AKTUALISASI NILAI-NILAI KEARIFAN LOKAL DALAM PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN SEBAGAI PENEGUH KARAKTER KEBANGSAAN
Abstract
ABSTRAK
Dewasa ini, karakter kebangsaan menjadi fokus perhatian seiring akulturasi budaya antarnegara. Di abad 21, generasi muda mengalami dekradasi karakter kebangsaan yang cukup memperhatinkan yang disebabkan oleh adanya akulturasi budaya yang tidak terbendung. Untuk itu, diperlukan strategi fundamental di dunia pendidikan, salah satu strategi yang bisa dilakukan adalah mengaktualisasikan nilai-nilai kearifan lokal melalui PKn. Sesuai Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 22 tahun 2006, Pendidikan Kewarganegaraan merupakan mata pelajaran yang memfokuskan pada pembentukan warga negara yang memahami dan mampu melaksanakan hak-hak dan kewajiban untuk menjadi warga negara Indonesia yang cerdas, terampil, dan berkarakter sesuai yang diamanatkan oleh Pancasila dan UUD 1945. Tujuan dari penulisan ini adalah untuk memberikan pengetahuan dan wawasan yang lebih mendalam mengenai aktualisasi nilai-nilai kearifan lokal dalam Pendidikan Kewarganegaraa sebagai peneguh karakter kebangsaan. Metode penulisan yang digunakan dalam penyusunan karya tulis ini, yaitu kepustakaan atau library research. Dengan mengaktualisasikan nilai-nilai kearifan lokal dalam Pendidikan Kewarganegaraan akan mampu menanamkan karakter kebangsaan pada peserta didik, sehingga rasa cinta terhadap budaya dan negara semakin kuat.
Kata Kunci: Kearifan Lokal, Pendidikan Kewarganegaraan, Karakter Kebangsaan
Full Text:
PDFReferences
Daftar Pustaka
Agustian, A. G. (2008). Rahasia sukses membangun kecerdasan emosional dan spiritual. Jakarta: Penerbit Arga.
Afandi, R. (2011). Integrasi pendidikan karakter dalam pembelajaran IPS di Sekolah Dasar. Dalam Jurnal Pedagogia, 1 (1), 85-98
Arief, A. (2014). Pengembangan pendidikan budaya dan karakter bangsa dalam upaya menghadapi tantangan global. Dalam Jurnal Tarbiyah, 1 (2), 224-275
Arthur, J. Davies., I. & Hahn., C. (2008). Education for civic character. The SAGE Handbook of education for Citizenship and Democracy: Educating for Civic Character, pp. 399-410
Arthur, J. Davison., J. & Lewis. M. (2005). Professional values and practice achieving the standards for QTS. London and New York. Routledge Falmer.
Berkowitz, M. W. (2012). Understanding effective character education. San Francisco: Jossey-Bass:
Fadly, A. (2013). Kajian nilai budaya pesta laut nadran di masyarakat pesisir sebagai sumber belajar PKn. Skripsi pada FPIPS UPI Bandung: tidak diterbitkan.
Fajriani, U. (2014). Peranan kearifan lokal dalam pendidikan karakter, dalam Jurnal Sosio Didaktika, 1 (2), 123-134
Halstead, J. M., & Pike, M. A. (2006). Citizenshin and moral education values in action. New york: Rautledge. USA and Canada: Rautledge Falmer
Hakim. S. A., dkk. 2014. Pendidikan Kewarganegaraan dalam konteks Indonesia. Malang, Penerbit Madani.
Heater, D. (1999). What is citizenship? Policy Press.
Machfiroh, R. (2011). Revitalisasi karakter bangsa melalui pendidikan kewarganegaraan dengan pengembangan budaya lokal. Journal Aca Civicus, 4 (2), 75-9
Munawar, W. (2010). Pengembangan model pendidikan afeksi berorentasi konsiderasi untuk membangun karakter siswa yang humanis di sekolah menengah kejuruan. Bandung: UPI
Munir, A. (2010). Pendidikan karakter: Membangun karakter anak sejak dari rumah. Yogyakarta: Pustaka Insan Mandiri.
Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 87 Tahun 2017 Tentang penguatan Pendidikan Karakter (PPK)
Permendikbud. (2014). Peraturan mentri pendidikan dan kebudayaan Republik Indonesia Nomor 59 Tahun 2014 tentang kurikulum 2013 Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah. Jakarta: Depertemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Pritchard, Ivor. (1988). Character education: research prospects and problems. American Journal of education, 96 (4), 469-495.
Quigley, Buchanan., & Bahmueller. (1991). Civitas: A Frame. Calabassas: Center For Civic Education.
Revell, L. & Arthur, J. (2007). Character education in school and the education of teacher. Journal of moral education, 36 (1), 79-92
Sardjiyo & Pannen, P. (2005). Pembelajaran berbasis budaya: Model Inovasi Pembelajaran dan Implementasi Kurikulum Berbasis Kompetensi.” Jurnal Pendidikan, 6 (2), 83-98
Setiawan, D. (2013). Peran pendidikan karakter dalam mengembangkan kecerdasan moral. Dalam Jurnal Pendidikan Karakter, 3 (1), 54-85
Somantri, M. N (2001). Menggagas Pembaharuan Pendidikan IPS, Bandung: PT. Remaja Rosda Karya.
Sudira, P. (2012). SMK kearifan lokal tri hita karana. Dalam Jurnal Pendidikan Vokasi, 2 (2), 261-262
Sumardjoko, B. (2013). Revitalisasi nilai-nilai pancasila melalui pembelajaran PPKn berbasis kearifan local untuk menguatkan karakter dan jatidiri bangsa. Dalam jurnal Varia Pendidikan, 25 (2), 118-120
Stephens, S. (2000). Handbook for culturally responsive science curriculum. Fairbanks: Alaska Native Knowledge Network.
Tilaar, H.A.R (2007). Mengidonesia etnisitas dan identitas bangsa indonesia. Jakarta: PT. Rineka Cipta.
Wahab, A., & Sapriyah. (2011). Teori dan landasan pendidikan kewarganegaraan. Bandung: Alfabeta.
Zed, M. (2004). Metode Penelitian Kepustakaan. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada
DOI: http://dx.doi.org/10.20527/kewarganegaraan.v8i2.4314
Article Metrics
Abstract view : 6501 timesPDF - 7855 times
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2020 Pendidikan Kewarganegaraan
KERJASAMA DENGAN


Diindeks oleh:
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan oleh Lembaga Pengembangan dan Penjaminan Mutu Pendidikan ULM dilisensikan dengan Lisensi Internasional Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 .



