Isolasi Jamur Endofitik Rumput Mutiara (Hedyotis corymbosa (L.) Lamk.) dan Analisis Potensi Sebagai Antimikroba

Pratika Viogenta, Siti Nurjanah, Yuli Wahyu Tri Mulyani

Abstract


ABSTRAK

 

Jamur endofit merupakan jamur yang hidup di dalam jaringan atau organ tanaman yang tidak bersifat patogen. Jamur ini dapat menghasilkan beberapa zat yang sama seperti tanamannya.  Rumput mutiara (Hedyotis corymbosa (L.) Lamk)  merupakan jenis rumput liar yang biasa hidup di tanah lembab. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keanekaragaman mikroba endofit rumput mutiara. Metode dari penelitian ini meliputi isolasi jamur endofit dari batang, daun, akar, bunga rumput mutiara,  identifikasi jamur yang berhasil diisolasi, pengukuran diameter laju pertumbuhan jamur endofit dan uji daya hambat antimikroba dari jamur endofit. Hasil penelitian didapatkan tujuh jenis jamur endofit yang berhasil diisolasi dari rumput mutiara (batang, daun, akar dan bunga). Setelah diindentifikasi ketujuh jenis kapang, yaitu 2 jenis dari genus Aspergillus yaitu A. niger dan A. parasiticus yang berhasil diisolasi dari akar, batang, daun rumput mutiara, Penicillium berasal dari akar rumput mutiara, Geotrchihum dari batang, Chrysosporium dari daun, Rhizoctonia  dan Phytophthora dari bunga. Pada ketujuh jamur endofit ini fase lag terjadi hari pertama dan fase eksponensial terlihat pada hari kedua sampai hari ketujuh. Aspergillus niger memiliki daya hambat terhadap E.coli, St. aureus, Sh. disentriae,dan P.aeruginosa masing-masing 9.95mm, 8.96mm, 10.51mm,  dan 9.26mm. Chrysosporium dan Phytophthora mengahambat C. albicans sebesar 11.3mm dan 3.63mm.

 

Kata Kunci: Rumput mutiara, jamur endofit, antimikroba.

 

ABSTRACT

 

Endophytic fungi are fungi that live in plant tissues or organs that are not pathogenic. This fungus can produce some of the same substances as the plant. Pearl grass (Hedyotis corymbosa (L.) Lamk) is a type of weed that normally lives in moist soil. The purpose of this study was to determine the diversity of endophytic pearl grass microbes. The methods of this study include the isolation of endophytic fungi from stems, leaves, roots, and flowers  of pearl grass, identification, measurement of the diameter of endophytic fungi growth rate and antimicrobial inhibition test of endophytic fungi. The results showed seven types of endophytic fungi that were isolated from pearl grass. After identifying the seven types of molds, namely 2 types of the genus Aspergillus namely A.niger and A.parasiticus which were successfully isolated from roots, stems, pearl grass leaves, Penicillium derived from pearl grass roots, Geotrchihum from the stems, Chrysosporium from leaves, Rhizoctonia and Phytophthora from flowers. In these seven endophytic fungi the lag phase occurs the first day and the exponential phase is seen on the second day to the seventh day. Aspergillus niger has inhibitory properties against E.coli, St.aureus, Sh.disentriae, and P.aeruginosa 9.95mm, 8.96mm, 10.51mm and 9.26mm, respectively. Chrysosporium and Phytophthora inhibit C. albicans by 11.3mm and 3.63mm.

 

Keywords: Pearl grass, endophytic fungus, antimicrobial

Full Text:

PDF

References


Anuhya G., Jyostna V, Aswani. K.Y.V.V., Bodaiah. B., Sudhakar. P, 2017, Influence of Physico-Chemical Parameters on Secondary Metabolite Production by Marine Fungi, International Journal of Current Pharmaceutical Research ; 9(5) : 112-118.

Barnnet, H, L and Hunter, B,B, 1998, Illustrated Genera of Imperfect Fungi. American Phytopathological Society Press, USA.

Borges, K. B., Borges, W. D. S., Durán-Patrón, R., Pupo, M. T., Bonato, P. S., & Collado, I. G., 2009, Stereoselective Biotransformations Using Fungi as Biocatalysts, Tetrahedron Asymmetry ;20(4) : 385– 397.

Ding, T., Jiang, T., Zhou, J., Xu, L., & Gao, Z. M., 2010, Evaluation of Antimicrobial Activity of Endophytic Fungi from Camptotheca acuminate (Nyssaceae), Genetics and Molecular Research ; 9(4) : 2104–2112.

Elfina D., Atria. M., Rodentsia. MR., 2014, Isolasi dan Karakterisasi Fungi Endofit dari Kulit Buah Manggis (Garcinis mangostana L.) sebagai Antimikroba Terhadap Candida albicans, Staphylococcus aureus, dan Escherichia coli, JOM, 1-4.

Elias.B.C, Said. S., Albuquerque.S.E., Pupo. M.T., 2006, The influence of Culture Conditions on The Biosynthesis of Secondary Metabolites by Penicillium verrucosum Dierck, Microbiological Research ;161(3) : 273-280.

Fauzana S., 2011, Isolasi dan potensi bakteri endofitik penghasil antibiotika dari tanaman sirih merah (Piper crocatum Ruiz & Pav.), Skripsi, Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Andalas, Padang.

Haniah M., 2008, Isolasi jamur endofit dari daun sirih (Piper BetleL.) sebagai antimikroba terhadap Escherichia coli, Staphylococcus aureus dan Candida albicans, Skripsi, Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Isam Negeri Malang, Malang.

Izza I., 2011, Isolasi, Karakteristik dan identifikasi bakteri endofit dari tanaman mahkota dewa (Phaleria macrocarpa) yang berpotensi sebagai penghasil antimikroba, Skripsi, Program studi Biologi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, Yogyakarta.

Khusnul, Wahyuni H.S., Virgianti D.P., 2017, Identifikasi Jamur Endofit Pada Daun Cincau (Cyclea barbata Miers.) dan Uji Antagonis Terhadap Salmonella typhi. Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada ; 17(2) : 406-413.

Mukhlis. D.K., Rozirwan., Hendri. M., 2018, Isolasi dan Aktivitas Antibakteri Jamur Endofit Mangrove Rhizophora apiculata dari Kawasan Mangrove Tanjung Api-Api Kabupaten Banyuasin Sumatera Selatan, Maspari Journal ; 10(2) : 151-160.

Nursulistyarini F., 2014, Isolasi dan identifikasi bakteri endofit penghasil antibakteri dari daun tanaman binahong (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis), Skripsi, Program studi Biologi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, Yogyakarta.

Powthong, P., Jantrapanukorn, B., Thongmee, A., & Suntornthiticharoen, P., 2013, Screening of Antimicrobial Activities of the Endophytic Fungi Isolated from Sesbania grandiflora (L.), Pers. Journal Agricultural Sciences Technology ;15: 1513–1522.

Sadrati, N., Daoud, H., Zerroug, A., Dahamna, S., & Bouharati, S., 2013, Screening of Antimicrobial and Antiaxidant Secondary Metabolites Endophytic Fungi Isolated from Wheat (Triticum durum), Jounal of Plant Protection Research ; 53(2): 128–136.

Strobel, G. dan Daisy, B., 2003, Bioprospecting for microbial endophyte and their natural product, Microbiology and Moleculer Biology ; 67: 491-502.

Virgianti, Dewi P., 2015, Uji Antagonis Jamur Tempe (Rhizopus sp.) Terhadap Bakteri Patogen Enterik, Jurnal Biosfera ; 3(2) : 162, 2015.

Watanabe T., 2002, Pictorial Atlas of Soil and Seed Fungi : Morphologies of Cultured Fungi and Key to Species. Second Edition, CRC Press , New York.

Wijayanti T., 2017, Skrining Senyawa Metabolit Sekunder Ekstrak Rumput Mutiara (Hedyotis Corymbosa (L.) Lamk.) Dengan Metode GC-MS. Jurnal Florea ; 4(1) : 24-35.

Yunianto P, Rosmalawati S, Rachmawati I, Suwarso WP and Sumaryono W, 2012, Isolation and Identification of Endophytic Fungi from Srikaya Plants (Annona squamosa) Having Potential Secondary Metabolite as Anti- Breast Cancer Activity, Microbiology ; 6 (1) : 23-29,




DOI: http://dx.doi.org/10.20527/jps.v7i1.8076

Article Metrics

Abstract view : 122 times
PDF - 224 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Jurnal Pharmascience Published BY:

Program Studi Farmasi Universitas Lambung Mangkurat

Jurnal Pharmascience is indexed by:


 

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.