GAMBARAN PROFIL JARINGAN LUNAK BIBIR DAN WAJAH TERHADAP GARIS ESTETIK MENURUT RICKETSS MELALUI RADIOGRAFI SEFALOMETRI

Widya Elisabeth Silalahi, Irnamanda D.H, Norlaila Sarifah, Ika Kusuma Wardani, Isnur Hatta

Abstract


Background: Malocclusion is a condition where the occlusion deviates from the normal shape and risks disrupting the function of swallowing, mastication, facial harmony and speech. The profile of the face can be determined through analysis of facial hard tissue and soft tissue. The Ricketts method is a cephalometric analysis that is often used compared to other analyses. Objective: To describe the soft tissue profile of the lips and face regarding the aesthetic lines according to Ricketts in Banjar tribe students at SMAN 12 Banjarmasin using cephalometric radiography. Methods: The method used is descriptive with a cross-sectional approach. Samples were taken using simple random sampling technique. The population in this study were all Banjar ethnic students at SMAN 12 Banjarmasin, totaling 307 people. The minimum sample size in this study was calculated using a categorical descriptive formula with a total of 45 people. Results: The results of descriptive statistical analysis from the Ricketts Analysis show that the average distance of the soft tissue profile to the position of the upper lip is 1.02mm in front of the E-line with a standard deviation of 2.40mm. The average distance of the soft tissue profile to the position of the lower lip is 1.53mm in front of the E-line with a standard deviation of 2.52mm. Conclusion: Based on the research results, it shows that the Banjar tribe at SMAN 12 Banjarmasin mostly has a convex facial profile.
Keywords : Banjar people, Cephalometry, Facial soft tissue profile, Ricketts Analysis


Latar belakang: Maloklusi merupakan suatu kondisi dimana oklusi menyimpang dari bentuk normal berisiko pengganggu fungsi menelan, mastikasi, keserasian wajah, dan bicara. Wajah dapat ditentukan profilnya melalui analisis jaringan keras wajah dan jaringan lunak. Metode Ricketts adalah analisis sefalometri yang sering digunakan dibanding analisis lain. Tujuan: Menggambarkan profil jaringan lunak bibir dan wajah terhadap garis estetik menurut Ricketts pada pelajar Suku Banjar di SMAN 12 Banjarmasin melalui radiografi sefalometri. Metode: Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan potong lintang. Sampel diambil menggunakan teknik simple random sampling. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pelajar Suku Banjar di SMAN 12 Banjarmasin yang berjumlah 307 orang. Besar sampel minimal pada penelitian ini dihitung menggunakan rumus deskriptif kategorik dengan jumlah 45 orang. Hasil: Hasil analisis statistik deskriptif dari Analisis Ricketts menunjukkan rata-rata jarak profil jaringan lunak terhadap posisi bibir atas adalah 1,02mm di depan garis E-line dengan standar deviasi 2,40mm. Rata-rata jarak profil jaringan lunak terhadap posisi bibir bawah adalah 1,53mm didepan garis E-line dengan standar deviasi 2,52mm. Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa Suku Banjar di SMAN 12 Banjarmasin sebagian besar memiliki profil wajah cembung.


Kata kunci : Analisis Rickett, Profil jaringan lunak wajah, Suku Banjar, Sefalometri


Full Text:

PDF

References


Kusuma RH, Adhani R, Widodo, Rianta S. Perbedaan Indeks Karies Antara Maloklusi Ringan dan Berat Pada Remaja Di PONPES Darul Hijrah Martapura. Dentino. 2014;2(1):13– 7.

Hadi A, Mardiati E, Evangelina IA, Laviana A. Perbedaan esthetic line (E-line) maloklusi skeletal kelas III sebelum dan setelah perawatan bedah ortognati menggunakan analisis sefalometri ricketts Differences in Esthetic Line (E-line) of Class III Skeletal Malo. Padjadjaran J Dent Res Students. 2023;7(1):19.

Laguhi VA, Anindita PS, Gunawan PN. Gambaran Maloklusi Dengan Menggunakan Hmar Pada Pasien Di Rumah Sakit Gigi Dan Mulut Universitas Sam Ratulangi Manado. e- GIGI. 2014;2(2).

Suala HN, Wibowo D, Setyawardhana RHD. Kebutuhan Perawatan Ortodonti Berdasarkan Index of Orthodontic Treatment Need Pada Remaja. Dentin. 2021;5(3):129–33.

Kurniawan FKD, Syada AN, Wibowo D. Perbandingan Tingkat Keparahan dan Tingkat Kebutuhan Perawatan Ortodonti Menggunakan Malaligment Index. Dentino. 2017;2(1):78–83.

Wahyuni S. Pengaruh Estetika Dental Terhadap Psikososial Pada Remaja. Babul Ilmi. Jurnal Ilm Multi Sci Kesehat. 2023;15(1):32–47.

Kustantiningtyastuti D, Oenzil F, Lathiya M. Hubungan Persepsi Dengan Tingkat Kebutuhan Perawatan Ortodonti Bersadasarkan Dental Aesthetic Index. Cakradonya Dent J.

;14(1):57–62.

Zabrina LM, Juliani HBM. Gambaran Profil Jaringan Lunak Pasien Berdasarkan Analisis Holdaway “Analisis Sefalometri Pada Pasien Usia 6-12 Tahun di RSGM-P FKG Usakti”. J Kedokt Gigi Terpadu. 2022;4(2):80–3.

Betris S, Zen Y. Gambaran Profil Jaringan Lunak Wajah Menurut Holdaway Kajian terhadap pasien ortodonti Rumah Sakit Gigi dan Mulut. Desember. 2020;2:48–52.

Hadi L, Muttaqin Z, Leomandra T. Persepsi estetika senyum pada mahasiswa yang belum dan sedang dalam perawatan ortodont Perception of smile aesthetics among dental students who have not and are in orthodontic treatment. J Kedokt Gigi Univ Padjadjaran. 2022;34(1):1.

Christina D. Perbedaan Posisi Bibir Setelah Perawatan Ortodontik dengan Ekstraksi Premolar Pertama Menggunakan Analisis Ricketts. Jurnal Kedokteran Gigi Terpadu. 2020;3(1):1–3.

Destiarini RD, Dwipura I, Aflanie I. Perbandingan Karakteristik Shovel Shape Gigi Insisivus Pertama Rahang Atas Pada Suku di Kalimantan. Dentino. 2017;2(2):194–9.

Putra ESI. Studi Etnografi Orang Banjar Di Kabupaten Indragiri Hilir Propinsi Riau. Selodang Mayang J Ilm Badan Perenc Pembang Drh Kabupaten Indragiri Hilir. 2019;5(3):179.

Selvia L, Sunarso S. Interaksi sosial antara Suku Dayak dan Suku Banjar di Kalimantan. J Antropol Isu-Isu Sos Budaya. 2020;22(2):208.

Rahimah A, Wibowo D, Wardani IK, Azizah A. Gambaran Profil Jaringan Lunak Secara Klinis dan Foto Sefalometri Pada Suku Banjar. Jurnal Kedokteran Gigi. 2023;3(7):138–42.

Darwis R, Editiawarni T. Hubungan Antara Sudut Interinsisal Terhadap Profil Jaringan Lunak Wajah pada Foto Sefalometri. J Kedokt Gigi Univ Padjadjaran. 2018;30(1):15.

Komalawti, Indriaty E, Supartinah AI. Profil Jaringan Lunak dan Keras Wajah Lelaki dan Perempuan Dewasa Etnis Aceh Berdasarkan Keturunan Campuran Arab, Cina, Eropa, dan Hindia. Cakrodonya Dent Jurnal. 2013;5(2):542–618.

Lubis HF, Sylvia. Hubungan Lebar Mesiodistal Gigi dengan Kecembungan Profil Jaringan Lunak Wajah pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Sumatera Utara Ras Deutromelayu. Dentika Journal. 2014;18(1):58– 62.

Susilowati. Hubungan antara Derajat Konveksitas Profil Jaringan Keras dan Jaringan Lunak Wajah pada Suku Bugis Dan Makassar. J Dentofasial. 2009;8(2):125–30.

Nurhayati H. Hubungan Sudut Interinsisal Dengan Profil Jaringan Lunak Wajah Menurut Analisis Holdaway Pada Mahasiswa FKG Usu Ras Campuran Proto Dan Deutro-Melayu. Dentika Dent J. 2013;17(4):314–8.

Oktaviona I, Wahyu. Hubungan Tweed Triangle dan Posisi Terhadap Garis Estetik. Dent J. 2014;4(47):220.

Karaca BZ, Kurkcuoglu. Upper and Lower Lip Soft Tissue Thicknesses Differ in Relation to Age and Sex. Int J Morphol. 2017;35(3):852–8.

Fitriyani N, Ardani IGAW, Rusdiana E. Garis Estetik Menurut Ricketts pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Airlangga. Dent J. 2013;46(2): 92.




DOI: https://doi.org/10.20527/dentin.v9i1.16555

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Contact Us:
Faculty of Dentistry
Lambung Mangkurat University
Jalan Veteran No. 128 B Banjarmasin, Indonesia
E-mail. [email protected]

Website. fkg.ulm.ac.id