi standar karakteristik fisik dengan kecepatan alir (16,69-19,35) g/detik dan sudut diam granul 32,94°-35,76°. F1-F5 juga memiliki efek larvasida terhadap larva nyamuk Aedes aegypti dengan persentase kematian larva dalam 24 jam sebesar (33,0-39,2) %. Akan tetapi, efek larvasida tersebut lebih kecil dibandingkan dengan EEDE 670 ppm (49,6%) dan Temefos® 0,01 ppm (100,0%). Hasil penelitian ini juga menyimpulkan bahwa proses pembuatan sand granules akan menyebabkan penurunan efek larvasida EEDE.

 

Kata Kunci: Daun kirinyuh, efek larvasida, karakteristik fisik, sand granules

 

 

ABSTRACT

 

Previous studies reported Eupatorium inulifolium Kunth. leaves ethanol extract (ELEE) have a larvicidal effect on Aedes aegypti larvae. This extract can be developed into sand granules formulation, making it easy to use as a natural larvicidal. This study means to obtain the ELEE sand granules formula that meets the granule's physical characteristics standard, and asses it's a larvicidal effect on Aedes aegypti larvae. Sand granules of ELEE produced with the wet granulation method. The differences between formulas are variations of Kollidon (1%-5%), Explotab (1%-3%), and Saccharum Lactis (78.44%-84.44%) concentration. The physical characteristics of the various KLEE sand granules formulas observed are flow rate and angle of repose. The assay of the ELEE larvicidal effect was carried out on twenty-five Aedes aegypti Instar III larvae for 24 hours with five replications. The results showed that all ELEE sand granules formulas (F1-F5) met the physical characteristics standard, with a flow rate (16.69-19.35) g/sec and an angle of repose 32.94 °-35.76°. F-F5 also had larvicidal effects on Aedes aegypti larvae, with larval mortality within 24 hours (33.0-39.2) %. However, their larvicidal effect is slight compared to ELEE 670 ppm (49.6%) and Temefos® 0.01 ppm (100.0%). This study also concludes that the process of sand granules preparation will diminish the larvicidal effects of ELEE.

 

Keywords: Kirinyuh leaves, larvacidal effect, physical characteristics, sand granules

Full Text:

PDF

References


Bagavan, A., Rahuman, A.A., Kamaraj, C. and Geetha, K., 2008, Larvicidal Activity of Saponin from Achyranthesaspera against Aedesaegypti and Culexquinquefasciatus (Diptera:Culicidae), Parasitol Res., Vol. 103, No. 1 : 223–229.

Depkes RI, 2006, Inventaris Tanaman Obat Indonesia, Balitbang Kesehatan, Tawangmangu.

Dinkes Prov. Jateng, 2016, Profil Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Tahun 2016, http://www.depkes.go.id/resources/download/profil/PROFIL_KES_PROVINSI_2016/13_Jateng_2016.pdf, (diakses 3 September 2019).

Kemenkes RI., 2011, Modul Pengendalian Demam Berdarah Dengue, Kementerian Kesehatan RI, Jakarta.

Kemenkes RI., 2012, Petunjuk Teknis Pemberantasan Sarang Nyamuk Demam Berdarah Dengue (PSN DBD) oleh Juru Pemantau Jentik (Jumantik), Kementrian Kesehatan RI, Jakarta.

Panghiyangani, R., dan Marlinae, L., 2012, Efek Ekstrak Rimpang Kunyit (Curcuma domestica val.) sebagai Larvasida Aedes aegypti Vektor Penyakit Demam Dengue dan Demam Berdarah Dengue di Kota Banjarbaru, Jurnal Buski, Vo. 4, No.1 : 1-6.

Ponlawat, A., Scott , J.G., and Harrington, L.C., 2005. Insecticide Susceptibility of Aedes aegypti and Aedes albopictus Across Thailand, J Med Entomol, Vol. 42, No. 5 : 821-825.

Istiana, Heriyani F. dan Isnaini, 2012, Status Kerentanan Larva Aedes aegypti terhadap Temefos di Banjarmasin Barat, Kalimantan, Jurnal Buski, Vol. 4, No. 2 : 53-58.

Lia, 2011, Daya Larvasida Ekstrak Etanol Daun Kirinyuh (Eupatorium inulifolium H.B.K.) terhadap Larva Aedes sp. Vektor Primer DBD, Karya Tulis Ilmiah, Akademi Farmasi Theresiana, Semarang.

Rodriguez, M.M., Bisset, J., De Fernandez, D.M., Lauzan, L. and Soca, A., 2001, Detection of Insecticide Resistance in Aedes aegypti (Diptera: Culicidae) from Cuba and Venezuela, J Med Entomol, Vo. 38, No. 5 : 623-628.

Setiawati. W., Mutiningsih. R., Gunaeni. N., dan Rubiati. T., 2008, Tumbuhan Pestisida Nabati dan Cara Pembuatannya untuk Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan, Balitbang Pertanian, Bandung.

Siregar, C.J.P., 2010, Teknologi Farmasi Sediaan Tablet, Penerbit Buku Kedokteran EGC, Jakarta.

Suwito, Farich, A., Winarno, dan Santoso, B., 2013, Efektivitas Bacillus thuringiensis Varian Israelensis erotipe H-14 dalam Mematikan Larva Aedes aegypti pada Skala Lapangan, Jurnal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan, Vol. 3, No. 1 : 1-3.




DOI: http://dx.doi.org/10.20527/jps.v7i1.8067

Article Metrics

Abstract view : 39 times
PDF - 63 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Jurnal Pharmascience Published BY:

Program Studi Farmasi Universitas Lambung Mangkurat

Jurnal Pharmascience is indexed by:


 

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.