APAKAH PASIEN SKIZOFRENIA MERAWAT KEBERSIHAN GIGI DAN MULUTNYA?

Galuh Dwinta Sari, Chandra Wijaya, R. Harry Dharmawan Setyawardhana, Aulia Azizah

Abstract


ABSTRACT

Background: Mental disorders can have a major impact on life and have a negative impact on social interactions. South Kalimantan Province has a prevalence of 5.1% of household members experiencing mental disorders. People with mental disorders have manifestations of psychomotor disorders such as limitations in movement and activities which can trigger dental and oral health problems such as caries. Objective: To determine the description of the severity of caries in patients with mental disorders at Sambang Lihum Hospital. Method: Quantitative descriptive research with cross sectional design. The sampling technique uses simple random sampling. The population is mental patients who are treated and are undergoing rehabilitation therapy at the Sambang Lihum Hospital as many as 127 people. The sample size by Slovin formula which obtained the results of 62 respondents. Results: Based on the DMF-T examination, the caries severity level of the respondents was in the very high category with a DMF-T frequency of 856 and a DMF-T index of 13.8. The caries index in men and women has a very high category. The highest DMF-T index and frequency distribution were in the age group >65 years. Psychiatric diagnoses with the highest DMF-T index were diagnoses of schizophrenia, schizotypal disorder, and delusions with a DMF-T frequency of 505 and a DMF-T index of 14.85. Conclusion: The average caries severity rating of patients with mental disorders at Sambang Lihum Hospital is in the very high category with the highest diagnoses belonging to those with a diagnosis of schizophrenia, schizotypal disorder and delusions.

Keywords: caries severity, mental disorders, schizophrenia

 

ABSTRAK

Latar Belakang: Gangguan mental dapat berpengaruh besar bagi kehidupan dan berdampak buruk pada interaksi sosial. Provinsi Kalimantan Selatan memiliki prevalensi 5,1% anggota rumah tangga yang mengalami masalah gangguan jiwa. Orang dengan gangguan jiwa memiliki manifestasi gangguan psikomotor seperti keterbatasan bergerak dan beraktivitas yang dapat memicu timbulnya masalah kesehatan gigi dan mulut seperti karies. Tujuan: Mengetahui gambaran tingkat keparahan karies pasien dengan gangguan jiwa di RSJ Sambang Lihum. Metode: Penelitian deskriptif kuantitatif dengan desain cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Populasi adalah pasien gangguan jiwa yang dirawat dan sedang menjalani terapi rehabilitasi di RSJ Sambang Lihum sebanyak 127 orang. Besar sampel dihitung dengan menggunakan rumus slovin yang diperoleh hasil sebanyak 62 responden. Hasil: Tingkat keparahan karies berdasarkan pemeriksaan DMF-T pada responden memiliki kategori sangat tinggi dengan frekuensi DMF-T sebesar 856 dan indeks DMF-T sebesar 13,8. Indeks karies pada laki-laki dan perempuan memiliki kategori sangat tinggi. Distribusi frekuensi dan Indeks DMF-T tertinggi berada pada kelompok usia >65 tahun. Diagnosis kejiwaan dengan indeks DMF-T tertinggi berada pada diagnosis skizofrenia, gangguan skizotipal, dan waham dengan frekuensi DMF-T sebesar 505 dan indeks DMF-T sebesar 14,85. Kesimpulan:  Gambaran tingkat keparahan karies pasien dengan gangguan jiwa di RSJ Sambang Lihum rata-rata berada pada kategori sangat tinggi dengan diagnosis tertinggi dimiliki oleh mereka yang didiagnosa skizofrenia, gangguan skizotipal dan waham.

Kata Kunci: gangguan jiwa, keparahan karies, skizofrenia

Full Text:

PDF

References


Republik Indonesia. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2014 Tentang Kesehatan Jiwa. 2014.

WHO. Schizophrenia. World Health Organization. 2022.

Subu MA, Waluyo I, Nurdin AE, Priscilla V, Aprina T, et al. Stigma, Stigmatisasi, Perilaku Kekerasan dan Ketakutan diantara Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Indonesia: Penelitian Constructivist Grounded theory. Jurnal Kedokteran Brawijaya. 2018 Feb 28;30(1):53.

Lembaga Litbang Kesehatan Nasional. Riskesdas 2013. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI; 2013. 1–268 p.

Halida N, Dewi EI, Rasni H. Pengalaman Keluarga dalam Pemenuhan Kebutuhan Perawatan Diri pada Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) dengan Pasung di Kecamatan Ambulu Kabupaten Jember. e-Jurnal Pustaka Kesehatan. 2016;4(1):78–85.

Choi J, Price J, Ryder S, Siskind D, Solmi M, Kisely S. Prevalence of dental disorders among people with mental illness: An umbrella review. Australian and New Zealand Journal of Psychiatry. 2022 Aug 1;56(8):949–63.

Muhtarom A, Daniati N, Sabilillah MF. Low Personal Care With Oral Hygiene of Patients With Mental Disorders (ODGJ).

Rachmawati YL, Puspitasari A, Rianti AN, Rahaswanti LRA, Rachmawati D, Roeswahjuni N, et al. Manajemen Karies pada Anak. 1st ed. Malang: UB Press; 2022. 1–189 p.

Reza AS, Katalin N, Csaba B, Peter A, László P, Zohreh AZ, et al. Schizophrenia and Oral Health: a Literature Review. Fogorv Sz. 2022 Sep 10;115(3).

Mehrabanian M, Ahari UZ, Fathi A, Parizi MM. Comparison of Dental Health Status in Schizophrenic Patients with Healthy Individuals. Clin Schizophr Relat Psychoses. 2021;15(5):1–5.

Herawati N, Afconneri Y. Perawatan Diri Pasien Skizofrenia dengan Halusinasi. Jurnal Keperawatan Jiwa. 2020 Feb;8(1):9–20.

W RHP, Yanti RD, Putri VS. Pengaruh Penerapan Standar Komunikasi Defisit Perawatan Diri terhadap Kemandirian Merawat Diri pada Pasien Skizofrenia di Ruang Rawat Inap Delta Rumah Sakit Jiwa Daerah Provinsi Jambi. Jurnal Akademika Baiturrahim Jambi. 2021 Mar 6;10(1):31.

Filman Ningsih W, Chairanna Mahirawatie I, Kusuma Astuti IN, Keperawatan Gigi Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Surabaya J. Systematic Literature Review: Pengetahuan dan Sikap Ibu tentang Kesehatan Gigi dan Mulut dengan Kejadian Karies Gigi pada Anak Pra Sekolah. Jurnal Ilmiah Keperawatan Gigi (JIKG). 2021;3(2).

Utami S, Prasepti DI. Hubungan Status Karies Gigi dengan Oral Health Related Quality Of Life pada Mahasiswa. Insisiva Dental Journal : Majalah Kedokteran Gigi Insisiva. 2019;8(2).

Notohartojo IT, Ghani L. Pemeriksaan Karies Gigi pada Beberapa Kelompok Usia oleh Petugas dengan Latar Belakang Berbeda di Provinsi Kalimantan Barat. Buletin Penelitian Kesehatan. 2015;43(4):257–64.

Safela SD, Purwaningsih E, Isnanto. Systematic Literature Review: Faktor yang Mempengeruhi Karies Gigi pada Anak Sekolah Dasar. Jurnal Ilmiah Keperawatan Gigi (JIKG). 2021;2(2).

Denis F, Milleret G, Wallenhorst T, Carpentier M, Rude N, Trojak B. Oral health in schizophrenia patients: A French Multicenter Cross-Sectional Study. Presse Medicale. 2019 Feb 1;48(2):e89–99.

Djamaludin N, Anwar AI, Pasiga BD, Akbar FH, Pratiwi R, Samad R, et al. Relationship Between Duration of Using Antipsychotics Drugs with Caries Status on Skizofrenia Patients in Special Hospital Province South Sulawesi, 2017. International Journal of Applied Pharmaceutics. 2019 Jun 2;11(4):37–40.

Lipsky MS, Su S, Crespo CJ, Hung M. Men and Oral Health: A Review of Sex and Gender Differences. Am J Mens Health. 2021 Apr 20;1–8.

Holidina Yusro D, Prasetyowati S, Hadi S, Kesehatan Gigi J, Kesehatan Kemenkes Surabaya P. Literatur Review Efektivitas Mengunyah Buah Berserat dan Berair terhadap Penurunan Skor Plak Gigi. Jurnal Ilmiah Keperawatan Gigi (JIKG). 2021;3(2).

Notohartojo IT, Ghani L. Pemeriksaan Karies Gigi pada Beberapa Kelompok Usia oleh Petugas dengan Latar Belakang Berbeda di Provinsi Kalimantan Barat. Buletin Penelitian Kesehatan. 2015;43(4):257–64.

Emilyani D. Pengaruh Terapi Kelompok Suportif terhadap Kemandirian Pasien Skizofrenia yang Mengalami Defisit Perawatan Diri di Rumah Sakit Jiwa Provinsi NTB. Jurnal Analisis Medika Biosains. 2015;2(2):336–47.

Djamaluddin N, Akbar FH, Usemahu RA. Relationship Between Duration of Using Antipshycotics Drugs with Periodontal Status on Schizoprhenia Patients in Special Hospital Province South Sulawesi 2017. In: The 7th International Meeting and The 4th Joint Scientific Meeting in Dentistry. Science and Thecnology Publications; 2017. p. 250–4.

Kertiasih NLP, Artawa IMB. The Function of Saliva in Caries Prevention. Jurnal Kesehatan Gigi. 2015 Feb;3(1):56–60.

Swager LWM, Morgan SK. Psychotropic-induced dry mouth: Don’t overlook this potentially serious side effect. In: Current Psychiatry. Morgantown: West Virginia University; 2011. p. 54–8.




DOI: https://doi.org/10.20527/dentin.v9i3.17914

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Contact Us:
Faculty of Dentistry
Lambung Mangkurat University
Jalan Veteran No. 128 B Banjarmasin, Indonesia
E-mail. [email protected]

Website. fkg.ulm.ac.id