Pengaruh Pemberian Bokashi Kotoran Ternak terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kacang Edamame (Glycine max (L) Merril)

Idham Maysar Pratama, Tuti Heiriyani, Akhmad Gazali

Abstract


Edamame is a pIant that is often used as a heaIth food, because the edamame plant has nutritional content that is quite good for body health. Therefore increasing edamame soybean production is very important. Bokashi is a fertilizer made from organic materials, which is made by fermenting organic materials using EM-4 technoIogy. Bokashi is used as an organic fertilizer to enrich the soiI and not damage the environment. This research aims to determine the effect of giving bokashi and the best dose between bokashi treatments on the growth and production of edamame bean pIants. This research was prepared using the Randomized BIock Design (RAK) method with six repetitions. The experiment consisted of four treatment levels of bokashi fertilizer doses with one control treatment, namely d0 : 350 kg.ha-1 Mutiara NPK fertilizer (42 grams/plot) d1 : 2.5 ton.ha-1 bokashi fertilizer (300 grams/plot) d2 : 5 ton.ha-1 bokashi fertilizer (600 grams/plot). d3: 7.5 ton.ha-1 bokashi fertilizer (900 grams/plot). The results of the research showed that giving bokashi had no real effect on the growth and production of edamame bean plants and the best dose of giving bokashi on the growth and production of edamame bean plants was 2.5 tons ha-1

Full Text:

PDF

References


Arum, A., Suhastyo, Fanny, T. R. (2019). Respon Pertumbuhan dan Hasil Sawi Pagoda (Brasssica narinosa) terhadap pemberian MOL daun kelor. Agrotech Research Journal, 3(1):56-60.

Dartius. (1990). Fisiologi Tumbuhan 2. Medan, Indonesia : Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara.

Dewi, G. P., & Ginting, A. M. (2012). Antisipasi krisis pangan melalui kebijakan diversifikasi pangan. Jurnal Ekonomi & Kebijakan Publik, 3(1), 97-118. DOI: 10.22212/jekp.v3i1.172.

Hardjowigeno, S. (2003). Klasifikasi Tanah dan Pedogenesis. Akademik Pressindo: Jakarta.

Hartati, S., Sumani, & Hendrata, H. E. A. (2014). Pengaruh imbangan pupuk organik dan anorganik terhadap serapan P dan hasil tanaman padi sawah pada dua sistem budidaya di lahan sawah Sukoharjo. Caraka Tani, XXIX(1), 53–60.

Kementerian Pertanian. (2019). Produktivitas Kedelai 2014-2018 Beradasarkan Provinsi. Diakses pada Tanggal 2 Januari 2022 Pukul 16.00 WITA dari https://www.pertanian.go.id/Data5tahun/TPATAP-2017(pdf)/34Kedelai.pdf.

Korica, S., A. Szparaga., M. Kubon., E. Czerwi., dan Prizkier, T. 2019. Morphological And Biochemical Responses of Glycine max (L.) Merr. to The Use of Seaweed Extract. Koszalin University of Technology. Poland.

Lingga dan Marsono. (2006). Petunjuk Penggunaan Pupuk. Penebar Swadaya. Jakarta.

Marlina. (2012). Pengaruh Pupuk Organik Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kedelai. Jurusan Agroteknologi. Universitas Syah Kuala. Banda Aceh.

Novriani. (2010). Alternatif Pengelolaan Unsur Hara P (Fosfor) pada Budidaya Jagung. Jakarta: Agronobis

Permanasari, I. Irfan, M dan Abizar. (2014). Pertumbuhan dan hasil kedelai (Glycine max L.) dengan pemberian rhizobium dan pupuk urea pada media gambut. Jurnal Agroteknologi, 5(1).

Pratama, I.R., Jumar, & Rabiatul, W. (2019). Pengaruh Pupuk Kotoran Jangkrik terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Edamame (Glycine max (L.) Merill). Agroekotek view, 2(2), 67-73. DOI: 10.20527/agtview.v2i2.1107.

Rasyad, A. dan Idwar. (2010). Interaksi genetik x lingkungan dan stabilitas komponen hasil berbagai genotipe kedelai di Provinsi Riau. Jurnal Agronomi Indonesia, 38(1) : 25 – 29.

Rinaldi, A. (2021). Analisis Kandungan Pupuk Bokashi Dari Limbah Ampas Teh. Dan Kotoran Sapi. SAINTIS, 2(1), 5-13.

Sahetapy, D., Widayati, S., & Sangdji, M. (2017). Dampak Aktivitas Masyarakat terhadap Ekosistem Terumbu Karang di Perairan Pesisir Dusun Katapang Kabupaten Seram Bagian Barat. TRITON: Jurnal Manajemen Sumberdaya Perairan, 13(2): 105-114.

Sitompul, S. M. dan Guritno, B. (1995). Analisis Pertumbuhan Tanaman. UGM. Press: Yogjakarta.

Su’ud, M. dan D. A. Lestari. (2018). Respon pertumbuhan dan hasil tanaman jagung (Zea mays L.) terhadap konsentrasi dan interval waktu pemberian pupuk organik cair bonggol pisang. J. Agrotechbiz, 5(2) : 37–52.

Sutedjo, M. (2010). Pupuk Dan Cara Pemupukan. Jakarta: Rineka Cipta.

Tomia, A. 2012. Pemanfaatan Bokashi Kotoran Ternak Ayam Terhadap Produktivitas Tanaman Caisin. Skripsi. Staf Pengajar Faperta UMMU. Ternate.

Trustinah, Radjit BS, Prasetiaswati N, Harnowo D. (2014). Adopsi varietas unggul kacang hijau di sentra produksi. Iptek Tanaman Pangan, 9(1): 24-38.

Wahyudi. (2011). Panen Cabai Sepanjang Tahun, Jakarta: Agromedia Pustaka.

Wibisono, A., dan Muchsin, B. (1993). Pemanfaatan Limbah Organik Untuk Pupuk. Bul. Kyusei Nature farming Vol. 02/IKNF/thn. I. Des. 1993.

Widati, F. dan I. M. Hidayat. (2012). Kedelai Sayur (Glycine max L. Merill) sebagai Tanaman Pekarangan. IPTEK Hortikultura. Balai Penelitian Tanaman Sayuran, Lembang.

Wiyono, W. (2009). Kajian Dosis dan Cara Penempatan Pupuk Npk Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Jagung (Zea mays. L). Jurnal Ilmiah Agrineca, 9(1).

Zuraida. (2019). Analisis Nilai Tambah Produk Tahu dari Kedelai di Kelurahan Sungai Besar Kecamatan Banjarbaru Selatan Kota Banjarbaru Provinsi Kalimantan Selatan. Ziraa’ah Majalah Ilmu Pertanian, 44(1), 13-19. DOI: 10.31602/zmip.v44i1.1516.




DOI: https://doi.org/10.20527/agtview.v8i1.13100

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2025 Agroekotek View

Editorial Office:

Department of Agroecotechnology
Faculty of Agriculture
Universitas Lambung Mangkurat
Jalan Ahmad Yani Km.36 Mail-box 1028 Banjarbaru 70714
South of Kalimantan - Indonesia
Phone: (0511) 4772254


Creative Commons License
Agroekotek View is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

E-ISSN: 2715-4815