Persentase dan Gejala Penyakit Cendawan Pada Kacang Tanah (Arachis hypogaea L.) yang Diberi Pupuk Organik PWR Nutrition

Aisya Nurhaliza, Tuti Heiriyani

Abstract


Kacang tanah memainkan peran penting dalam strategi pangan nasional sebagai sumber protein dan minyak nabati. Salah satu penyebab penurunan produksi kacang tanah adalah serangan hama dan penyakit. Pemberian nutrisi yang seimbang dapat meningkatkan ketahanan tanaman terhadap penyakit. Salah satu cara untuk melakukannya adalah dengan mengaplikasikan pupuk organik. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan persentase serangan penyakit dan mengidentifikasi gejala penyakit yang disebabkan oleh cendawan pada kacang tanah yang diberi pupuk organik PWR Nutrition. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak kelompok tunggal dengan 5 perlakuan dan diulang 4 kali, menghasilkan 20 unit percobaan. Hasil menunjukkan bahwa pupuk organik PWR Nutrition tidak mempengaruhi kejadian penyakit pada kacang tanah. Persentase gejala penyakit berkisar antara 41,7% hingga 51,4%. Gejala penyakit dan cendawan yang ditemukan meliputi miselium putih pada akar dan polong, serta bintik-bintik oranye pada polong yang disebabkan oleh Sclerotium sp.; layu mendadak dan kematian pada tanaman kacang tanah yang disebabkan oleh Fusarium sp.; bintik-bintik bulat kecil berwarna kuning, coklat, dan hitam pada permukaan daun yang disebabkan oleh Curvularia sp.; serta bintik-bintik coklat tidak beraturan yang dapat membesar dan menyebar ke seluruh permukaan daun yang disebabkan oleh Colletotrichum sp.

Full Text:

PDF

References


Abdul, S. (2019). Budidaya Tanaman Kacang Tanah. Kecamatan Pulubala: Badan Penyuluhan Pertanian.

Afini, N. M., Yeriska, F., Karenina, N. A., Malika, H. N., Fadil, M. R., & Advinda, L. (2022). Jamur penyebab penyakit bercak daun pada kacang tanah (Arachis hypogaea). In Prosiding Seminar Nasional Biologi, 2(2), 72-81.

Agrimoon. (2016, 27 Juli). Plant Pathogens & Principles of Plant Pathology. URL: https://agrimoon.com/wp-content/uploads/Plant-Pathogens-Principles-of-Plant-Pathology.pdf. Diakses pada tanggal 22 September 2025.

Dirjen Tanaman Pangan. (2024). Laporan Tahun 2023. URL: https://tanamanpangan.pertanian.go.id/assets/front/uploads/document/LAPORAN%20TAHUNAN%202023.pdf. Diakses pada 12 Agustus 2024.

Erazo, J. G., Palacios, S. A., Pastor, N., Giordano, F. D., Rovera, M., Reynoso, M. M., ... & Torres, A. M. (2021). Biocontrol mechanisms of Trichoderma harzianum ITEM 3636 against peanut brown root rot caused by Fusarium solani RC 386. Biological Control, 164, 104774.

Kee, Y. J., Zakaria, L., & Mohd, M. H. (2020). Morphology, phylogeny and pathogenicity of Fusarium species from Sansevieria trifasciata in Malaysia. Plant Pathology, 69(3), 442-454.

Kim, J. H., Lee, Y. H., & Lee, W. H. (1998). Anthracnose of peanut caused by Colletotrichum gloeosporioides. The Plant Pathology Journal, 14(6), 614-617.

Kumar, M. R., Santhoshi, M. M., Krishna, T. G., & Reddy, K. R. (2014). Cultural and morphological variability Sclerotium rolfsii isolates infecting groundnut and its reaction to some fungicidal. Int.J.Curr.Microbiol.App.Sci, 3(10), 553-561.

Kurniawan, R. M., & Purnamawati, H. (2017). Respon pertumbuhan dan produksi kacang tanah (Arachis hypogaea L.) terhadap sistem tanam alur dan pemberian jenis pupuk. Buletin Agrohorti, 5(3), 342-350.

Li, M., Chen, L., Wang, Q., He, L., Duan, Y., Mao, X., & Zhou, L. (2025). Species identification and fungicide sensitivity of Fusarium spp. causing peanut root rot in Henan, China. Journal of Fungi, 11(6), 433.

Naufal, M. A., Sugiarto, A. Z., Ramadhani, A. N., Neriifolia, P., Widyawati, A. S., & Siregar, M. M. (2021). Studi literatur: penyakit busuk akar tanaman kacang tanah (Arachis hypogaea). In Prosiding Seminar Nasional Biologi, 1(2), 658-667.

Nurjasmi, R., & Suryani, S. (2018). Uji daya hambat filtrat zat metabolit Actinomycetes asal hutan pinus gunung bunder bogor terhadap pertumbuhan Curvularia sp. secara in vitro. Jurnal Ilmiah Respati, 9(2).

Pensuk, V., Patanothai, A., Jogloy, S., Wongkaew, S., Akkasaeng, C., & Vorasoot, N. (2003). Reaction of peanut cultivars to late leafspot and rust. Songklanakarin J. Sci.Tech., 25(3), 289-295.

Rahardjo, I. B., & Suhardi, S. (2008). Insidensi dan Intensitas Serangan Penyakit Karat Putih pada Beberapa Klon Krisan. Jurnal Hortikultura, 18(3), 136764.

Stockist Nasa. (2024). PWR Nutrition. URL: https://stockistnasa.com/shop/pwr-nutrition/. Diakses pada 13 Agustus 2024.

Sutejo, A. M., Priyatmojo, A., & Wibowo, A. (2008). Identifikasi morfologi beberapa spesies jamur Fusarium [Morphological Identification of Several Fusarium Species]. Jurnal Perlindungan Tanaman Indonesia, 14(1), 7-13.

Wakhidah, N., Kasrina, B. H., & Bustamam, H. (2021). Keanekaragaman jamur patogen dan gejala yang ditimbulkan pada tanaman cabai merah (Capsicum annuum L.) di dataran rendah. Konservasi Hayati, 17(2), 63-68.

Widianto, A. W., Hidayat, N., & Mahfud, M. C. (2018). Sistem pakar identifikasi penyakit tanaman kacang tanah menggunakan metode fuzzy mamdani berbasis android. Jurnal Pengembangan Teknologi Informasi Dan Ilmu Komputer, 2(8), 2840–2845.




DOI: https://doi.org/10.20527/agtview.v9i1.17502

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2026 Agroekotek View

Editorial Office:

Department of Agroecotechnology
Faculty of Agriculture
Universitas Lambung Mangkurat
Jalan Ahmad Yani Km.36 Mail-box 1028 Banjarbaru 70714
South of Kalimantan - Indonesia
Phone: (0511) 4772254


Creative Commons License
Agroekotek View is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

E-ISSN: 2715-4815