Peningkatan dan Perbaikan Manajemen Pemeliharaan dan Kesehatan Kelinci pada Kelompok Peternak Kelinci di Triyagan Sukoharjo
Abstract
Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan mitra yaitu peternak kelinci akan manajemen pemeliharaan dan kesehatan yang baik. Pengabdian dilaksanakan di Kelompok ternak Triyagan Rabbit. Kegiatan dimulai dengan survei pada bulan April 2021 lalu dilanjutkan dengan perbaikan kandang kelinci mitra. Pada bulan 16 Agustus 2021 dilaksanakan Focus Group Discussion (FGD) manajemen pemeliharaan kelinci dan manajemen kesehatan. Kuesioner dilakukan sebelum dan setelah FGD untuk mengukur keberhasilan penyampaian informasi. Responden adalah peternak kelinci sebanyak 14 peternak. Keadaan umum meliputi yaitu peternak kelinci berusia 21-49 tahun, semua peternak adalah laki-laki, memiliki Pendidikan SD-SMK, pengalaman berternak 7 bulan-4 tahun, kepemilikan 4-20 ekor, dan pemberian pakan ke kelinci berupa hijauan dan konsentrat. Berdasarkan survei sebelum dan sesudah FGD diperoleh peningkatan pengetahuan tentang manajemen pemeliharaan kelinci yang baik sebesar 83%. Pengetahuan tentang cara mengobati kelinci meningkat sebesar 77%, sedangkan pengetahuan tentang cara pencegahan penyakit kelinci meningkat sebesar 75%. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah peternak telah meningkat pengetahuannya dan diharapkan bisa menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam menjalankan peternakan kelincinya. Kegiatan pengabdian juga meliputi perbaikan kandang kelinci sehingga suhu dan kelembaban nyaman untuk ternak kelinci berproduksi maksimal. Selain itu juga dihibahkan obat-obatan kepada peternak kelinci untuk penyakit yang sering menyerang seperti scabies.
This Community Service activity aimed to increase the knowledge of rabbit breeders on good management and health management. The service is carried out at the Triyagan Rabbit group. The activity began with a survey in April 2021 and then continued with the repair of partner rabbit cages. On August 16, 2021, a Focus Group Discussion (FGD) was held on rabbit rearing and health management. Questionnaires were conducted before and after the FGD to measure the success of delivering information. Respondents were rabbit breeders (14 breeders). General conditions include rabbit breeders aged 21-49 years, all breeders are male, have elementary-senior high school education, experience raising 7 months-4 years, ownership of 4-20 tails of rabbits, and feeding rabbits in the form of forage and concentrates. Based on the survey before and after the FGD, there was an increase in knowledge about good rabbit-rearing management by 83%. Knowledge of how to treat rabbits increased by 77%, while knowledge of how to prevent rabbit diseases increased by 75%. This activity concludes that farmers have increased their knowledge and are expected to be able to apply the knowledge gained in running their rabbit farms. Service activities also include repairing rabbit cages so that the temperature and humidity are comfortable for maximum production of rabbits. In addition, medicines are also given to rabbit breeders for diseases that often attack, such as scabies.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Dalimunthe, N. W. Y. (2019). Pembentukan dan pembinaan kelompok tani kelinci dalam rangka pengembangan desa wisata di Soropati, Hargotirto, Kokap, Kulon Progo. Jurnal Pengabdian Dan Pengembangan Masyarakat, 2(1), 189. https://doi.org/10.22146/jp2m.48334
Dinasari Retnaningtyas, I. (2019). Mengembangkan budidaya ternak kelinci guna mewujudkan desa sejahtera mandiri. Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M), 1(1), 6. https://doi.org/10.33474/jp2m.v1i1.4993
Huda, S., & Wikanta, W. (2016). Pemanfaatan limbah kotoran sapi menjadi pupuk organik sebagai upaya mendukung usaha peternakan sapi potong di Kelompok Tani Ternak Mandiri Jaya Desa Moropelang Kecamatan Babat Kabupaten Lamongan. Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 1(1), 26. https://doi.org/10.30651/aks.v1i1.303
Laksono, T. T., Yuliani, G. A., Sunarso, A., Lastuti, N. D. R., & Suwanti, L. T. (2019). Prevalence and saverity level of scabies (Sarcoptes scabiei) on rabbits in Sajen Village, Pacet SUB-District, Mojokerto Regency. Journal of Parasite Science, 2(1), 15. https://doi.org/10.20473/jops.v2i1.16379
Nistor, E., Bampidis, V., P, N., cal, cal, Pentea, M., Tozer, J., & Prundeanu, H. (2013). Nutrient content of rabbit meat as compared to chicken, beef and pork meat. Journal of Animal Production Advances, 3(4), 172. https://doi.org/10.5455/japa.20130411110313
Puspani, E., Nuriyasa, I. M., Wirawan, I. W., Wibawa, A., & Candrawati, D. P. M. A. (2016). Luas lantai kandang serta imbangan energi dan protein ransum yang optimum untuk meningkatkan produktivitas ternak kelinci pada Kelompok Ternak Trewelu Tabanan. Buletin Udayana Mengabdi, 15(September), 235–240.
Sarwono, B. (2002). Kelinci Potong dan Hias. Agro Media Pustaka.
Setiawan, D., & Rohayeti, Y. (2020). Peningkatan produksi kelinci di Kabupaten Kuburaya Kalimantan Barat melalui teknologi pakan pellet berbasis limbah sagu. E-Dimas: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 11(2), 168–172. https://doi.org/10.26877/e-dimas.v11i2.2816
Susetyarini, E., Wahyono, P., Latifa, R., & Nurrohman, E. (2020). Identifikasi parasit dan tingkat keparahan penyakit scabies pada kelinci New Zealand sebagai bahan preparat. Lombok Journal of Science 2(2), 28–33. https://e-journal.unizar.ac.id/index.php/mathscience/article/view/254
Syarifudin, D., Aji, S., & Surdia, R. M. (2019). IbM kelompok usaha wanita budidaya kelinci pedaging di Desa Wargasaluyu Kabupaten Bandung Barat. E-Dimas: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 10(1), 49. https://doi.org/ 10.26877/e-dimas.v10i1.2663
Szendrő Z, Szendrő K, Z. A. (2012). Management of reproduction on small, medium and large rabbit farms: a review. Asian-Australas J Anim Sci., 25(5), 738–748.
Wheindrata. (2012). Rahasia beternak kelinci ras (1st ed.). Lily Publisher.
Yanti, Y., Setyawati, A., Sumani, S., Ariyanto, D. P., & Komariah, K. (2022). Pelatihan pembuatan silase pakan komplit dengan aditif FJLB di Kelompok Ternak Putra Rahayu dan Ngudi Rejeki Wonogiri. Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 4(3), 886. https://doi.org/10.20527/ btjpm.v4i3.5550
DOI: https://doi.org/10.20527/btjpm.v5i1.6966
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Indexed by: Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat is licensed under From March 27, 2020 to June 3, 2020 From Juni 4, 2020 to the present (updated stats) |