HUBUNGAN TINGKAT KEPARAHAN MALOKLUSI DENGAN STATUS KARIES PADA SUKU BANJAR

Diva Nurkhaliana, Diana Wibowo, Irnamanda D.H, Aulia Azizah, Isnur Hatta, Patricia Iskandar

Abstract


Background: Dental caries and malocclusion remain common oral health problems among school-aged children. Irregular tooth arrangement may hinder effective oral hygiene practices, resulting in greater plaque retention and an increased likelihood of dental caries. However, evidence regarding the association between these two conditions in Banjar ethnic children is still limited. Objective: To determine the relationship between the severity of malocclusion and caries status among Banjar ethnic students aged 11–12 years at SDN Sungai Andai 4, Banjarmasin City. Methods: An observational analytic study with a cross-sectional design was conducted involving 45 students selected through purposive sampling. Malocclusion severity was assessed using the Dental Health Component (DHC) of the Index of Orthodontic Treatment Need (IOTN), while caries status was evaluated using the Decayed, Missing, and Filled Teeth (DMF-T) index. The association between the variables was analyzed using Spearman’s rank correlation test. Results: The most frequently observed level of malocclusion severity was IOTN-DHC Grade 2, identified in 16 participants (35.6%). Displacement was the predominant malocclusion component, occurring in 28 cases (62.2%). The population DMF-T score was 0.69, indicating a very low caries category. Spearman’s correlation analysis demonstrated a statistically significant association between malocclusion severity and caries status (p = 0.001), with a correlation coefficient of r = 0.571, indicating a moderate positive relationship. Conclusion: The findings demonstrated a significant association between malocclusion severity and caries status among Banjar ethnic children aged 11–12 years at SDN Sungai Andai 4. Children with more severe malocclusion tended to exhibit higher caries status.

Keywords: Banjar ethnic group, caries status, DMF-T, IOTN-DHC, malocclusion

 

ABSTRAK

Latar Belakang: Karies dan maloklusi masih menjadi permasalahan kesehatan gigi yang sering dijumpai pada anak usia sekolah. Susunan gigi yang tidak teratur dapat menyulitkan pembersihan rongga mulut sehingga meningkatkan retensi plak dan berpotensi meningkatkan risiko karies. Informasi mengenai hubungan kedua kondisi tersebut pada anak Suku Banjar masih terbatas. Tujuan: Menganalisis hubungan antara tingkat keparahan maloklusi dengan status karies pada siswa Suku Banjar usia 11–12 tahun di SDN Sungai Andai 4 Kota Banjarmasin. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 45 siswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Tingkat keparahan maloklusi diukur menggunakan Index of Orthodontic Treatment Need (IOTN) komponen Dental Health Component (DHC), sedangkan status karies dinilai menggunakan indeks DMF-T. Analisis hubungan dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil: Tingkat keparahan maloklusi yang paling banyak ditemukan adalah IOTN-DHC tingkatan 2 sebanyak 16 responden (35,6%). Komponen maloklusi yang paling dominan adalah Displacement sebanyak 28 kasus (62,2%). Nilai DMF-T populasi sebesar 0,69 yang termasuk kategori sangat rendah. Hasil uji korelasi Spearman menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat keparahan maloklusi dan status karies (p = 0,001) dengan koefisien korelasi r = 0,571 yang menunjukkan hubungan positif dengan kekuatan sedang. Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan adanya hubungan yang bermakna antara tingkat keparahan maloklusi dan status karies pada anak Suku Banjar usia 11–12 tahun di SDN Sungai Andai 4. Individu yang memiliki maloklusi lebih berat cenderung menunjukkan status karies yang lebih tinggi.

 

Kata Kunci: DMF-T, IOTN-DHC, maloklusi, status karies, Suku Banjar.

Full Text:

PDF

References


Muntadir L, Rinata E, Setyawardana E, Puspitasari DA, Tsabita NF. Pemeriksaan dan pelatihan deteksi dini kelainan maloklusi pada anak usia 6--8 tahun di Sekolah Dasar Muhammadiyah 1 Sidoarjo. Jurnal Pengabdian Masyarakat UBJ. 2025;8(1):31–40.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Survei Kesehatan Indonesia 2023. Kementerian Kesehatan RI; 2023.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Laporan Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Tahun 2018. 2018.

Angkotasan MT, Himawati M, Darwis RS. Korelasi antara tingkat keparahan maloklusi berdasarkan dental health component dan aesthetic component dari IOTN dengan kesadaran mencari perawatan maloklusi: Studi cross-sectional. Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran. 2024;36(1):91–7.

Phulari BS. Orthodontics: Principles and Practice. 2nd ed. New Delhi: Jaypee Brothers Medical Publishers; 2017. 115–119 p.

Rashid ZJ, Omer KT, Ahmed MF, Hamaamin

HH. Orthodontic treatment needs in 10--12-year-old school children from Sulaimani City, Iraq: A cross-sectional study. BMC Oral Health. 2025;25(1):234.

Dayataka RP, Herawati H, Darwis RS. Hubungan tingkat keparahan maloklusi dengan status karies pada remaja di SMP Negeri 1 Kota Cimahi. Padjadjaran Journal of Dental Researchers and Students. 2019;3(1):43–9.

Safari S, Singh A, Chaudhary D, others. The relationship of malocclusion with oral hygiene and periodontal status in children. BMC Oral Health. 2024;24:1301.

Amalia R, Yulianto HDK, Rinastiti M, Susanto H, Suryani IR, Diba SF, et al. Karies Gigi: Perspektif Terkini Aspek Biologis, Klinis, dan Komunitas. UGM Press; 2021.

World Health Organization. Oral Health Surveys: Basic Methods. 5th ed. Geneva: World Health Organization; 2013.

Azizah N, Farhani L, Nugroho C, Primawati RS. Hubungan Kondisi Gigi Berjejal Dengan Pengalaman Karies Pada Siswa Kelas VIII di SMPN 17 Tasikmalaya. Jurnal Ilmiah Keperawatan Gigi (JIKG). 2024;5.

Ulum FU, Suryanti N, Susilawati S. Experience and prevalence of dental caries in 11--12-year-old children at SDN Cimahi Mandiri 2. Padjadjaran Journal of Dental Researchers and Students. 2023;7(2):85–92.

Azzam KA, Wibowo D, Sitepu A, Adhani R, Wasiaturrahmah Y. Gambaran keseimbangan ukuran gigi dengan analisis Bolton pada pelajar suku Banjar (usia 15--18 tahun). Dentin. 2024;8(2).

Al-Masri AN, Al-Obaidi RS, Kareem KA, Hussein MM. Orthodontic treatment needs in 10-

-12-year-old school children from Sulaimani City, Iraq: A cross-sectional study. BMC Oral Health. 2025;25(1):112.

Firdausi A, Nurhayati R, Rochmanita N. Tingkat Keparahan Maloklusi pada Anak Usia 9--12 Tahun di SDN 01 Candijati Jember Berdasarkan IOTN-DHC. Jurnal Indonesian Dental Research and Science. 2024;8(2):45–51.

Perwira HN, Riolina A, Rochmanita N. Frekuensi kebutuhan perawatan ortodontik berdasarkan Index of Orthodontic Treatment Need (IOTN) pada siswa SMP Negeri 1 Salatiga. Jurnal Ilmu Kedokteran Gigi. 2017;10(2):1–11.

Kumar P, Londhe SM, Kotwal A, Mitra R. Prevalence of malocclusion and orthodontic treatment need in schoolchildren: An epidemiological study. Medical Journal Armed Forces India. 2013;69(4):369–74.

Prameswari N, Herniyati H, Sucahyo B, Brahmanta A, Syahdinda MR. Cephalometric analysis, severity malocclusion, and orthodontic treatment need using IOTN in deaf children. European Journal of Dentistry. 2022;16(3):599–605.

dos Santos CCO, Bastos RTRM, Bellini-Pereira SA, Garib D, Normando D. Spontaneous changes in mandibular incisor crowding from mixed to permanent dentition: A systematic review. Progress in Orthodontics. 2023;24(1):15.

Busman B, Yuniarrahmah E, Sari DN. Gambaran status karies gigi pada anak usia 12--15 tahun di Desa Sioban Kecamatan Sipora Selatan Kabupaten Kepulauan Mentawai. Ensiklopedia of Journal. 2021;3(2):147–52.

Jafari S, Singh A, Chaudhary D, others. The Relationship of Malocclusion with Oral Hygiene and Periodontal Status in Children. BMC Oral Health. 2024;24:1301.

Putri SA, Imran H. Hubungan menyikat gigi pada malam hari dengan karies gigi pada anak usia 10-

-12 tahun. Nutrition and Health Insights. 2025;2(2):90–6.




DOI: https://doi.org/10.20527/dentin.v10i2.20718

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Contact Us:
Faculty of Dentistry
Lambung Mangkurat University
Jalan Veteran No. 128 B Banjarmasin, Indonesia
E-mail. [email protected]

Website. fkg.ulm.ac.id